• Solid Waste Management
  • Lowongan Kerja Bidang Environment/Waste Management

    Company: PT Arah Environmental Indonesia Industry: Environment/Waste Management Contact person: HRD Company Web site: http://www.arahenvironmental.com Company description: PT Arah Environmental Indonesia adalah perusahaan nasional yang dalam bidang pengelolaan limbah medis dan limbah B3. Job Information Job title: Entry Level Job function: Customer Service Job position: Quality Assurance Staff Work location: Jakarta Level of education: Associate […]

  • Solid Waste Management
  • Kontrol Kualitas Lingkungan Yang Lain dari TPA

    Kontrol Kualitas Lingkungan Lain dari TPA a). Pembakaran sampah tidak terkontrol (open burning) dilarang dilakukan di lokasi TPA lama ini. b). Pemulungan kembali bahan yang telah ditimbun tidak diperkenankan. c). Desain TPA yang baik biasanya menempatkan area buffer sebagai bagian dari lokasi ini. Keberadaan buffer ini tetap harus menjadi tergret dalam rehabilitasi TPA lama. d). […]

  • Solid Waste Management
  • Rehabilitasi dan Konstruksi Sistem Drainase di TPA

    Rehabilitasi dan Konstruksi Sistem Drainase di TPA Drainase pada TPA lama berfungsi untuk mengendalikan aliran limpasan air hujan dengan tujuan memperkecil aliran yang masuk ke timbunan sampah. Semakin kecil rembesan air hujan yang masuk ke timbunan sampah, akan semakin kecil pula debit leachate yang dihasilkan. a). Drainase utama dibangun di sekeliling blok atau zona penimbunan. […]

  • Solid Waste Management
  • Pengendalian Gas Bio di TPA

    Pengendalian Gasbio a). Gas yang ditimbulkan dari proses degradasi di TPA harus dikontrol agar tidak mengganggu lingkungan, khususnya orang yang akan menggunakan fasilitas ini, serta penduduk sekitarnya. b). Gas hasil biodegradasi tersebut dicegah mengalir secara lateral dari lokasi TPA lama menuju daerah sekitarnya. c). Pada TPA lama yang mengalirkan gasbio ke udara terbuka melalui ventilasi […]

  • Solid Waste Management
  • Bagaimana Pengendalian Lindi (Leachate) di TPA

    Pengendalian Lindi di TPA(Leachate) a). Bila pada TPA yang akan direhabilitasi belum terdapat IPL Bila efluen dari lindi pada TPA tesebut diangap belum stabil, maka diperlukan pengkajian dan desain khusus untuk membangun IPL yang sesuai. Namun bila desain penutup cukup efektif, maka air yang masuk ke dalam timbunan akan menurun secara signifikan. Jumlah lindi pada […]

  • Solid Waste Management
  • Rehabilitasi dan Pemeliharaan Tanah Penutup Final di TPA

    Rehabilitasi dan Pemeliharaan Tanah Penutup Final di TPA a). Fungsi utama sistem penutupan timbunan sampah pada TPA yang akan direhabilitasi adalah : o Menjamin integritasi timbunan sampah dalam jangka panjang o Menjamin tumbuhnya tanaman atau penggunaan site lainnya o Menjamin stabilitas kemiringan (slope) dalam kondisi beban statis dan dinamis. b). Penutupan sampah dengan tanah serta […]

  • Solid Waste Management
  • Tanah Penutup Minimum pada TPA

    solid wasteTanah Penutup Minimum pada TPA

    a). Fungsi tanah penutup minimum adalah sebagai penutup sementara menunggu pemanfaatan site TPA tersebut untuk kegunaan lain, khususnya menunggu kegiatan landfill mining, atau setelah selesainya kegiatan landfill mining dan site tersebut disiapkan untuk digunakan kembali sebagai lahan TPA yang baru.
    b). Penutupan sampah dengan tanah serta proses pemadatannya dilakukan secara bertahap lapis-perlapis.
    c). Lapisan tanah penutup minimum ini :
    ? Hendaknya tidak tergerus air hujan, tergerus akibat operasi rutin, dan operasi alat berat yang lalu di atasnya
    ? Mempunyai kemiringan menuju titik saluran drainase.
    ? Akan berfungsi sebagai bagian dari sistem pelapis dasar (liner) bagi operasi landfil yang baru
    c). Sistem penutup minimum berturut-turut dari bawah ke atas :
    ? Di atas timbunan sampah lama diurug lapisan tanah penutup setebal 30 cm dengan pemadatan
    ? Lapisan karpet kerikil berdiameter 30 – 50 mm sebagai penangkap gas horizontal setebal 20 cm dari timbunan sampah lama, yang sedapat mungkin berhubungan dengan perpipaan penangkap gas vertikal
    ? Lapisan tanah liat setabal 20 cm dengan permeabilitas maksimum sebesar 1 x 10-7 cm/det
    ? Lapisan tanah pelindung setebal minimum 30 cm, yang berfungsi agar lapisan tanah kedap (clay) di atas tidak mengalami kerusakan selama menunggu penggunaan kembali lokasi ini untuk TPA
    ?
    Bila menurut desain perlu digunakan geotekstil dan sejenisnya, pemasangan bahan ini hendaknya disesuaikan spesifikasi teknis yang telah direncanakan, dan dilaksanakan oleh kontraktor yang berpengalaman dalam bidang ini.

    SUMBER SNPM-PU

  • Solid Waste Management
  • Pembuatan Rencana Rehabilitasi dan Monitoring TPA

    Pembuatan Rencana Rehabilitasi dan Monitoring Data fisik yang diperoleh di atas akan dijadikan acuan desain untuk rehabilitasi lokasi. Tahap berikut adalah pengumpulan informasi dan komponen desain yang dibutuhkan, yaitu : a). Mengkaji situasi dan lingkungan lokasi, terutama menyangkut aspek-aspek : – Lingkungan, terutama dalam kaitannya dengan potensi pencemaran – Teknis, terutama dikaitkan dengan kemudahan rehabilitasi […]

  • Solid Waste Management
  • Pengukuran Fisik Lokasi TPA

    Pengukuran Fisik Lokasi Pekerjaan rehabilitasi ini membutuhkan data fisik yang harus diukur secara akurat sesuai dengan peruntukan lokasi TPA yang telah ditutup ini. Data fisik kondisi lahan yang dibutuhkan adalah : a). Melakukan pengukuran topografi dari seluruh area dalam lokasi tersebut, agar rencana rehabilitasi lokasi dapat tergambar secara baik. Dengan rujukan data topografi awal sebelum […]

  • Solid Waste Management
  • Ketentuan Umum yang perlu dikaji dan dan dievaluasi,dalam Penentuan TPA

    Ketentuan Umum Beberapa informasi umum yang perlu dikaji dan dan dievaluasi adalah : 1). Rencana Tata Ruang Wilayah/Kota (RTRW/K) terkait dengan rencana peruntukan sebuah kawasan. 2). Kondisi fisik dan lingkungan yang bersifat umum di area TPA yang akan direhabilitasi dan sekitarnya, seperti : struktur geologi tanah, hidrogeologi, iklim, curah hujan. 3). Data fisik spesifik kondisi […]

  • Solid Waste Management
  • Rangkaian Penanganan Sampah di Indonesia

    solid waste

    Rangkaian Penangan Sampah di Indonesia

    Proses akhir dari rangkaian penanganan sampah yang biasa dijumpai di Indonesia adalah dilaksanakan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Pada umumnya pemerosesan akhir sampah yang dilaksanakan di TPA adalah berupa proses landfilling (pengurugan), dan sebagian besar dilaksanakan dengan open-dumping, yang mengakibatkan permasalahan lingkungan, seperti timbulnya bau, tercemarnya air tanah, timbulnya asap, dan sebagainya. Teknologi landfilling membutuhkan lahan luas, karena memiliki kemampuan reduksi volume sampah secara terbatas, maka kebutuhan luas lahan TPA dirasakan tiap waktu meningkat sebanding dengan peningkatan jumlah sampah. Sedangkan persoalan yang dihadapi di kota-kota adalah keterbatasan lahan.

    Penanganan sampah di TPA yang selama ini umum diterapkan di Indonesia yaitu dengan open dumping harus diubah secara keseluruhan. Ada berbagai masalah yang dapat ditimbulkan, yaitu :
    a. Pencemaran air tanah yang disebabkan oleh lindi (leachate). Tidak adanya lapisan dasar dan tanah penutup akan menyebabkan leachate yang semakin banyak dan akan dapat mencemari air tanah.
    b. Pencemaran udara akibat gas, bau dan debu. Ketiadaan tanah penutup akan menyebabkan polusi udara tidak teredam. Produksi gas yang timbul dari degradasi materi sampah akan menyebabkan bau yang tidak sedap dan juga ditambah dengan debu yang beterbangan.
    c. Resiko kebakaran cukup besar. Degradasi materi organik yang terdapat dalam sampah akan menimbulkan gas yang mudah terbakar seperti metan. Tanpa penanganan yang baik gas ini dapat memicu kebakaran di TPA. Kebakaran selalu terjadi dalam lahan TPA yang menggunakan metode open dumping.
    d. Berkembangnya berbagai vektor penyakit seperti tikus, lalat dan nyamuk. Berbagai vektor penyakit senang bersarang ditimbunan sampah karena merupakan sumber makanan mereka. Salah satu fungsi dari penutupan sampah dengan tanah adalah mencegah tumbuh dan berkembangbiaknya vektor penyakit tersebut.
    e. Berkurangnya estetika lingkungan. Karena lahan tidak dikelola secara baik, maka dalam jangka panjang lahan tidak dapat digunakan kembali secara baik.

    Mengacu pada PP 16/2005 tentang Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum yang didalamya juga mengatur masalah persampahan (bagian ketiga pasal 19 – pasal 22), bahwa penanganan sampah yang memadai perlu dilakukan untuk perlindungan air baku air minum, dan secara tegas dinyatakan bahwa metoda pembuangan akhir yang dilakukan adalah secara sanitary landfill untuk kota besar/metropolitan, dan controlled landfill untuk kota sedang/kecil, yang mulai berlaku pada tahun 2008. Berdasarkan hal tersebut, TPA yang selama ini telah berjalan dengan cara open dumping harus dihentikan, dan dibutuhkan rehabilitasi dan atau reklamasi, yang bertujuan untuk :
    a. Mengurangi dampak yang ditimbulkan
    b. Mendapatkan bahan sampah lama sebagai tanah penutup bila dilakukan penambangan dan selanjutnya dimanfaatkan kembali sebagai lahan TPA. Kompos hasil landfill mining hanya diperuntukkan untuk tanaman non-makanan.
    c. Bila kapasitasnya masih memungkinkan, menyiapkan lahan tersebut agar sesuai dengan kebutuhan operasi controlled landfill atau sanitary landfill
    d. Bila kapasitasnya tidak memungkinkan, lokasi ini dapat dimanfaatkan sebagai lokasi pengolahan sampah
    e. Memanfaatkan lahan yang sudah ditutup tersebut untuk berbagai kebutuhan lebih lanjut, seperti sarana rekreasi dsb

    Sumber : NSPM – PU