Tanaman Obat : Manfaat Kenikir Sebagai Antioksidan Kuat

ikenikir

Nama : Sumatera : Ulam raja (Melayu); Jawa : Kenikir (Jawa Tengah)
Nama Latin : Cosmos caudatus Kunth

Diskripsi tanaman:
Tumbuhan perdu dengan tinggi 75-100 cm dan berbau khas. Batang tegak, segi empat, beralur membujur, bercabang banyak, beruas berwarna hijau keunguan.
Daunnya majemuk, bersilang berhadapan, berbagi menyirip, ujung runcing, tepi rata, panjang 15-25 cm, berwarna hijau. Bunga majemuk, bentuk bongkol, di ujung batang, tangkai panjang ± 25 cm, mahkota terdiri dari 8 daun mahkota, panjang + 1 cm, merah, benang sari bentuk tabung, kepala sari coklat kehitaman, putik berambut, hijau kekuningan, merah.

Buahnya keras, bentuk jarum, ujung berambut, masih muda berwarna hijau setelah tua coklat. Biji keras, kecil, bentuk jarum, panjang ± 1 cm, berwarna hitam. Akar tunggang dan berwarna putih.
Kenikir mengandung saponin, flavonoida polifenol dan minyak atsiri. Akarnya mengandung hidroksieugenol dan koniferil alkohol (Fuzzati et al., 1995).

Kenikir banyak dikonsumsi masyarakat sebagai sayuran, untuk pecel . Secara tradisional daun ini juga digunakan sebagai obat penambah nafsu makan, lemah lambung, penguat tulang dan pengusir serangga.
Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa daun kenikir mengandung senyawa yang memiliki daya antioksidan yang cukup tinggi, dengan harga IC50 sekitar 70 mg/L (Lotulung dkk, 2001). Senyawa yang bersifat antioksidan dapat memacu proses apoptosis melalui jalur intrinsik (jalur mitokondria). Pemacuan apoptosis merupakan salah satu cara penghambatan karsinogenesis.

Senyawa radikal bebas dapat menghambat apoptosis melalui inhibisi pelepasan sitokrom c, dimana sitokrom c berperan dalam aktivasi protein-protein regulator positif apoptosis. Sifat antioksidan yang dimiliki kenikir memungkinkan pengembangan tanaman ini sebagai agen kemopreventif.

Kontributor :
Esti Widayanti, Titi Ratna Wijayanti, Nur Latifah Sri Wijayanti, Ratna Budhi Pebriana dan Endang Sulistyorini S.P

Leave a Reply