BOLEHKAH MENGERASKAN BACAAN SHALAT SIRRIYAH ATAU SEBALIKNYA DAN ? BIMBINGAN MENGGUNAKAN PENGERAS SUARA DI MASJID

BOLEHKAH MENGERASKAN BACAAN SHALAT SIRRIYAH ATAU SEBALIKNYA
DAN ? BIMBINGAN MENGGUNAKAN PENGERAS SUARA DI MASJID

?Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah

?Pertanyaan: Pendengar yang bernama Muhammad Khair dari Suriyah mengatakan dalam suratnya: “Apakah disyaratkan untuk mengeraskan suara pada shalat-shalat jahriyah semuanya, dan apa hukumnya jika seseorang mengeraskan suara pada rakaat pertama dan melirihkan pada rakaat kedua?”

?Jawaban: Melirihkan bacaan pada tempatnya dan mengeraskan bacaan pada tempatnya ketika shalat hukumnya sunnah dan tidak wajib, karena yang wajib adalah membaca, hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu alaihi was sallam:
??? ??????? ?????? ???? ???????? ??????? ??????????.

“Tidak sah shalat orang yang tidak membaca Ummul Qur’an (Al-Fatihah).” [1]

?Jika seseorang mengeraskan suara pada shalat yang sunnahnya melirihkan atau dia melirihkan pada shalat yang sunnahnya mengeraskan, jika tujuannya tersebut adalah menyelisihi As-Sunnah, maka tidak diragukan lagi bahwa ini adalah perkara yang haram dan sangat berbahaya. Namun jika dia melakukannya karena tujuan yang lain, apakah semata-mata karena meremehkan As-Sunnah atau karena sebuah sebab yang menuntut untuk melirihkan atau mengeraskan –dan situasi kondisi yang menuntut demikian, kita tidak mampu untuk membatasinya di sini– maka tidak mengapa. Bahkan seandainya seseorang sengaja tidak melirihkan pada shalat yang sunnahnya melirihkan atau tidak mengeraskan pada shalat yang sunnahnya mengeraskan dengan syarat hal itu bukan karena membenci As-Sunnah dan meninggalkannya, maka dia tidak berdosa. Hanya saja dia terluput dari pahala (yang sempurna –pent).

????Terdapat riwayat di dalam Ash-Shaihain yang menyebutkan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi was sallam pada shalat sirriyah beliau terkadang mengeraskan ayat yang beliau baca hingga para Shahabat yang menjadi ma’mum di belakang beliau bisa mendengarnya. Jadi jika seorang imam terkadang melakukan hal itu maka tidak masalah bagi imam. Adapun bagi para ma’mum maka mereka tidak boleh mengeraskan bacaan, karena hal itu akan mengganggu jama’ah yang lain. Pernah Nabi shallallahu alaihi was sallam keluar menuju para Shahabat ketika mereka sedang membaca Al-Qur’an dan mengeraskan bacaannya. Maka beliau shallallahu alaihi was sallam bersabda:
??? ???????? ?????????? ????? ?????? ???? ??????????.

“Janganlah sebagian kalian mengeraskan Al-Qur’an terhadap sebagian yang lain.” [3]

Atau dalam riwayat lain jangan mengeraskan bacaannya.

?Jadi kapan saja tindakan mengeraskan suara akan mengganggu yang lain maka hal itu dilarang.

????Pada kesempatan ini saya ingin mengingatkan bahwa sebagian orang ada yang melakukan perbuatan yang mengganggu orang lain, padahal maksud mereka adalah baik insya Allah. Yaitu ketika mereka melaksanakan shalat jama’ah maka sebagian mereka ada yang menghidupkan pengeras suara yang ada di menara, sehingga engkau jumpai mereka mengganggu masjid-masjid lain yang ada di dekatnya dan juga orang-orang yang mengerjakan shalat di rumah (para wanita dan orang-orang yang mendapatkan udzur –pent). Terkadang mereka juga mengganggu orang lain yang ingin istirahat karena mereka telah menunaikan kewajiban mereka. Jadi kita anggap misalnya di rumah-rumah penduduk sebagian mereka ada yang sakit yang telah mengerjakan shalat dan ingin bersitirahat, maka suara-suara dari masjid ini bisa mengganggu mereka.

?Jika suara-suara ini hanya mengganggu masjid-masjid yang lain maka sesungguhnya hadits yang telah kami isyaratkan tadi yang diriwayatkan oleh Malik dalam Al-Muwaththa’ dan dinilai shahih oleh Ibnu Abdil Barr, tepat untuk diterapkan pada keadaan semacam ini. Yaitu sabda Nabi shallallahu alaihi was sallam:
??? ???????? ?????????? ????? ?????? ???? ??????????.

“Janganlah sebagian kalian mengeraskan Al-Qur’an terhadap sebagian yang lain.”

????Atau dalam riwayat lain jangan mengeraskan bacaannya.

?Kemudian sesungguhnya mengeraskan suara di atas menara bisa menyebabkan kemalasan dan sikap menunda-nunda, karena orang-orang yang di rumah yang mendengarnya terkadang salah seorang dari mereka ada yang mengatakan dalam hati: “Shalat masih berlangsung, saya masih bisa mendapatkan rakaat terakhir.” Jika perkaranya seperti itu maka terkadang dia bisa saja tidak mendapatkan shalat berjama’ah. Karena ketika dia mendengar suara imam, engkau jumpai dia meremehkan dan jiwanya mengajak kepada kemalasan. Adapun jika dia tidak mendengar suara imam, maka semuanya masih bisa mendengar adzan, sehingga seseorang akan segera bersiap-siap menuju shalat.

?Jadi menurut saya dalam masalah ini shalat jangan dikeraskan dengan pengeras suara di atas menara, hal ini berdasarkan hadits yang telah saya sebutkan dan juga karena sebab-sebab lain yang menuntut untuk tidak mengeraskan shalat di atas menara.

?Adapun iqamah shalat dengan pengeras suara di atas menara maka saya berharap hal ini tidak mengapa, walaupun sebagian orang ada yang membantah dengan dalih bahwa mengeraskan iqamah di atas menara juga akan menyebabkan kemalasan, karena jika seseorang mendengar adzan maka dia akan menunggu dan mengatakan: “Saya tunggu sampai iqamah.”

?Hanya saja menurut saya hal itu tidak mengapa, karena dalam sebuah hadits shahih dari shallallahu alaihi was sallam beliau bersabda:

????? ?????????? ???????????? ?????????? ????? ?????????? ???????????? ??????????????? ??????????? ????? ???????????.

“Jika kalian mendengar iqamah maka berjalanlah menuju shalat dalam keadaan tenang dan jangan terburu-buru.” [4]

????Ini merupakan dalil yang menunjukkan bahwa iqamah pada masa Nabi shallallahu alaihi was sallam terdengar dari luar masjid. Jika ada yang mengatakan: “Terkadang jama’ah banyak, sementara masjidnya luas dan suara imam lemah, sehingga tidak terdengar oleh sebagian ma’mum.” Maka kita katakan bahwa bisa dengan menggunakan pengeras suara di dalam masjid saja, jadi tidak perlu dengan yang ada di menara, karena tujuannya bisa tercapai.

????Catatan kaki:

[1] Hadits Ubadah bin Ash-Shamit yang diriwayatkan oleh Al-Bukhary no. 756 dan Muslim no. 394, dan ini adalah lafazh Muslim. (pent)

[2] Abu Qatadah Al-Harits bin Rib’iy radhiyallahu anhu menceritakan:

????? ?????????? ?????? ????? ???????? ????????? ????? ???????? ???? ????????? ???? ?????????????? ??????? ????????? ?????????????? ?????? ??????????????? ?????????????? ??????? ????????? ????????????? ???????? ??????????? ???? ??????????? ????????? ??? ??? ????????? ???? ??????????? ????????????? ????????? ???? ???????? ????????? ???? ?????????.

“Nabi shallallahu alaihi was sallam pernah membaca Ummul Kitab (Al-Fatihah) dan dua surat pada shalat Zhuhur di dua rakaat pertama, dan pada dua rakaat yang terakhir beliau membaca Ummul Kitab dan mengeraskan bacaannya hingga kami mendengarnya. Beliau memanjangkan bacaan pada rakaat pertama dan tidak memanjangkannya pada rakaat kedua. Demikian juga pada shalat Ashar dan juga pada shalat Shubuh.”
(HR. Al-Bukhary no. 776 –pent)

[3] Lihat: Silsilah Ash-Shahihah no. 1603. (pent)

[4] HR. Al-Bukhary no. 636 dan Muslim no. 602 dan ini adalah lafazh Al-Bukhary. (pent)

????Sumber artikel:
Fataawa Nuurun Alad Darb, Program Maktabah Asy-Syaamilah, VIII/2

? Alih Bahasa: Abu Almass

?Sumber: http://forumsalafy.net/?p=6941
????????????????????????????????????????????????
[1:19pm, 9/30/2014] ?+62 856-5283-077?: ??????????
MENGHORMATI & MEMULIAKAN ULAMA
?… Syaikhuna Abul ‘abbas Yasin al ‘adeny hafidzohullohu ta’ala.
Beliau bercerita; pd dars .. ‘aqidatus salaf wa ashabul hadits.. beberapa hari yg lalu : bahwa dahulu ada seorg yg dtg kpd Syaikh Robi’ bin hadi al madkholy .. hafidzohullohu ta’la..dgn membawa di tangannya kitab {Dzammul mas alah} karya Syaikh Muqbil bin hadi al wadi’i rohimahulloh… maka syaikh Robi’ pun menangis melihat org tersebut sambil menyatakan.. lihatlah penulis kitab ini ya’ni: (syaikh Muqbil-pen) : beliau menulis kitab ini padahal beliau adalah seorg yg faqir lagi membutuhkan harta… namun karna ‘iffah dan qona’ah beliau terhadap apa yg Allah berikan, sehingga beliaupun tdk mau meminta-minta dihadapan manusia.. subhanallah..!!
– kemudian syaikhuna yasin al ‘adeny pun membimbing kita utk tdk meminta-minta dari pada apa yg ada ditangan manusia berupa harta.. sama saja apakah meminta dgn ucapan, perbuatan, maupun isyarat..dan juga beliau mengarahkan kpd kita utk memiliki sifat ‘iffah & qona’ah terhadap apa yg Allah karuniakan kpd kita sekalian..
Coba perhatikanlah wahai para pembaca… seandainya diri kita sedang butuh, mungkin kita akan mengeluh atau bahkan meminta kpd seorg yg memiliki harta.. meski terkadang dgn bahasa isyarat.. wallohul musta’an..
Namun lihatlah sikap dari para ‘ulama kita… mereka selalu menunjuki kpd kita hal-hal yg lebih utama ya’ni
(‘iffah & qona’ah ) dari apa yg Allah karuniakan kpd kita..
Sungguh benarlah apa yg disabdakan oleh nabi kita yg mulia muhammad sollallohu ‘alaihi wa sallam: bahwa para ‘ulama adalah pewaris para nabi, merekalah yg mengemban da’wah yg mulia ini setelah para nabi ‘alahimus salam wafat..
-bahkan sebagian mereka tdk istirahat/tidur dimalam hari..krn memikirkan umat islam..
Sehingga sangatlah bodoh org yg tdk menghormati & menghargai para ‘ulama.. atau mungkin malah mencela / menuduh mereka dgn hal-hal yg tidak pantas utk disandarkan kpd mereka.. la haula wa la quwata illa billah..
Dan diantara para ‘ulama yg hidup di abad kita ini adalah:
? -Al’allamah Asy Syaikh Robi’ bin hadi al madkholy..
? -Syaikh Muhammad bin hadi al madkholy.
? -Syaikh Sholeh bin ‘abdillah al fauzan..
? -Syaikh Muhammad bin ‘abdul wahhab al wushoby..
? -Syaikh ‘Abdul ‘aziz bin yahya al buro’i..
? -Syaikhuna ‘Abdurrohman al ‘adeny..dll..yg tdk mungkin saya tulis satu-persatu..akan nama-nama mereka.. Hafidzohumullohu ta’ala..
-itulah diantara sederet nama para ‘ulama yg patut utk kita hormati & kita muliakan…
-dan diantara bentuk menghormati mereka adalah:
1. Mengembalikan urusan umat islam kpd mereka..dgn cara bertanya kpdnya(‘ulama)..terutama pd urusan-urusan yg bersifat kontemporer..(terkini).
2. Menghargai akan fatwa-fatwa mereka & tdk mempertentangkan satu dgn yg lainnya.. wallohu a’lam bish showab..
-Abul Yaman Akbar-
? Daar el hadeeth-fuyusy-yemen-
?..’afallohu ‘anni wa ‘ankum..baarokallohu fiinaa..aamiin..
? TIS (Thalab Ilmu Syar’i)
[1:19pm, 9/30/2014] ?+62 856-5283-077?: —————————
??????????????
????? SILSILAH Tauhid Ibadah
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
13 – Fitnah (godaan) Syaithan terhadap sebagian manusia adalah dengan pohon-pohon (yang diyakini keramat, pen). Sehingga mereka menyembahnya di samping beribadah kepada Allah.
????? Sebagaimana Syaithan memfitnah musyrikin Quraisy dengan pohon ‘Uzza, mereka pun menyembahnya.
????? ? Syaithan juga memfitnah mereka dengan pohon Dzatu Anwath, sehingga mereka pun ngalap barokah kepadanya.
Sebagaimana firman Allah:
??????? ????? ? ?????
Artinya: “Bagaimanakah menurut kalian tentang Latta dan ‘Uzza”.
—————————-
? asy-Syaikh ‘Ali bin Yahya al-Haddadi hafizhahullah
????? WhatsApp Miratsul Anbiya Indonesia
??????
——————-
[1:19pm, 9/30/2014] ?+62 856-5283-077?: ?? USAHA, DOA, SEBAB DAN TAKDIR
?????-Ditulis oleh: Al-Ustadz Mukhtar Ibnu Rifai
Usaha, Bagian dari Takdir
Usaha adalah bagian dari takdir. Tidak ada kontradiksi antara usaha dan takdir. Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di rahimahullah berkata, “Jika pengejar akhirat mengetahui bahwa akhirat tidak akan digapai melainkan dengan keimanan, amal saleh, dan meninggalkan lawannya (amal buruk), ia akan bersemangat dan bersungguh-sungguh merealisasikan keimanan dan memperbanyak wujud-wujud keimanan yang terperinci. Ia akan bersungguh-sungguh melakukan amalan saleh yang akan mengantarkan dirinya menuju akhirat. Sisi yang lain, ia akan meninggalkan kekufuran dan kemaksiatan. Ia akan segera bertaubat jika terjatuh dalam dosa.
Jika pemilik ladang mengetahui bahwa hasil kerjanya tidak akan berhasil melainkan dengan menanam dan mengairinya disertai dengan pengawasan ketat, ia akan bersemangat dan bersungguh-sungguh melakukan segala cara untuk menumbuhkan tanamannya, memaksimalkannya, dan mencegah hama penyakit.
Jika pelaku produksi mengetahui bahwa hasil-hasil produksi, dengan berbagai ragam jenis dan manfaatnya, tidak akan berhasil didapatnya melainkan dengan mempelajari disiplin ilmu produksi dan menguasainya, lalu mempraktikkannya, ia akan berusaha dan bersungguh-sungguh.
Barang siapa mengharapkan keturunan atau membiakkan hewan ternaknya, tentu ia akan bekerja dan berusaha. Demikianlah pada seluruh urusan.” (ar-Riyadh an-Nadhirah, as-Sa’di, hlm. 125—126)
? Baca selengkapnya di:
http://forumsalafy.net/?p=6805
?????????
[1:19pm, 9/30/2014] ?+62 856-5283-077?: ????????????????????????
?Bismillah
??????? ??? : ????
Aqidah secara luqhoh di Ambil dari
???? ????? ????
Adalah : Mengikat sesuatu, dan saya mengikat sesuatu tersebut : Saya mengikat atasnya hati dan hati nurani.
???? Dan Aqidah : Apa yang beragama dengan nya manusia.
Dikatakan : dia memiliki aqidah yang baik yaitu : selamat adari keraguan, dan Aqidah : Amalan hati , dan dia keimanan hati terhadap sesuatu tersebut, dan pembenaran hati terhadap sesuatu tersebut .
? ??????? ????
Dan aqidah secara syar’i :
Adalah : Beriman kepada Allah , dan malaikat malaikat nya , dan kitab-kitab nya , dan rasul rasul nya , dan hari akhirat dan beriman kepada takdir baik dan takdir buruk , dan ini di namakan (( rukun iman )). (1)
???? Dan Aqidah at taufiqiyah
???? Maka tidak tetap aqidah tersebut kecuali dengan dalil dari syaariat, dan bahwasanya pada aqidah tidak ada pendapat dan ijtihad, dan yang ada sesungguhnya Sumber pengambilan Aqidah dari Al Qur’an dan As Sunnah; (2)
???? Dalam surat al ashr ayat ke 3 sangat jelas bawa pertama kali di pelajari adalah Aqidah .
? Dari surat al ashr ayat 1- 3 terhadap tingkatan orang-orang yang selamat dari kerugian atas 4 masaail :
(?????? ??????? ???????????? ?????????)
? (???????????) [Surat Al-Asr : 1]
(????? ???????????? ????? ??????) [Surat Al-Asr : 2]
(?????? ????????? ??????? ?????????? ????????????? ???????????? ?????????? ???????????? ???????????) [Surat Al-Asr : 3]
? Al Iman yaitu : Aqidah yang shohih (benar).
? Al Amalan as sholeh dan perkataan sholeh …dan Amalan sholeh dan perkataan sholeh termaksud di dalam keimanan .
? Berda’wah kepada Allah ta’ala, dan mengajak kepada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran .
? Bersabar terhadap berbagai rintangan yang di hadapi berupa keletian dan kesulitan .
? Dan tidak ada keselamatan bagi seorang muslim kecuali dia merealisasikan 4 masaail ini. (3)
? Sehingga keselamatan pertama adalah Aqidah shohihah yang di sesuai dengan dalil dari Al Qur’an dan As Sunnah dan paham para salafus sholeh .
???? Maka Perlunya dan pentingnya mempelajari Aqidah .
???? Maka Siapa saja yang menginginkan keselamatan dirinya , dan menginginkan di terima amalannya, dan menginginkan menjadi seseorang muslim yang sesungguhnya ;
Maka wajib atasnya mementingkan Aqidah ; dengan mengetahui aqidah yang shohihah dan lawannya dan pembatal pembatal aqidah tersebut , sampai di bangun amalan tersebut diatas aqidah shohihah .
? Dan demikian itu tidak di dapatkan kecuali dengan belajar kepada ahlul ilmi dan ahlul bashiroh yang sumber pengambilan nya dari salaf umat ini .
? Allah ta’ala berfirman :
(????????? ??????? ??? ??????? ?????? ??????? ????????????? ?????????? ????????????????? ???????????????? ? ????????? ???????? ??????????????? ?????????????)
[Surat Muhammad : 19]
{Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, tuhan) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal.}
????Dan imam Bukhari rahimahullah pada kitab Shahih nya Bab berilmu dulu sebelum berucap dan beramal , berdalil dengan ayat diatas ?( Belajarlah , bahwasanya tidak ada sesembahan (haq disembah) kecuali Allah… ) .
???? Begitu banyak manusia yang bodoh terhadap aqidah karena mereka tidak mementingkan Aqidah tersebut sehingga diapun sesat dan menyesatkan ,
Oleh karena itu kami mengajak saudaraku sekali untuk mempelajari aqidah ahlul sunnah wal Jama’ah sehingga diri kita selamat dunia dan di akhirat serta.termaksud kelompok yang selamat dan kelompok yang di tolong yaitu ahlul hadist, salafiyyun yang berjalan diatas jalannya nabi shalallahu a’laihi wa salam serta para sahabatnya . ?Barokallahu fiikum
? Bersambung
???? SUMBER :
???? WA DURUS ARKANUL ISLAM
????????Madinah 5 dzulhijjah 1435 H
? Abu ummi sulaim muhammad arsyad hafizhahullah
[1:19pm, 9/30/2014] ?+62 856-5283-077?: ?????????????????????????
?Seringan Itukah Engkau Menceraiku?
Ada seseorang suami yang mempunyai empat orang istri, namun sang suami ini mempunyai akhlak yang buruk. Suatu hari dia masuk ketempat mereka yang sedang berkumpul disana, ternyata mereka sedang bertengkar, maka dia berkata: “Sampai kapan pertengkaran ini terjadi” menurutku semua ini sebabnya adalah kamu (dia menunjuk salah satu istrinya)”, ‘pergilah kamu dengan terthalaq (tercerai)’ istri yang kedua berkata : “Kamu terburu-buru menceraikannya, kenapa tidak kamu didik dulu dengan cara yang lain niscaya ia akan menjadi lebih baik”. Maka sang suami berkata : “Kamu juga tertalaq (tercerai).” Istri ketiga berkata : “Semoga Allah memburukkan mu, keduanya selama ini telah berbuat baik kepadamu”. Dia berkata : “Kamu juga wahai penghitung kebaikkan mereka berdua, tertalak (tercerai)”. Istri keempat berkata: “ Kamu tidak puas selain menididik para istrimu dengan cara mentalak.” Dia berkata : “kamu juga tertalak.”
Berita itu terdengar oleh seorang wanita tetangganya, maka ia datang menemui laki-laki tersebut dan berkata: “Demi Allah, bangsa Arab tidak pernah menyaksikan kelemahanmu dan kaummu selain setelah mereka menguji kalian sehingga mereka mendapati kelemahan itu pada kalian. Kok kamu tega-teganya menceraikan semua istrimu dalam satu waktu yang sama?”. Lelaki tersebut berkata : “Dan kamu wahai yang berbicara dalam bukan urusanmu, juga tertalak (tercerai) jika suami mu menyerahkan hak talakmu kepadaku, maka suaminya berkata”saya telah menyerahkannya padamu”
“Luar biasa” ada seorang suami dalam satu hari menceraikan lima orang istri, empat istrinya dan satu istri orang. Dan pada sebagian suami ucapan thalaq sangat mudah keluar dari lisannya. Sungguh hal ini adalah sebuah realita yang menyedihkan, sehingga banyak rumah tangga yang hancur, wanita-wanita menjadi janda dan anak-anak mengalami trauma.
Diantara sebabnya adalah sebagian suami tidak bisa menahan emosi dan amarahnya ketika marah. Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah berpesan kepada seseorang yang meminta nasihat kepada beliau, lalu Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
“Janganlah engkau marah, maka beliau mengulang-ngulangi perkataan tersebut, beliau berkata “janganlah engkau marah.” (HR. Bukhari)
Begitu juga Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda :
??????? ???????? ????????? ? ???????????.
“… Jika engkau sedang marah maka diamlah. (Diucapkan dua kali)” (HR. Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad : 1320, dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani)
Tidak bisa menahan marah dan emosi adalah perkara yang sangat berbahaya karena hal ini menjadi sebab pertengkaran dengan orang-orang yang dicintai atau bahkan saudara dan kerabat, menjadi sebab perceraian antara suami istri dan dampak buruk lainnya. Sebaliknya sesesorang yang dapat menahan emosi dan amarahnya akan membawa kebaikan untuk dirinya didunia dan diakhirat. Allah memuji orang-orang yang dapat menahan marahnya.
“(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” ( Al-Imran :134)
Begitu juga Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam menyebutkan dalam sebuah hadits tentang agar seseorang menahan marahnya
“Bukanlah orang yang kuat dengan kekuatan dalam bergulat, namun orang yang kuat adalah yang dapat mengendalikan dirinya ketika marah.” (HR. Mutafaqun Alaih)
Orang yang tidak dapat menahan marah dan luapan emosinya maka kesudahannya adalah penyesalan. Berapa banyak rumah tangga hancur hanya gara-gara sang suami meluapkan emosi dan amarahnya sesaat yang berujung pada keluarnya kalimat cerai dari sang suami kepada istrinya, namun setelah mereda amarah dan emosinya penyesalan yang dia rasakan.
Maka bagi seorang muslim atau seorang suami terkhusus untuk dapat menahan marah dan luapan emosinya, diantaranya dengan beberapa perkara dibawah ini:
Peama : Mengingat Allah disetiap tempat khususnya ketika sedang marah
Allah Ta’aala berfirman :
????? ????????? ????????? ????? ????????? ??????? ???? ???????????? ??????????? ??????? ???? ???????????
“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, Maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya.” (Qs. Al-A’raaf : 201)
Kedua : Mengingat dan mengikuti nasehat Nabi untuk seseorang menahan marahnya.
Dimana beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
“Janganlah engkau marah, maka beliau mengulang-ngulangi perkataan tersebut, beliau berkata “janganlah engkau marah.” (HR. Bukhari)
Keiga : Mengingat pahala Allah bagi orang yang menahan amarahnya
Allah Subhaanahu wata’ala berfirman:
???? ????????? ???????? ??????????? ?????????? ???? ?????????????
“Jadilah Engkau Pema’af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.” (Al-A’raaf :199)
Allah Subhaanahu wata’ala berfirman
???????? ?????? ???????? ????? ?????? ?????? ?????? ?????????
“Tetapi orang yang bersabar dan mema’afkan, Sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu Termasuk hal-hal yang diutamakan.” ( As-Syuuraa’ : 43)
Keempat : Berlindung kepada Allah dari godaan syaithan ketika marah
Allah Subhaanahu wata’ala berfirman
???????? ???????????? ???? ???????????? ?????? ??????????? ??????? ??????? ??????? ???????
“dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan Maka berlindunglah kepada Allah.” (Qs. Al-A’raaf : 200)
Kelima : Berwudhu
Berwudhu ketika sedang marah dan emosi diantara obat untuk meredam marah.
Keenam : Berusaha untuk diam, menjaga lisan dan tidak berbicara ketika emosi sedang memuncak. Dikarenakan penyesalan yang akan di dapatkan jika ia tidak menjaga lisannya ketika marah
Ketujuh : Menyadari akibat buruk yang ia akan dapatkan kalau dia tidak bisa menahan rasa marahnya. Kalau dia sampai menceraikan istrinya maka banyak akibat buruk yang ia dapatkan bahkan anak-anaknya dapatkan, yang akhirnya berakhir pada sebuah penyesalan.
Itu diantara perkara-perkara yang dapat meredam amarah seseorang suami ketika sedang naik amarah dan emosinya. Semoga Allah melindungi para suami dari tipu daya syaithan.
(Abdullah al Jakarty)
????Grup PSSI (Perkumpulan Suami Sayang Istri)
?????????????????????????
[1:19pm, 9/30/2014] ?+62 856-5283-077?: ???TERIMA AL-HAK WALAUPUN DARI ORANG KAFIR

?????-Asy-Syaikh al-‘Allamah Rabi’ bin Hadi al-Madkhali hafizhahullahu Ta’ala berkata,

?“… Seorang insan, seluruh hidupnya dari buaian hingga liang lahat untuk mencari ilmu.
????Bukanlah perkara yang tercela jika ia mengambil al-hak (kebenaran) dari orang yang lebih kecil ataupun yang lebih tua.

?Al-Hak tidak boleh ditolak baik datang dari seorang muslim ataupun orang kafir.

?Jiwanya senantiasa mencari al-hak, jika memang dilandasi oleh dalil al-Quran maupun Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alihi wa’ala alihi wasallam. Alhamdulillah.

?Jika al-hak tidak ada padanya sementara dia dapatkan pada orang lain, ia pun menerimanya.”

?????[Marhaban Ya Thalibal Ilmi hal. 247]

??? ????? ????? ??????? ???? ??????? ???? ????:

…??????? ????? ???? ?? ??? ????? ?? ????? ??? ?????

?? ???? ?? ???? ???? ?? ?????? ?? ??????

??? ??? ???? ???? ?? ???? ?? ????

???? ????? ???? ?? ??? ??? ???? ?? ???? ???? ???? ????? ??? ???? ???? ???? ?????? ???

??? ?? ??? ??? ????? ??? ???? ????

[ ????? ?? ???? ????? ? : 247 ]
?-Faidah dari Ustadz Abu Bakar Jombang -Daarul Hadits Fiyus Yaman-
?WhatsApp Salafy Indonesia?
?????????
[1:19pm, 9/30/2014] ?+62 856-5283-077?: ?????KESALAHAN-KESALAHAN YANG BANYAK TERSEBAR DI UMAT ISLAM
? Asy-Syaikh Shalih bin Abdul Aziz Alus Syaikh [Menteri Urusan Agama Kerajaan Arab Saudi]
? KESALAHAN-KESALAHAN DALAM AKIDAH DAN TAUHID
???? PERTAMA: Kesyirikan Yang Mengeluarkan Dari Islam
?. Istighatsah kepada orang-orang yang telah mati, berdoa kepada mereka, meminta pertolongan kepada mereka, mendekatkan diri (taqarrub) kepada mereka dengan berbagai bentuk ibadah apa saja. Ini semua merupakan syirik besar yang mengeluarkan pelakunya dari Islam. Allah Ta’ala berfirman:
???????? ???????? ?????????? ????????????.
“Hanya kepada-Mu kami beribadah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan.” (QS. Al-Fatihah: 5)
?Pendahuluan obyek dalam ayat ini pada yaitu pada lafazh (????????) menunjukkan makna pengkhususan, dan ini makna yang ditunjukkan oleh kalimat tauhid (?? ????? ?????? ?????). Termasuk jenis ibadah adalah doa, bahkan dia merupakan ibadah sebagaimana riwayat yang shahih di dalam kitab As-Sunan dari hadits An-Nu’man bin Basyir radhiyallahu anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi was sallam bersabda:
?????????? ???? ????????????.
“Doa adalah ibadah.” (Lihat: Shahih Sunan Abu Dawud V/219, no. 1329 –pent)
???? Maka memalingkan ibadah kepada selain Allah merupakan kesyirikan dan kekafiran. Allah Ta’ala berfirman:
?????? ?????? ???? ????? ??????? ????? ??? ????????? ???? ???? ?????????? ????????? ?????? ??????? ??????? ??? ???????? ??????????????.
“Dan siapa saja yang berdoa kepada sesembahan yang lain di samping kepada Allah yang itu adalah perbuatan yang tidak ada keterangannya, maka sesungguhnya hisabnya ada di sisi Rabbnya, sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tidak akan beruntung.”(QS. Al-Mu’minun: 117)
????Kata (????) di dalam Bahasa Arab termasuk konteks yang menunjukkan umum yang mencakup semua yang berkaitan dengannya. Maka jelaslah bahwa siapa saja yang berdoa kepada Allah namun juga berdoa kepada sesuatu yang lain apapun bentuknya, maka dia termasuk orang-orang kafir.
???? Allah Ta’ala juga berfirman:
??????? ???????????? ??????? ????? ????????? ???? ????? ???????.
“Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah milik Allah, maka janganlah kalian berdoa kepada siapapun di samping kepada Allah.” (QS. Al-Jinn: 18)
???? Allah juga berfirman:
??????? ??????????? ??? ?????? ????????????? ?????????? ????? ?????? ??????????? ??????? ???? ???????? ??????? ?????? ??????? ????? ???????? ?????????? ??????????? ???????? ????? ??????????????? ???? ?????????.
“Dan Al-Masih (Isa bin Maryam) berkata: “Wahai Bani Israil, sembahlah Allah Rabbku dan Rabb kalian, sesungguhnya siapa saja yang menyekutukan Allah maka Allah mengharamkan syurga untuknya dan tempat kembalinya nanti adalah neraka, dan sesungguhnya orang-orang yang zhalim itu tidak mendapatkan penolong.” (QS. Al-Maidah: 72)
?Termasuk doa adalah berbagai jenis permintaan, seperti permintaan pertolongan yang dikenal dengan istighatsah, meminta bantuan, dan yang semisalnya.
???? Bersambung In Syaa Allah…
????Sumber artikel: Al-Minzhaar Fii Bayaani Katsiirin Minal Akhtha’ Asy-Syai’ah
? Alih Bahasa: Abu Almass
???? Sumber:
http://forumsalafy.net/?p=6949
????????????????????????????????????????????
[1:19pm, 9/30/2014] ?+62 856-5283-077?: ????????????????????????
?Bismillah
Revisi?
??????? ??? : ????
Aqidah secara luqhoh di Ambil dari
???? ????? ????
Adalah : Mengikat sesuatu, dan saya mengikat sesuatu tersebut : Saya mengikat atasnya hati dan hati nurani.
???? Dan Aqidah : Apa yang beragama dengan nya manusia.
Dikatakan : dia memiliki aqidah yang baik yaitu : selamat adari keraguan, dan Aqidah : Amalan hati , dan dia keimanan hati terhadap sesuatu tersebut, dan pembenaran hati terhadap sesuatu tersebut .
? ??????? ????
Dan aqidah secara syar’i :
Adalah : Beriman kepada Allah , dan malaikat malaikat nya , dan kitab-kitab nya , dan rasul rasul nya , dan hari akhirat dan beriman kepada takdir baik dan takdir buruk , dan ini di namakan (( rukun iman )). (1)
???? Dan Aqidah at taufiqiyah
???? Maka tidak tetap aqidah tersebut kecuali dengan dalil dari syaariat, dan bahwasanya pada aqidah tidak ada pendapat dan ijtihad, dan yang ada sesungguhnya Sumber pengambilan Aqidah dari Al Qur’an dan As Sunnah; (2)
???? Dalam surat al ashr ayat ke 3 sangat jelas bawa pertama kali di pelajari adalah Aqidah .
? Dari surat al ashr ayat 1- 3 terhadap tingkatan orang-orang yang selamat dari kerugian atas 4 masaail :
(?????? ??????? ???????????? ?????????)
? (???????????) [Surat Al-Asr : 1]
(????? ???????????? ????? ??????) [Surat Al-Asr : 2]
(?????? ????????? ??????? ?????????? ????????????? ???????????? ?????????? ???????????? ???????????)y [Surat Al-Asr : 3]
? Al Iman yaitu : Aqidah yang shohih (benar).
? Al Amalan as sholeh dan perkataan sholeh …dan Amalan sholeh dan perkataan sholeh termaksud di dalam keimanan .
? Berda’wah kepada Allah ta’ala, dan mengajak kepada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran .
? Bersabar terhadap berbagai rintangan yang di hadapi berupa keletian dan kesulitan .
? Dan tidak ada keselamatan bagi seorang muslim kecuali dia merealisasikan 4 masaail ini. (3)
? Sehingga keselamatan pertama adalah Aqidah shohihah yang di sesuai dengan dalil dari Al Qur’an dan As Sunnah dan paham para salafus sholeh .
???? Maka Perlunya dan pentingnya mempelajari Aqidah .
???? Maka Siapa saja yang menginginkan keselamatan dirinya , dan menginginkan di terima amalannya, dan menginginkan menjadi seseorang muslim yang sesungguhnya ;
Maka wajib atasnya mementingkan Aqidah ; dengan mengetahui aqidah yang shohihah dan lawannya dan pembatal pembatal aqidah tersebut , sampai di bangun amalan tersebut diatas aqidah shohihah .
? Dan demikian itu tidak di dapatkan kecuali dengan belajar kepada ahlul ilmi dan ahlul bashiroh yang sumber pengambilan nya dari salaf umat ini .
? Allah ta’ala berfirman :
(????????? ??????? ??? ??????? ?????? ??????? ????????????? ?????????? ????????????????? ???????????????? ? ????????? ???????? ??????????????? ?????????????)
[Surat Muhammad : 19]
{Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, tuhan) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal.}
????Dan imam Bukhari rahimahullah pada kitab Shahih nya Bab berilmu dulu sebelum berucap dan beramal , berdalil dengan ayat diatas ?( Belajarlah , bahwasanya tidak ada sesembahan (haq disembah) kecuali Allah… ) .
???? Begitu banyak manusia yang bodoh terhadap aqidah karena mereka tidak mementingkan Aqidah tersebut sehingga diapun sesat dan menyesatkan ,
Oleh karena itu kami mengajak saudaraku sekali untuk mempelajari aqidah ahlul sunnah wal Jama’ah sehingga diri kita selamat dunia dan di akhirat serta.termaksud kelompok yang selamat dan kelompok yang di tolong yaitu ahlul hadist, salafiyyun yang berjalan diatas jalannya nabi shalallahu a’laihi wa salam serta para sahabatnya . ?Barokallahu fiikum
——————————–
(1)- kitab aqidah tauhid hal : 9 Asy-Syaikh sholeh al fauzan hafizhahullah .
(2)- Kitab aqidah tauhid hal : 11 Asy-Syaikh sholeh al fauzan hafizhahullah .
(3)- kitab Al muntaqo hal : 24 Asy-Syaikh sholeh al fauzan hafizhahullah .
? Bersambung
???? SUMBER :
???? WA DURUS ARKANUL ISLAM
????????Madinah 5 dzulhijjah 1435 H
? Abu Ummi Sulaim Muhamnad Arsyad Hafizhahullah
[1:19pm, 9/30/2014] ?+62 856-5283-077?: ~~~~~~~~~~~~
???? ??Bolehkah puasa pada hari SABTU secara tersendiri, karena BERTEPATAN dengan hari ‘Arafah?
1.) Fatwa Al-Lajnah Ad-Da’imah:
????? Pertanyaan:
Orang-orang di daerah saya berselisih terkait puasa hari ‘Arafah pada tahun ini yang BERTEPATAN dengan hari SABTU. Sebagian mereka berkata: “Sesungguhnya hari ini adalah hari ‘Arafah, dan kita berpuasa karena hari ini adalah hari ‘Arafah bukan karena hari ini adalah hari sabtu yang mana kita dilarang puasa padanya.” Dan sebagian yang lain memilih untuk tidak berpuasa karena bertepatan dengan hari sabtu yang mana kita dilarang untuk berpuasa padanya sebagai bentuk menyelisihi kaum yahudi.
Adapun saya sendiri tidak berpuasa pada hari ini, saya merasa bingung, saya tidak mengetahui bagaimana hukum syar’i berpuasa pada hari ini. Saya sudah berusaha mencarinya di beberapa kitab yang berisi hukum-hukum syar’i, akan tetapi saya tidak menemukan hukum yang pasti tentangnya. Maka saya memohon kepada anda untuk memberikan penjelasan tentang hal ini, dan mengirimkan kepada saya jawabannya secara tertulis.
Semoga Allah memberikan kepada Anda balasan atas amalan Anda ini, dan atas apa yang Anda berikan kepada kaum muslimin berupa ilmu yang bermanfaat bagi mereka di dunia dan akhirat.
????? Jawaban:
? BOLEH bagi kita untuk berpuasa hari ‘Arafah secara tersendiri, baik BERTEPATAN dengan hari SABTU maupun hari-hari yang lain, karena tidak ada beda di antara hari-hari tersebut.
? Puasa hari ‘Arafah adalah amalan sunnah yang berdiri sendiri.
? Adapun hadits yang berisi larangan untuk berpuasa pada hari sabtu, maka itu adalah hadits yang LEMAH
?karena ada idhthirab (keguncangan) padanya, dan
? karena hadits tersebut menyelisihi hadits-hadits shahih yang lain.
Wa billah at taufiq, semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad, keluarganya, dan para sahabatnya.
???? Fatwa Al Lajnah Ad Da’imah lil Buhuts Al ‘ Ilmiyyah wal Ifta’ no. 11747 (juz 10 hal. 397).
Ketua : ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz rahimahullah
alih bahasa : Abu Luqman Mojokerto
———————-
????? WhatsApp Miratsul Anbiya Indonesia
???????
~~~~~~~~~~~~~
[1:19pm, 9/30/2014] ?+62 856-5283-077?: HUKUM BERPUASA PADA HARI JUM’AT
Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin -semoga Allah merahmatinya- pernah ditanya,

Apa hukum puasa pada hari Jum’at?

Beliau menjawab,
Puasa hari Jum’at makruh, namun bukan secara mutlak. Puasa hari Jum’at makruh bagi orang yang memaksudkan dan menyendirikan hari tersebut untuk berpuasa berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa’ala alaihi wasallam,

«?? ????? ??? ?????? ?????? ??? ?????? ?????» .

“Janganlah kalian mengkhususkan hari Jumat untuk berpuasa. Jangan pula malamnya untuk qiyam (tahajjud).”

Adapun jika seseorang berpuasa pada hari Jum’at karena bertepatan dengan puasa yang biasa dia kerjakan, yang demikian ini tidak mengapa baginya (tidak berdosa). Demikian juga jika dia berpuasa sehari sebelumnya atau setelahnya, dia tidak berdosa dan tidak pula melakukan perbuatan makruh.

Contoh yang pertama, jika kebiasaan seseorang adalah berpuasa sehari dan berbuka sehari lalu puasanya tersebut berbenturan dengan hari Jum’at, tidak apa-apa baginya untuk berpuasa.

Demikian juga jika kebiasaanya adalah berpuasa hari Arafah, ternyata hari Arafah bertepatan dengan hari Jum’at, tidak mengapa baginya untuk berpuasa pada hari Jum’at dan mencukupkan (dengan berpuasa pada hari Jum’at tanpa berpuasa sehari sebelum atau setelahnya, pen). Hal ini karena dia berpuasa pada hari tersebut bukan karena hari Jum’at tersebut, namun karena itu adalah hari Arafah.

Demikian juga kalau hari Jum’at tersebut bertepatan dengan hari ‘Asyura (sepuluh Muharram) dan dia mencukupkan berpuasa pada hari itu saja, tidak ada dosa baginya. Walaupun yang utama pada hari Asyura adalah berpuasa sehari sebelum atau setelahnya.

Contoh yang kedua adalah berpuasa pada hari Jum’at dan hari Kamis atau Sabtu.

Adapun orang yang berpuasa pada hari Jum’at bukan karena faktor luar (Arafah, Asyura, dan semisalnya, pen) selain hari Jum’at, kita katakan kepadanya, “Jika engkau mau melanjutkan untuk berpuasa pada hari Sabtu, silakan lanjutkan puasamu. Namun jika engkau tidak hendak berpuasa di hari Sabtu sementara engkau tidak berpuasa pada hari Kamis, berbukalah sebagaimana yang diperintahkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa’alaihi wasalam. Wallahul muwaffiq.

[MAJMU’ FATAWA WA RASAIL AL-‘UTSAIMIN: 20/51-52]
~~~~~~~~~~~~
? dikirim oleh : abu bakr jombang
???? WA thullab fyusy & SLN ????
[1:27pm, 9/30/2014] ?+62 856-5283-077?: ???? ? ???? ? ????
????MEMBABAT SYUBHAT & TUDUHAN DUSTA:
?SALAFIYUN KERJANYA HANYA GHIBAH
????Asy-Syaikh Muhammad bin Hady hafizhahullah
????Termasuk yang mereka sebarkan juga adalah ucapan: ?“Mereka (Salafiyun) kerjaannya hanya mengghibahi manusia.”
?????Wahai orang yang mengatakan ucapan ini, kemarilah, dengan sebab apa mereka mengghibahi manusia?! Ghibah ada yang hukumnya mubah atau boleh dan ada ghibah yang haram. Kami telah menjelaskan di masjid ini dan di beberapa majelis serta pada banyak pembicaraan. Ghibah yang dibenarkan oleh syari’at yang boleh dan dikecualikan adalah yang mengandung maslahat. Yaitu yang diisyaratkan oleh para ulama dengan perkataan mereka: ?“Ghibah dibolehkan untuk semua tujuan yang benar sesuai ketentuan syari’at yang tujuan tersebut tidak akan terealisasi kecuali dengannya.” Mereka telah menjelaskannya, dan di hadapan kita ada kitab Riyadhus Shalihin, dan di masjid ini sejak beberapa bulan yang lalu dibacakan kepada orang-orang awam, apalagi para penuntut ilmu tentu lebih mengetahuinya. Di dalam kitab tersebut terdapat bab “Apa-apa yang diperbolehkan dari ghibah.” Ini bantahan pertama.
??Baiklah, jika Ahlus Sunnah mengghibah dengan ghibah yang diperbolehkan, maka apakah celaan kalian (hizbiyun) terhadap mereka apakah bukan merupakan ghibah?! Ucapan kalian tentang mereka dengan kebathilan apakah itu bukan ghibah?! Berbagai majelis yang kalian adakan apakah itu semua bukan ghibah?!
??Bagaimana bisa mengghibah ahli bid’ah dan orang-orang yang suka mengada-adakan kepalsuan dan kebathilan yang menyimpang dari As-Sunnah dan menyelisihi kebenaran dianggap haram dan menganggap kehormatan mereka harus dilindungi?! Padahal syari’at membolehkan hal itu!!
??Jika ada orang yang mampu tetapi dia menunda-nunda pembayaran hutang, ini teranggap sebagai kezhaliman, orang yang mampu yang memiliki harta dan berhutang, namun dia menunda-nunda pelunasannya, maka sikap menunda-nunda pembayaran hutang ini menyebabkan kehormatannya boleh untuk dibicarakan dan dia berhak untuk mendapatkan hukuman.
????[1] Jika seperti ini dalam urusan dinar dan dirham, maka bagaimana dengan agama Allah?! Dalil-dalil dalam masalah ini banyak dan telah diketahui dan bukan di sini pemaparannya, dan saya telah berbicara tentang hal ini di majelis tersendiri.
?????JADI MENURUT MEREKA GHIBAH ADALAH YAITU MENGHIBAHI AHLI BATHIL KARENA DEMI MENJAGA KEHORMATAN AHLI BATHIL. Inilah ghibah menurut mereka. ADAPUN JIKA MEREKA YANG MENGUNYAH KEHORMATAN AHLUS SUNNAH WAL HADITS YAITU SALAFIYUN MAKA INI SEMUA BUKAN GHIBAH, tidak dianggap sebagai ghibah, sangat menyedihkan. Maka teror semacam ini jangan membuat kalian gentar, karena sesungguhnya ini hanya salah satu dari teror-teror mereka!!
??Jika engkau melihat seseorang merasa marah karena membela bid’ah jika disebutkan di sisinya, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya dia bukan termasuk Ahlus Sunnah. Pernah dikatakan kepada Ibnu Ayyasy dan para Salaf semuanya di atas prinsip ini: “Siapakah seorang Ahlus Sunnah itu?” Maka beliau menjawab: “Orang yang sama sekali tidak marah jika bid’ah dibantah di sisinya.”
??Jadi membantah para mubtadi’ yang menyelisihi Ahlus Sunnah yang mereka itu berada di jurang hizbiyah, dan yang semisal dengan mereka adalah para teroris dan orang-orang yang suka melakukan kerusakan secara umum yang bahayanya dikhawatirkan akan menimpa kaum Muslimin, mencela mereka dan memperingatkan manusia dari kejahatan mereka semua ini bukan merupakan ghibah. Bahkan termasuk yang dikecualikan dari ghibah, walaupun bentuknya memang bentuk ghibah, tetapi hukumnya boleh dan mubah.
?????Maka –baarakallahu fiikum– hendaklah kalian TERUS MENTAHDZIR AHLI BID’AH dan teror semacam ini jangan membuat kalian gentar ?
================
????[1] Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu alaihi was sallam:
????? ?????????? ?????? ??????? ???????? ??????????????.
“Penundaan pembayaran hutang yang dilakukan oleh orang yang mampu merupakan kezhaliman yang hal itu menyebabkan halalnya kehormatan dia dan dia berhak diberi hukuman.”
????(Lihat: Shahih Al-Jaami’ Ash-Shaaghir: 5487)
?????
Artikel Dan Audio
?http://tukpencarialhaq.com/2014/09/30/membabat-syubhat-tuduhan-dusta-salafiyun-kerjanya-hanya-ghibah/
???? ? ???? ? ????
Posted By:
?F.I.S Forum Ikhwah Salafiyyin?
????? ??????? ????????
[1:27pm, 9/30/2014] ?+62 856-5283-077?: ?????????
??? Audio Kajian Salafiyah Indonesia Sabtu-Ahad 02-03 Dzulhijjah 1435 H/27-28 September 2014 M
?Slipi
? Al Ustadz Abdurrahman Mubarak hafizhahullah
?Pentingnya Menjaga Lisan
Download disini: http://bit.ly/1qPs42L
————————
?Tanjung Priuk
? Al-Ustadz Abu Hamzah Yusuf hafizhahullah
?Menggelorakan Semangat Thalabul Ilmi & Dakwah Sesi 1
Download disini: http://bit.ly/1mIpzEa
?Menggelorakan Semangat Thalabul Ilmi & Dakwah Sesi 2
Download disini: http://bit.ly/1uXv5BX
————————
?Cileungsi
? Al-Ustadz Abu Hamzah Yusuf hafizhahullah
?Wasiat Berharga Bagi Para Penuntut Ilmu
Download disini: http://bit.ly/1pmSsl3
————————
?Purwokerto
? Al-Ustadz Abu Nasim Mukhtar hafizhahullah
?Pelajaran Kitab Bulughul Marom_Muqoddimah_Pertemuan 1
Download disini: http://bit.ly/YE0Oht
?Pelajaran Kitab Bulughul Marom_Kitabul Buyu’ Pertemuan 1
Download disini: http://bit.ly/1rzwEr1
————————
?Makassar
? Al-Ustadz Muhammad as Sarbini hafizhahullah
?Meraih Keutamaan Bulan Dzulhijjah & Hukum Hukum Seputar Idul Qurban_sesi 1
Download disini: http://bit.ly/1vs0qy6
?Meraih Keutamaan Bulan Dzulhijjah & Hukum Hukum Seputar Idul Qurban_sesi 2
Download disini: http://bit.ly/1DT5RuU
?Meraih Keutamaan Bulan Dzulhijjah & Hukum Hukum Seputar Idul Qurban_sesi 3
Download disini: http://bit.ly/1yxjvUn
————————
?Banjarbaru
? Al-Ustadz ‘Abdul Haq hafizhahullah
?Bekal Ilmiyah Menyambut Dzulhijjah Sesi Ke-1
Download disini: http://bit.ly/1uXvNPC
?Bekal Ilmiyah Menyambut Dzulhijjah Sesi Ke-2
Download disini: http://bit.ly/1orPSKj
?Bekal Ilmiyah Menyambut Dzulhijjah Sesi Ke-3
Download disini: http://bit.ly/1nBOSbW
?Bekal Ilmiyah Menyambut Dzulhijjah Sesi Ke-4
Download disini: http://bit.ly/1yxjBeI
?Bekal Ilmiyah Menyambut Dzulhijjah Sesi Ke-5 (Kajian Ummahat)
Download disini: http://bit.ly/1vqSyhv
————————
?Kendari
? Al-Ustadz Hasan bin Rosyid, Lc hafizhahullah
?Syarah Riyadhus Sholihin bab Mujahadah Hadits ke 17 (Taklim rutin)
Download disini: http://bit.ly/1nBPe2a
?Hukum-hukum Ringkas Seputar Qurban dan Keutamaannya
Download disini: http://bit.ly/1rxqpTf
————————
?Slipi
? Al-Ustadz Muhammad bin Umar As-Sewed hafizhahullah
?Sesi I – Sebagian dari Kaidah-Kaidah dalam Manhaj Salaf
Download disini: http://bit.ly/10gr2rr
?Sesi 2 – Sebagian dari Kaidah-Kaidah dalam Manhaj Salaf
Download disini: http://bit.ly/1uxzf75
?Sesi Tanya-Jawab – Sebagian dari Kaidah-Kaidah dalam Manhaj Salaf
Download disini: http://bit.ly/1vqt0Pz
————————
?Sumpyuh
? Al-Ustadz Abu Nasim Mukhtar hafizhahullah
?Romantika Muda-Mudi Dalam Tholabul Ilmi Sesi 1
Download disini: http://bit.ly/10grLc7
?Romantika Muda-Mudi Dalam Tholabul Ilmi Sesi 2
Download disini: http://bit.ly/1rzyiZw
?Romantika Muda-Mudi Dalam Tholabul Ilmi Sesi Tanya-Jawab
Download disini: http://bit.ly/1uxzkaT
????????Sumber Audio:
http://radiorasyid.com/lectures/audio-kajian-salafiyah-indonesia-sabtu-ahad-02-03-dzulhijjah-1435-h27-28-september-2014-m/
???? WA Salafy Kendari )))))
????????????????????????????????
[1:27pm, 9/30/2014] ?+62 856-5283-077?: ????????????????????????
?Bismillah
??????? ??? : ????
Aqidah secara luqhoh di Ambil dari
???? ????? ????
Adalah : Mengikat sesuatu, dan saya mengikat sesuatu tersebut : Saya mengikat atasnya hati dan hati nurani.
???? Dan Aqidah : Apa yang beragama dengan nya manusia.
Dikatakan : dia memiliki aqidah yang baik yaitu : selamat adari keraguan, dan Aqidah : Amalan hati , dan dia keimanan hati terhadap sesuatu tersebut, dan pembenaran hati terhadap sesuatu tersebut .
? ??????? ????
Dan aqidah secara syar’i :
Adalah : Beriman kepada Allah , dan malaikat malaikat nya , dan kitab-kitab nya , dan rasul rasul nya , dan hari akhirat dan beriman kepada takdir baik dan takdir buruk , dan ini di namakan (( rukun iman )). (1)
???? Dan Aqidah at taufiqiyah
???? Maka tidak tetap aqidah tersebut kecuali dengan dalil dari syaariat, dan bahwasanya pada aqidah tidak ada pendapat dan ijtihad, dan yang ada sesungguhnya Sumber pengambilan Aqidah dari Al Qur’an dan As Sunnah; (2)
???? Dalam surat al ashr ayat ke 3 sangat jelas bawa pertama kali di pelajari adalah Aqidah .
? Dari surat al ashr ayat 1- 3 terhadap tingkatan orang-orang yang selamat dari kerugian atas 4 masaail :
(?????? ??????? ???????????? ?????????)
? (???????????) [Surat Al-Asr : 1]
(????? ???????????? ????? ??????) [Surat Al-Asr : 2]
(?????? ????????? ??????? ?????????? ????????????? ???????????? ?????????? ???????????? ???????????) [Surat Al-Asr : 3]
? Al Iman yaitu : Aqidah yang shohih (benar).
? Al Amalan as sholeh dan perkataan sholeh …dan Amalan sholeh dan perkataan sholeh termaksud di dalam keimanan .
? Berda’wah kepada Allah ta’ala, dan mengajak kepada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran .
? Bersabar terhadap berbagai rintangan yang di hadapi berupa keletian dan kesulitan .
? Dan tidak ada keselamatan bagi seorang muslim kecuali dia merealisasikan 4 masaail ini. (3)
? Sehingga keselamatan pertama adalah Aqidah shohihah yang di sesuai dengan dalil dari Al Qur’an dan As Sunnah dan paham para salafus sholeh .
???? Maka Perlunya dan pentingnya mempelajari Aqidah .
???? Maka Siapa saja yang menginginkan keselamatan dirinya , dan menginginkan di terima amalannya, dan menginginkan menjadi seseorang muslim yang sesungguhnya ;
Maka wajib atasnya mementingkan Aqidah ; dengan mengetahui aqidah yang shohihah dan lawannya dan pembatal pembatal aqidah tersebut , sampai di bangun amalan tersebut diatas aqidah shohihah .
? Dan demikian itu tidak di dapatkan kecuali dengan belajar kepada ahlul ilmi dan ahlul bashiroh yang sumber pengambilan nya dari salaf umat ini .
? Allah ta’ala berfirman :
(????????? ??????? ??? ??????? ?????? ??????? ????????????? ?????????? ????????????????? ???????????????? ? ????????? ???????? ??????????????? ?????????????)
[Surat Muhammad : 19]
{Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, tuhan) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal.}
????Dan imam Bukhari rahimahullah pada kitab Shahih nya Bab berilmu dulu sebelum berucap dan beramal , berdalil dengan ayat diatas ?( Belajarlah , bahwasanya tidak ada sesembahan (haq disembah) kecuali Allah… ) .
???? Begitu banyak manusia yang bodoh terhadap aqidah karena mereka tidak mementingkan Aqidah tersebut sehingga diapun sesat dan menyesatkan ,
Oleh karena itu kami mengajak saudaraku sekali untuk mempelajari aqidah ahlul sunnah wal Jama’ah sehingga diri kita selamat dunia dan di akhirat serta.termaksud kelompok yang selamat dan kelompok yang di tolong yaitu ahlul hadist, salafiyyun yang berjalan diatas jalannya nabi shalallahu a’laihi wa salam serta para sahabatnya . ?Barokallahu fiikum
? Bersambung
???? SUMBER :
???? WA DURUS ARKANUL ISLAM
????????Madinah 5 dzulhijjah 1435 H
? Abu ummi sulaim muhammad arsyad hafizhahullah
[1:27pm, 9/30/2014] ?+62 856-5283-077?: ????????????????????????
?Bismillah
Revisi?
??????? ??? : ????
Aqidah secara luqhoh di Ambil dari
???? ????? ????
Adalah : Mengikat sesuatu, dan saya mengikat sesuatu tersebut : Saya mengikat atasnya hati dan hati nurani.
???? Dan Aqidah : Apa yang beragama dengan nya manusia.
Dikatakan : dia memiliki aqidah yang baik yaitu : selamat adari keraguan, dan Aqidah : Amalan hati , dan dia keimanan hati terhadap sesuatu tersebut, dan pembenaran hati terhadap sesuatu tersebut .
? ??????? ????
Dan aqidah secara syar’i :
Adalah : Beriman kepada Allah , dan malaikat malaikat nya , dan kitab-kitab nya , dan rasul rasul nya , dan hari akhirat dan beriman kepada takdir baik dan takdir buruk , dan ini di namakan (( rukun iman )). (1)
???? Dan Aqidah at taufiqiyah
???? Maka tidak tetap aqidah tersebut kecuali dengan dalil dari syaariat, dan bahwasanya pada aqidah tidak ada pendapat dan ijtihad, dan yang ada sesungguhnya Sumber pengambilan Aqidah dari Al Qur’an dan As Sunnah; (2)
???? Dalam surat al ashr ayat ke 3 sangat jelas bawa pertama kali di pelajari adalah Aqidah .
? Dari surat al ashr ayat 1- 3 terhadap tingkatan orang-orang yang selamat dari kerugian atas 4 masaail :
(?????? ??????? ???????????? ?????????)
? (???????????) [Surat Al-Asr : 1]
(????? ???????????? ????? ??????) [Surat Al-Asr : 2]
(?????? ????????? ??????? ?????????? ????????????? ???????????? ?????????? ???????????? ???????????)y [Surat Al-Asr : 3]
? Al Iman yaitu : Aqidah yang shohih (benar).
? Al Amalan as sholeh dan perkataan sholeh …dan Amalan sholeh dan perkataan sholeh termaksud di dalam keimanan .
? Berda’wah kepada Allah ta’ala, dan mengajak kepada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran .
? Bersabar terhadap berbagai rintangan yang di hadapi berupa keletian dan kesulitan .
? Dan tidak ada keselamatan bagi seorang muslim kecuali dia merealisasikan 4 masaail ini. (3)
? Sehingga keselamatan pertama adalah Aqidah shohihah yang di sesuai dengan dalil dari Al Qur’an dan As Sunnah dan paham para salafus sholeh .
???? Maka Perlunya dan pentingnya mempelajari Aqidah .
???? Maka Siapa saja yang menginginkan keselamatan dirinya , dan menginginkan di terima amalannya, dan menginginkan menjadi seseorang muslim yang sesungguhnya ;
Maka wajib atasnya mementingkan Aqidah ; dengan mengetahui aqidah yang shohihah dan lawannya dan pembatal pembatal aqidah tersebut , sampai di bangun amalan tersebut diatas aqidah shohihah .
? Dan demikian itu tidak di dapatkan kecuali dengan belajar kepada ahlul ilmi dan ahlul bashiroh yang sumber pengambilan nya dari salaf umat ini .
? Allah ta’ala berfirman :
(????????? ??????? ??? ??????? ?????? ??????? ????????????? ?????????? ????????????????? ???????????????? ? ????????? ???????? ??????????????? ?????????????)
[Surat Muhammad : 19]
{Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, tuhan) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal.}
????Dan imam Bukhari rahimahullah pada kitab Shahih nya Bab berilmu dulu sebelum berucap dan beramal , berdalil dengan ayat diatas ?( Belajarlah , bahwasanya tidak ada sesembahan (haq disembah) kecuali Allah… ) .
???? Begitu banyak manusia yang bodoh terhadap aqidah karena mereka tidak mementingkan Aqidah tersebut sehingga diapun sesat dan menyesatkan ,
Oleh karena itu kami mengajak saudaraku sekali untuk mempelajari aqidah ahlul sunnah wal Jama’ah sehingga diri kita selamat dunia dan di akhirat serta.termaksud kelompok yang selamat dan kelompok yang di tolong yaitu ahlul hadist, salafiyyun yang berjalan diatas jalannya nabi shalallahu a’laihi wa salam serta para sahabatnya . ?Barokallahu fiikum
——————————–
(1)- kitab aqidah tauhid hal : 9 Asy-Syaikh sholeh al fauzan hafizhahullah .
(2)- Kitab aqidah tauhid hal : 11 Asy-Syaikh sholeh al fauzan hafizhahullah .
(3)- kitab Al muntaqo hal : 24 Asy-Syaikh sholeh al fauzan hafizhahullah .
? Bersambung
???? SUMBER :
???? WA DURUS ARKANUL ISLAM
????????Madinah 5 dzulhijjah 1435 H
? Abu Ummi Sulaim Muhamnad Arsyad Hafizhahullah