Artikel Islami: Silsilah Perbendaharaan Dzikir dan Do’a, KALBU MENGERAS KARENA JAUH DARI ALLAH

Silsilah Perbendaharaan Dzikir dan Do’a (18)

APA PERBEDAAN ANTARA TAUBAT DAN ISTIGHFAR

KALBU MENGERAS KARENA JAUH DARI ALLAH

Dari Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berdo’a :

Ya Allah perbaikilah untukku agamaku, yang itu merupakan penjaga semua urusanku

Perbaikilah untukku duniaku, yang padanya tempat hidupku

Perbaikilah untukku akhiratku, yang padanya tempat kembaliku

Jadikanlah kehidupan ini merupakan tambahan setiap kebaikan untukku

dan jadikanlah kematian merupakan selesainya aku dari setiap keburukan.”

HR. Muslim 2720

[11:34am, 6/10/2014] ?+62 857-0547-9182:

KALBU MENGERAS KARENA JAUH DARI ALLAH

Al-Ustadz Qomar Suaidi, Lc

| | |

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

“Maka celakalah bagi mereka yang keras qalbunya dari berzikir kepada Allah. Mereka berada dalam kesesatan yang nyata.” (az-Zumar: 22)

Tidaklah Allah subhanahu wa ta’ala memberikan hukuman yang lebih besar kepada seorang hamba selain dari kerasnya kalbu dan jauhnya dari Allah subhanahu wa ta’ala. An-Naar (neraka) diciptakan untuk melunakkan kalbu yang keras. Qalbu yang paling jauh dari Allah subhanahu wa ta’ala adalah kalbu yang keras. Jika kalbu sudah keras, mata pun terasa gersang. Qalbu yang keras ditimbulkan oleh empat hal yang dilakukan melebihi kebutuhan: makan, tidur, bicara, dan pergaulan.
Sebagaimana halnya jasmani jika dalam keadaan sakit tidak akan bermanfaat baginya makanan dan minuman, demikian pula kalbu jika terjangkiti penyakit-penyakit hawa nafsu dan keinginan-keinginan jiwa, maka tidak akan mempan dengan nasihat.

Barang siapa hendak menyucikan kalbunya, ia harus mengutamakan Allah subhanahu wa ta’aladibanding dengan keinginan dan nafsu jiwanya. Sebab, kalbu yang tergantung dengan hawa nafsu akan tertutup dari Allah subhanahu wa ta’ala, sesuai kadar tergantungnya jiwa dengan hawa nafsunya.
Banyak orang menyibukkan kalbu dengan gemerlapnya dunia. Seandainya mereka sibukkan dengan …

Baca selengkapnya di:
http://forumsalafy.net/?p=3583

[3:01pm, 6/10/2014] ?+62 857-0547-9182: BismiLLAH.

http://ar.miraath.net/fatwah/7627

Nasehat Bagi Siapa Saja Yang Berada di Atas Manhaj Assalafy … Asy Syaikh Muhammad Ibn Haady Almadkhaly hafizhahullah

Soal:
Dia menginginkan Nasehat bagi siapa saja yang berada diatas Manhaj Salafy ?

Jawab:
Nasehat itu sangat banyak, dan yang saya menasehati dengannya bagi siapa saja yang mengetahui Manhaj Salafy supaya memuji Allah Jalla wa’alaa

Pertama, barangsiapa yang telah mengetahui kebenaran wajib baginya untuk memuji Allah-Jalla Wa ‘ala
{Dan mereka mengatakan segala puji bagi Allah yang telah memberikan hidayah kepada kami dan kami tidak akan berada diatas petunjuk kalau seandainya Allah tidak memberikan hidayah tersebut kepada kami},
Maka hidayah ini dari Allah – subhaanahu wata’aala – merupakan nikmat yang agung, maka wajib bagimu untuk memuji yang telah menunjukimu.

Yang Kedua:
Wajib bagimu untuk kokoh diatas kebenaran setelah apa yang telah engkau ketahui, dan memohon kepada Allah – Jalla Wa ‘alaa – supaya Dia mengokohkanmu diatasnya.

Yang Ketiga:
Hendaklah engkau mengambil sebab – sebab yang membantumu diatas hal tersebut, dan yang pertamanya adalah: Ilmu yang akan menolongmu diatas hal ini, dan yang keduanya, senantiasa menyertai orang Yang berilmu dan yang memiliki kebaikan serta keshalehan yang berada diatas Jalan yang lurus maka sesungguhnya dengan mereka engkau akan mendapatkan kekokohan – dengan izin Allah – serta akan bertambah faedah dari mereka.

untuk mendengarkan dan mengunduh
http://ar.miraath.net/fatwah/7627

WA Ta’zhim Assunnah riau-Abu Muhammad Muhammad RizQ
[3:01pm, 6/10/2014] ?+62 857-0547-9182: BismiLLAH.

APA PERBEDAAN ANTARA TAUBAT DAN ISTIGHFAR ?

As Syaikh Bin Baz rahimahullah:

”Taubat adalah rasa penyesalan dari sesuatu yang telah berlalu (dari dosa) dan meninggalkannya serta bertekad untuk tidak  kembali melakukannya, inilah yang disebut dengan Taubat..

Adapun Istighfar maka terkadang berbentuk Taubat dan Terkadang hanya sebatas ucapan saja..

Seperti ucapan:
Ya Allah ampunilah aku.. Aku memohon ampun kepada Allah..Maka tidaklah disebut dengan Taubat kecuali jika diiringi dengan rasa penyesalan dan meninggalkan perbuatan Maksiat tersebut serta tekad untuk tidak kembali melakukannya. Maka inilah yang disebut dengan Taubat, dan disebut juga dengan Istighfar…
Dan inilah yang dimaksud dalam firman Allah jalla wa ‘ala:

?“Dan merekalah orang-orang yang jika melakukan perbuatan keji atau menzholimi diri-diri mereka sendiri dengan segera mereka ingat kepada Allah lalu mereka memohon ampunan terhadap perbuatan dosa mereka, dan siapakah yang dapat mengampuni dosa selain Allah?  Kemudian mereka tidak terus menerus/ menetapi apa yang mereka perbuat dalam keadaan mereka sadar mengetahui”
(Ali.Imron:135)

Maksudnya:
Bahwa dia menyesal dan tidak terus menerus melakukannya, dia mengucapkan:
Ya Allah ampunilah aku… Aku memohon ampunan kepada Allah. Bersamaan dengan itu dia menyesal atas perbuatan maksiatnya. Hanya Allah lah yang mengetahui keadaan hatinya, dia benar-benar tidak terus menerus melakukannya bahkan dia bertekad untuk meninggalkannya.
Maka jika dia mengucapkan: … Astaghfirullah.. Allahummaghfirly.. Dia meniatkan taubat, menyesal, dan meninggalkannya serta waspada dan berhati-hati untuk tidak kembali melakukannya, maka Taubatnya adalah taubat yang benar.”

Sumber:
http://www.binbaz.org.sa/mat/10479

WA TAS riau-Tegar Di Atas Sunnah