KEUTAMAAN MENUNTUT ILMU SYAR’I Jalan untuk menuju Allah sangatlah panjang.

KEUTAMAAN MENUNTUT ILMU SYAR’I
Jalan untuk menuju Allah sangatlah panjang.

Asy-Syekh al-Muhaddits Muhammad Nashiruddin al-Bani –rahimahullah– berkata:

Dan kita sekarang berjalan di atasnya bagaikan kura-kura.

Dan tujuan kita bukan untuk sampai di akhirnya, Akan tetapi tujuannya adalah kita mati dalam keadaan berada di atasnya.

Dikirim oleh Al-Akh Ali Bahmid al-malanji (salah satu thulab di Darul Hadist Fuyus,Yaman)
[9:16am, 4/13/2014] ?

SEKILAS MANFAAT MENUNDUKKAN PANDANGAN:

1. Melaksanakan perintah Allah dan itulah puncak dari kebahagiaan seorang hamba di dunia dan akhirat. Maka tidak ada yg lebih bermanfaat bagi hamba di dunia dan di  akhirat kecuali dgn melaksanakan perintah2 Allah .

2. Mencegah dari sampainya efek racun syahwat ke dalam hati seseorang.

3. Mewariskan ke dalam hati rasa rindu kpd Allah. Maka mengumbar pandangan akan membuat tercerai-berainya hati dan jauh dari Allah.

4. Menguatkan dan melapangkan hati seseorang, sebagaimana mengumbar pandangan akan melemahkan dan membuat hati gelisah.

5. Membuat hati bercahaya, sebagaimana mengumbar pandangan membuat hati gelap.

6. Mewariskan firasat yg tepat yang dengannya dia dapat membedakan antara yg haq dan yg batil, antara yg jujur dan yg dusta .

Berkata Syujaa’ al Kirmaani : Barang siapa yang membangun amalan2 dhohirnya dgn mengikuti sunnah dan amalan bathinnya dgn selalu merasa diawasi oleh Allah, menahan pandangannya dari yg haram, menahan jiwanya dari perkara2 syubhat dan mencukupkan dengan yg halal maka tidak akan meleset firasatnya.

7. Mewariskan kokohnya hati, pemberani, dan kekuatan .

8. Menutup celah masuknya syaithan ke dalam hati. Sesungguhnya pintu masuknya bersama dgn pandangan, bersama dengannya syaithan lebih cepat masuknya ke dalam hati daripada masuknya udara ke dalam ruang yg kosong .

9. Menyibukkan hati untuk memikirkan hal-hal yg bermanfaat baginya. Karena  dengan mengumbar pandangan akan membuat dia lupa dari memikirkan hal-hal yg bermanfaat untuk dirinya sehingga tercerai berailah urusannya dan dia akan mengikuti hawa nafsu dan lalai dari mengingat Allah .

10. Sesungguhnya di antara mata dan hati ada jalur dan jalan yg  menghubungkan satu dengan yg lain. Sehingga akan baik jika yg lain baik dan akan rusak jika yg lain rusak.
[9:20am, 4/13/2014] ?+62 857-0547-9182:

KEUTAMAAN MENUNTUT ILMU SYAR’I

?  Segala puji untuk Allah Rabb alam semesta, shalawat dan salam teruntuk Rasulnya Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam, keridaan teruntuk para shahabatnya, dan kerahmatan teruntuk orang-orang yang menempuh hidayah yang di bawanya hingga hari kiamat nanti.

Sesungguhnya yang terpenting dalam memanfaatkan waktu di kehidupan ini dan berlomba-lomba bagi orang-orang yang berakal yang harus di kejarnya adalah belajar ilmu yang bermanfaat, yg mana dengannya hati akan hidup, dan amalan akan lurus sesuai hidayah-Nya, dan persaudaraan akan kuat dan baik.

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memuji orang-orang yang berilmu dan mengamalkannya, dan mengangkat derajat mereka, sebagaimana yang telah dibsebutkan di dalam ayat-ayat-Nya, yang tidak sedikit di sebutkan di dalam kitab-Nya yang mulia, diantaranya,

Di dalam ayat ini, Allah subhanah meniadakan kesamaan antara orang yang ber’ilmu dengan orang yang tidak ber’ilmu, maka dengan demikian dapat di ambil kesimpulan atas keutamaannya orang-orang yang ber’ilmu dari selain mereka.

Allah juga berfirman,

Dan dalam ayat ini Allah Jalla wa ‘Ala mengabarkan bahwa Dia mengangkat derajatnya orang-orang yang beriman dan ber’ilmu secara khusus.

Dan juga Allah Azza wa Jalla memerintahkan Nabi-Nya untuk meminta tambahan ‘ilmu dari yang telah Allah subhanah berikan padanya, dengan firman-Nya:     ????  Berkata al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah, “ini merupakan bukti yang sangat gamblang tentang keutamaan ‘ilmu, karena Allah tidak memerintahkan Rasul-Nya untuk meminta tambahan kepada-Nya selain dari pada ilmu”.

Kemudian hadits yang menunjukkan atas keutamaannya menuntut ilmu yang bermanfaat (ilmu syar’i), ialah hadits yang di riwayatkan oleh shahabat Abu Darda’ radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda,

Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam menamakan majelis ‘ilmu, dan halaqoh dzikir dengan riyadhul jannah, dan juga, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam juga mengabarkan bahwa para ‘ulama (orang-orang yg ber’ilmu dengan ilmu yang bermanfaat) adalah pewaris para Nabi.

Jikalau kita merinci dan menggali tentang keutamaan ilmu dari ayat-ayat al-Qur’an, dari hadits-hadits an-Nabawiyah dan dari perkataan-perkataan para salaf, akanlah panjang pembahasan ini, maka cukuplah dengan apa yang telah di sebutkan.

insya Allah akan bersambung ke tema yang baru, dengan satu pembahasan…