Kumpulan Puisi Hertadi Sudjo

Hudi Leksono

Hampa hilang rasa
Selepas manis seruas tebu
Selesai denting akhir harmoni nada
Menjadi dentum senapan serbu

Hudi Leksono
Tak terdengar lagi piano dihangat denting cangkir teh
Dan roti panggang di atas mentega meleleh
Yang menyambut hari hari padat dimampatkan
Dan rambut saraf yang ditegangkan
Soehardi Tjokroprawiro Asswrwb , Dudi pakdhe Har lama nggak FB an, sehat2 sajakah, posisi dimana ??
Hudi Leksono Wa’alaikum salam, bapak memang menurun om, ya begitulah umur, sekarang aku dipamulang, sebentar mau ke manggarai nengok

Hudi Leksono
Musim musim hangat telah beku di tanganmu
Tawa canda dan senyuman
Terbang bersama koper koper kesibukan yang dimampatkan

Hudi Leksono
Waktu yang tak bisa kuhentikan
Jarum jam tak bisa kupatahkan
Membawa musim musim menjadi lebih cepat berjalan

Hidup mati kesusasteraan Indonesia tertangguhkan, bahkan terbengkalai di perpustakaan umum daerah di tiap kota-kota di Indonesia. Ia yang berdebu wajahnya berselimut kebekuan di napasnya yang tersengal-sengal , lagi dihimpit buku-buku tua yang tak lagi disentuh atau dilirik si pembaca. Sungguh memprihatinkan kesusasteraan Indonesia. Hidup mati hanyalah istilah semiotik yang memaknai kemandegan nas…See More

• Wild Rose

• Bagai siang dan malam ku
tak akan pernah bertemu
pada satu titik,
pengembaraan rindu

Lelah mengiring langkah cintamu
• semakin suram dan kelabu
yang terbentang hanyalah hamparan ragu
hati membeku

Sekedar bayangmu pun tak ingin ku temu
telah habis waktuku menunggu
satu harapan semu
dalam dendam rindu
semakin membiru
• —

MJ karena saya orang Sunda dan bukan sarjan bahasa saya ingin tahu kata ini pak “tertangguhkan” bagaimanakah?
Windu Mandela tertangguhkan, tertunda atau diundurkan.
MJ oh, suganteh sesuatu yang tangguh seperti Samson kitu tah, haha

Arik S. Wartono New Wah wah… Semakin kasihan….

Tum mengharukan

Kajitow El-kayeni waduh hehe tenang saja, maski memprihatinkan banyak orang yang ingin jadi sastrawan hak hak

Kowe Kabeh Babuku bagaimanapun, sebagian disebabkan pemerintah, tapi ada sebagian disebabkan oelh kesalahan pak/bu guru mulai SD sampai SMA dalam hal bhs Indonesia. Mereka bolehdikata hampir-hampir tidak memberi apa-apa dlm hal bahasa Indonesia. tidak memberi kebanggaan…
Aras Sandi pertanyaannya sederhana,”apa yang pantas hidup itu hanya orang jaman dulu & karya-karya mereka saja?”
kalaupun sastra hari ini berbicara dengan cara berbeda, mbok ya biar. mereka kan juga ingin hidup. sama juga dengan yang menyukai kehidupan orang & ka… 8 hours ago • Like • 1

Jurnal Sastratuhan Hudan nah ini slogan ya prof suko – hidup-matinya kesusastraan. dari dulu kata itu ada, tapi bendanya tetap hidup dan mati juga. aku mau share, tak ada yang bisa kuenter. dishare, bikin suami jadi asyik gitu lo prof. hehe.

Hudi Leksono setuju dengan pendapat seorang antagonis : aras sandi, yang daya lihatnya mampu menerawang apa yang ada di balik asap rokok : )

Hudi Leksono

Lama kita tak bicara dengan bahasa cinta
Seperti yang dikatakan embun pada daun
Yang dikatakan debu di pucuk bambu
Kita memang sama sama batu

Tiada sapa manja
Renyah tawa
Usap sayang
Kita memang sama sama batu

Timbunan batu menjadi gua sendiri
Dan kita sama sama mati dalam sepi

Muhammad Zaharuddin Jundullah Berdamailah bagaikan aur dengan tebing

Leo Sastrawijaya kita telah lama bicara dalam bahasa pulitik mbah ….

Leave a Reply