PEDOMAN PRAKTIK BISNIS & SOSIAL DALAM PROGRAM PEMBERDAYAAN PEMULUNG

PEDOMAN PRAKTIK BISNIS & SOSIAL
DALAM PEP PHASE II

Program Inovasi Sosial Danone memiliki 4 tujuan:
• Mendukung pemenuhan individu dan keluarga masing-masing penerima manfaat.
• Mendorong manajemen kehidupan kerja masing-masing penerima manfaat.
• Membantu penciptaan dan pengembangan organisasi lokal dan sinergi.
• Mengoptimalkan keberlanjutan lingkungan.

Tujuan Sosial Bisnis:
• Kemajuan Sosial: program ini memberikan kontribusi langsung terhadap perbaikan sosial menurut kriteria dana (penciptaan lapangan kerja, penciptaan micro-entrepreneurships, penciptaan lembaga keuangan).
• Pemantauan: membantu Central Business Unit (CBU) untuk memantau 4 tujuan di atas dengan mitra-mitranya.
• Komunikasi: Mendorong Central Business Unit (CBU) dan pemberi donor untuk berkomunikasi tentang kemajuan sosial.

4 Lingkup Penilaian – 4 Tematik

Key Performance Indicator
NB : 1 KPI minimal per tematik (3 disarankan) harus diukur.

KPI DEFINITION

KUALITAS HIDUP/Pendukung individual dan pemenuhan keluarga.
1. Kesehatan: akhir-penerima kesehatan pencegahan dan perawatan. Hal ini termasuk akses ke pelayanan kesehatan, serta fundamental nutrisi (seperti akses terhadap air minum).
2. Keseimbangan kehidupan kerja: waktu luang akhir penerima miliki untuk kegiatan rekreasi atau keluarga terkait.
3. Kesejahteraan: akhir penerima tingkat kesejahteraan. Hal ini termasuk kemungkinan untuk mendukung pendidikan anak-anak (akses ke sekolah) serta daya beli keluarga di samping makanan, seperti pakaian, barang putih
4. Akomodasi: kualitas akomodasi penerima akhir ( air, konstruksi yang tepat, …)
PEMBERDAYAAN/Mendorong setiap penerima dan kehidupan kerja kontrol (melalui organisasi jika ada)
1. Penghasilan: akhir penerima laba bersih, yang termasuk meningkatkan pendapatan serta keamanan pendapatan.
2. Kondisi kerja: keselamatan dan kesehatan di tempat kerja. Ini mencakup peralatan untuk meningkatkan kondisi kerja.
3. Kerja: kemampuan individu mendapatkan pekerjaan awal, mempertahankan pekerjaan, dan mendapatkan pekerjaan baru jika diperlukan. Hal ini dapat mencakup pengembangan kompetensi dan transportasi yang tepat untuk akses ke pekerjaan.
4. Non-diskriminasi: pencegahan diskriminasi berdasarkan jenis kelamin, asal etnis, agama atau kepercayaan, cacat, usia atau orientasi seksual, dalam merekrut dan kehidupan kerja. Jenis KPI harus digunakan terutama ketika program ini termasuk aspek inklusi sosial atau fokus pada pengembangan populasi tertentu (contoh perempuan di negara-negara berkembang).

PENGEMBANGAN ORGANISASI / Membantu perkembangan organisasi penerima dan sinergi lokal
1. Kerjasama: kerjasama dalam organisasi. Hal ini dapat mencakup perwakilan pekerja, partisipasi anggota koperasi
2. Kualitas & Produktivitas: produk atau jasa kualitas dan produktivitas.
3. Ekonomi jejak: organisasi kontribusi untuk pembangunan daerah (penciptaan lapangan kerja, pajak kontribusi …) di dalam ekosistem sendiri. Tingkat keterlibatan organisasi dalam pengembangan kemitraan lokal (dengan pemasok lokal misalnya), pertukaran informasi dengan satu atau lebih entitas lokal.
4. Diversifikasi: jumlah produk, kegiatan dan / atau pelanggan (tingkat tinggi adalah cara untuk menyebar risiko, memperluas, menggunakan kapasitas cadangan, dll).

PENGHORMATAN ATAS ALAM / keberlanjutan Mengoptimalkan Lingkungan
1. Energi: tingkat konsumsi energi serta gas rumah kaca (seperti karbon dioksida) tingkat emisi. Pengembangan sumber alternatif energi menghormati lingkungan. Hal ini dapat mencakup transportasi.
2. Limbah: tingkat pengelolaan sampah (pengumpulan, daur ulang, pengurangan). Ini termasuk pengelolaan air limbah.
3. Eco-kesadaran: kesadaran, pengetahuan, komunikasi tingkat pada isu-isu lingkungan.
4. Sumber: jenis sumber daya yang digunakan untuk kegiatan tersebut. Ini termasuk misalnya pengurangan beberapa sumber daya dengan risiko pencemaran tinggi (seperti pupuk kimia untuk pertanian) serta konsumsi yang tepat dari semua jenis sumber daya alam untuk menjamin keberlanjutan rantai suplai (termasuk air, kertas, dan lain-lain).

Adapun pedoman praktik Bisnis dan Sosial dari PEP adalah:
A. Lembaga Pemberdayaan Pemulung (LPP)
Tahapan pelaksanaan adalah sebagai berikut:
a. Studi data PEP Phase I ke setiap lokasi.
b. Sosialisasi strategi pendekatan PEP Phase II.
c. Menentukan target-target pencapaian untuk PEP phase II.
d. Membuka peluang kerjasama dengan bandar.
e. Menjadikan lembaga yang berbadan hukum koperasi.

B. Kelompok Swadaya Pemulung (KSP)
Tahapan pelaksanaan adalah sebagai berikut:
1. Memaksimalkan peran dan fungsi kelompok swadaya pemulung yang sudah ada.
2. Memotivasi LPP untuk membentuk KSP baru.
3. Memberikan training-training berorganisasi.

Design KSP Ke Depan
Langkah-langkah dan design pengelolaan dan pembinaan KSP kedepan mulai dari proses pembentukkan hingga pembinaan dilakukan dengan tahapan sebagai berikut :
a. Sosialisasi program kepada calon objek program potensial (pemulung).
b. Pendekatan dan komunikasi dengan solidarity maker’s pemulung, misalnya Bandar.
c. Pendataan dan pernyataan ketertarikan dalam keterlibatan program.
d. Pembentukan KSP (minimal dilakukan 3 x FGD).
e. Pembentukan pengurus KSP
f. Operasional Kegiatan KSP
g. Pembinaan KSP dalam bentuk berbagai model pembinaan yang terkait dengan keluarga, ekonomi, menabung, kredit keluarga, Dasar2 KSM (5BHP),

C. Micro Finance Unit (MFU)
Tahapan pelaksanaan adalah sebagai berikut :
1. Studi data tentang pencapaian akhir di setiap lokasi.
2. Memberikan fokus lebih terhadap sektor-sektor yang masih lemah.
3. Memberikan pembekalan kepada personil MFU melalui staff ahli.
4. Meningkatkan keterampilan pengelolaan simpan pinjam secara profesional.

D. Recycle Business Unit (RBU)

Tahapan pelaksanaan adalah sebagai berikut:
1. Studi data terhadap pencapaian akhir di setiap lokasi
2. Memberikan training-training penambahan wawasan tentang pemasaran industri daur ulang
3. Melakukan pendampingan secara berkelanjutan melalui staff ahli RBU dan staff ahli pemberdayaan
4. Menyediakan staff teknis untuk operasional mesin yang dimiliki

E. Social Services (SS)

1. Mengadakan kursus-kursus atau pelatihan bagi anak pemulung.
2. Mengupayakan tempat tinggal bagi para pemulung.
3. Mengupayakan kartu jaminan kesehatan dari PEMDA setempat.
Design Social Service ke depan

Konsep SS adalah memandirikan kegiatan SS sebagai aktivitas yang luas karena membawa issue yang general, walaupun tetap dalam kendali dan koordinasi dengan LPP, selain menjalankan dan meneruskan aktivitas SS yang tengah berjalan saat ini, juga akan dirancang aktivitas SS, sebagai berikut :
a. LPP didorong untuk melaksanakan kerjasama (linkage program-Networking) dengan lembaga-lembaga donor.
b. Bekerja sama dengan lembaga pemerintah untuk menjalin kelangsungan program SS pada LPP.
c. Memperkaya program keterampilan yang mampu mendatangkan return bagi keluarga pemulung.
d. Memperkenalkan program SS LPP di masing-masing wilayah pada lembaga-lembaga yang terkait dengan kegiatan SS LPP.
e. Kegiatan SS juga dibantu berdasarkan profit margin yang diperoleh dari MFU dan RBU.

sOURCE : PEP Phase II- BSK

Leave a Reply