TUJUAN, HASIL, DAN INDIKATOR PEMBERDAYAAN PEMULUNG

TUJUAN, HASIL, DAN INDIKATOR

A. TUJUAN PROGRAM

1. Tujuan Jangka Panjang (Goal)
Peningkatan kualitas kehidupan pemulung dalam bidang sosial ekonomi dengan turut menjaga dan melestarikan lingkungan.

2. Tujuan Khusus (Outcome)
Memberdayakan komunitas pemulung melalui inovasi model sosial bisnis dan menciptakan lapangan pekerjaan yang berkelanjutan dalam kegiatan industri daur ulang yang profesional.
3. Indikator (Outcome)
Indikator (outcome) yang hendak dicapai dalam proyek ini adalah:
a. Terbentuknya 5 Lembaga Pemberdayaan Pemulung (LPP) yang direncanakan akan berbadan hukum koperasi.
b. Terbangunnya 5 Recycle Bussiness Unit (RBU) sebagai sentral penampungan hasil barang para pemulung dengan tonase 52 ton.
c. Terbentuknya 5 Micro Finance Unit (MFU) sebagai sarana kebutuhan financial pemulung dan masyarakat sekitar.
d. Tumbuhnya 72 KSP dan bergabungnya 750 pemulung.

B. HASIL PROGRAM (OUTPUT)

Hasil yang hendak dicapai dalam proyek ini adalah :
1. Lembaga Pemberdayaan Pemulung (LPP) menjadi sebuah wadah bagi para pemulung dengan legalitas sebagai koperasi serba usaha.
2. Recycle Business Unit (RBU) menjadi sebuah unit usaha yang saling menguntungkan bagi para pemulung dalam menjual hasil pencarian mereka.
3. Micro Finance Unit (MFU) menjadi cikal bakal terbentuknya suatu badan keuangan yang legal (Koperasi) dengan tujuan memberikan modal bagi para pemulung.
4. KSP sebagai wadah organisasi pemulung dalam peningkatan kapasitas dan pendapatan.

C. INDIKATOR PENCAPAIAN OUTPUT

1. Output LPP
a. LPP memiliki struktur organisasi yang jelas.
b. LPP berbadan hukum koperasi.
c. LPP menjadi organisasi pemberdayaan KSP.
d. LPP berperan untuk memperluas wilayah kerja para pemulung.
e. LPP berperan sebagai koordinator antara unit-unit kegiatan (MFU dan RBU).
f. LPP memiliki Laporan / Pencatatan kegiatan yang rapi, akurat, dan mudah dibaca sesuai SOP.

2. Output Recycle Business Unit (RBU)
a. Terbentuknya 5 RBU sebagai unit pelayanan teknis dan pengumpul barang para pemulung.
b. Meningkatnya hasil pembelian barang plastik dari para pemulung.
c. Meningkatnya hasil produksi RBU sehingga berdampak kepada penjualan.
d. RBU memiliki Laporan / Pencatatan kegiaan rapi, akurat dan mudah dibaca sesuai SOP.
e. Peningkatan unit usaha daur ulang yang profit dan berkelanjutan melalui pelibatan KSP dalam kegiatan pembelian, pemilahan, pembersihan bahan baku plastik (PET, PP, HDPE) untuk menjamin produksi flakes dan mencari peluang pasar yang kompetitif.

3. Output Micro Finance Unit (MFU)
a. Beroperasinya Micro Finance Unit (MFU) sebagai sarana pendukung kebutuhan financial pemulung.
b. Meningkatnya minat para pemulung untuk melakukan simpan pinjam .
c. Terkumpulnya modal untuk mendukung aktivitas para pemulung.
d. Manajemen pembukuan berjalan sesuai prosedur.
e. MFU memiliki Laporan / Pencatatan kegiatan yang rapi, akurat, dan mudah dibaca sesuai SOP.
f. MFU menjadi Unit Usaha Simpan Pinjam bagi Pemulung.

4. Output Social Service (SS)
a. Meningkatnya minat para pemulung untuk memanfaatkan pelayanan sosial yang diadakan pihak terkait.
b. Ada dampak signifikan dari kegiatan pelayanan sosial.
c. Menyediakan pelayanan sosial bagi pemulung sebagai pemenuhan hak-hak dasar melalui sumber-sumber profit RBU dan MFU dan atau bekerjasama dengan pihak terkait

5. Output Kelompok Swadaya Pemulung (KSP)
a. Terbentuknya KSP-KSP yang mandiri di wilayah LPP.
b. Sampai bulan Agustus 2011 KSP yang terbentuk untuk Aceh 15 KSP, Tangsel 26 KSP, Bali 18 KSP, Pasuruan 13.
c. Meningkatkan jumlah anggota dan memberdayakan kesejahteraan anggota.
d. Memanfaatkan unit bisnis dan sosial LPP untuk kesejahteraan KSP.

Source :Pemberdayaan Pemulung Phase II

Leave a Reply