Bahaya Kumbang Tomcat : Paederus riparius

Kumbang Tomcat dan Bahayanya
By Prof DR Teddy Suparno, SB,MS

Kumbang tomcat dan Bahayanya.
Kumbang tomcat mempunyai nama ilmiah Paederus riparius dan mempunyai ukuran panjang 7-8 mm, yang menjadi predator wereng.

Ciri khas Paederus riparius adalah kemampuannya menghasilkan toksin yang disebut paederin. Pada saat terganggu manusia, kumbang akan menyerang dan mengekskresikan toksin seperti semburan ular.

Kumbang tomcat akan menyerang jika terganggu oleh aktivitas manusia `Toksin paederin ini sangat bahaya karena menyebabkan luka bakar pada kulit manusia yang toksisitasnya 12 kali lebih kuat dari toksin ular kobra. Dulu, toksin ini digunakan untuk membakar “kutil”.

Toksin ini diketahui dapat bertahan sampai delapan tahun setelah serangga itu mati
Kumbang ini sangat fotofilik (sangat tertarik sinar lampu) di malam hari, sehingga korbannya adalah orang yang naik motor, orang di rumah atau berkemah di malam hari berpenerangan lampu.

Serangan Tomcat terjadi sepanjang tahun dan puncaknya antara bulan Juli-September. Kumbang tomcat dapat dijumpai pada halaman rumah dan di kebun yang berumput rimbun.

Untuk menghindarinhya harus bersih dari rumput dan jangan menggantung pakaian tempat gelap yang akan digunakan untuk sembunyi kumbang tomcat.

Pengobatan

cuci pakai air bersih dan sabun kemudian pakai hydrocortisone 1% atau salep betametasone + antibiotik neomycine sulfat – 3x sehari atau Acyclovir 5% bisa beli di apotik terdekat atau bisa juga menggunakan minyak tawon atau obat china minyak samhong

Tiyono Ys Mugo2 ra tekan Yogya yo

Teddy Suparno Lousy Octavia dan Adinda Bengkulu thank’s jari jempolnya

Soehardi Tjokroprawiro Wah mantap Prof infonya, mau di re post , ijin ya Prof

Leave a Reply