Kumpulan Puisi Hertadi Sudjo : Negeri Alkisah

by Hertadi Sudjo on Monday, January 23, 2012

aku kesasar tak mengerti
di negeri alkisah
loh jinawi keluh kesah
gemah ripah hidup susah
tikus mati di lumbung padi
ikan kehausan di lautan
bayi lahir mengapung di kali
sawah panen
tak terbeli nasi
punggawa raja bekerja keras
menindas memeras merampas
hingga menyongkel gigi emas
ini negeri ada di sini
dalam puisi ini
setelah kau baca bakar saja
takut kepergok punggawa raja

.

Hardho Sayoko Spb
Namanya saja negeri alkisah, yang didaulat pemimpin pengaku wakil rakyat saja, kalau bicara tak menunjukkan sebagai manusia bermartabat. Hehe

Seroja White
negeri yang tak kita kenal lagi siapa, ngeri….suwun pakde, gimana kabarnya? senantiasa sehat dan semangat ya De…

Îrwâñ Ðw
Negeri kita negeri entah berantah,yang dipimpin para drakula,mereka pekak semua…..
Terima kasih Bapak…Puisi singkat padat makna.

Hertadi Sudjo
yang hardho, oja @ irwan dw, trims atas sambutan lemparan puisiku.
oja aku selalu sehat semangat bila ada kamu.

A Tajul Arifin
Negri yg aneh, hingga lautan pun tak asin lg.. Kasian nasib petani garam :'(

Pandawa Membilang Bintang ?:
Punggawa raja, datanglah. namun jangan lagi bicara. jedakan sejenak pidatomu. karena saat ini sudah sampai waktunya kalian simak amanat nurani rakyatmu, aku bilang inilah saat. jika tidak juga. ketersesatan akan membawa kepada kedalaman rimba yang purba.

Hertadi Sudjo
pendawa membilang bintang, tak takutkah kau mengancam punggawa raja ?
nanti dicabuti semua gigimu meskipun tak berlapis emas !

Cicik Soedjadi
Semoga anak anak yang nampak dii titian itu mendapatkan rahmah serta hidayah dari Allah SWT dalam meniti jenjang pendidikan demi masa depan mereka dan bangsa Indonesia yang secara resmi telah merdeka namun kenyataanya mereka masih tertatih tatih menuju ke tempat pembelajaran. Aamiin

Cicik Soedjadi
Hati hati yaaa, semoga selamat

Cicik Soedjadi
dn sukses mencapai cita citamu

Pandawa Membilang Bintang
Kangmas Hertadi Sudjo,
apa to ajine gigi saya, hehehe… nadyan badhe wonten lakon kumbakarno sempal .
Insya Allah taksih sagah ngampah…

Pandawa Membilang Bintang ?:
Nak, jangan bilang apapun tentang hatimu
telah nampak kau berani dan besar hati.
kalian bisa lakukan yang dianggap anak kota sebagai akrobat
jangan dengarkan orang orang yang mengasihanimu

Hudi Leksono
wooow sangat eksotis,
datanglah wisata ke negeri ini
semua kengerian ada di sini,
ini negeri debus,
ini negeri limbad,
wakil rakyat hanya bisa ngedabrus
anggaran untuk rakyat di embat

Pandawa Membilang Bintang ?:
memang langsat… aduh salah ketik aku, mas Hudi Leksono..

Leo Sastrawijaya
Negeri seolah-olah juga: Seolah-olah Negara, Seolah-olah ada sekolah,
Seolah-olah ada pemerintahan,
Seolah-olah warga negaranya patuh pada perintah Tuhan,
Seolah-olah ada demokrasi…. dst,dst.
Ini juga seolah olah komentar…hehehe

Enes Suryadi
Puisi satire yang tajam,
Mbah Hertadi. Aku suka.
Tapi kenapa,

setelah kau baca bakar saja
takut kepergok punggawa raja

Kenapa harus takut, Mbah?…

Ah Marzuki ?..
menitilah nak spenuh ketulusan kekanakanmu
usah bermimpi melintas di jalan pintas nerabas
agar tak terjebak di jalan rintisan pr punggawa
jalan si luman yg menjanjikan kaya mendadak
menitilah, nak. sebab meniti adalah jalan rintisan Tuhan

Gusti Pinaringan
Selamet kenapa tak undang sutradara Indiana Jones untuk syuting di Negeri Alkisah

Dwi Klik Santosa
sudah saya baca dan terus garuk-garuk kepala, ….
selalu satiris dan mengiris, mas ….

Marbuth Sastragila
saya selalu suka dengan puisi berbau politik,
atau potret getir negeri ini yang dituang dalam sebuah karya sastra.
karena tak mudah memasukkan politik dalam puisi,
tak mudah mencampurkan dendam dalam estetika sastra.
tak mudah memilih metaf..

Cepi Sabre
untung bukan di indonesia…

Hertadi Sudjo enes suryadi :
mbah takut matinya dalam penjara gantung diri. /
cepi sabre : jelas di negeri alkisah,
kau di indonesia tak perlu pusing /
kepada pengomentar yang lain,
mbah ucapkan terima kasih,
jangan bosan diganggu celotehan simbah.
maaf tak bisa simbah mengomentari balik seorang demi seorang.

Lina Kelana
semoga kemanusiaan yang adil dan beradab,
serta keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia tak luntur dari susunannya ya kang,..
amin..:)

Leave a Reply