Berita Kesehatan: KEMENKES TINJAU KASUS MALARIA DAN HEPATITIS A DI KULON PROGO

KEMENKES TINJAU KASUS MALARIA DAN HEPATITIS A DI KULON PROGO
Kulon Progo, 14 Januari 2012

Menanggapi adanya laporan kasus Malaria dan Hepatitis A di wilayah Kabupaten Kulon Progo, Provinsi DI Yogyakarta, Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (PP&PL) Kemenkes RI, Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE, melakukan kunjungan dan meninjau langsung wilayah tersebut (14/01/12).

Berdasarkan pengamatan langsung, Prof. dr. Tjandra menuturkan, kasus malaria di Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo meningkat. Pada bulan Januari 2012, terdapat 43 kasus, yang sebagian besar adalah Plasmodium falciparum.

“Untuk kasus malaria, saat ini, sudah dilakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) di desa tersebut. Selain itu, dilakukan Active Case Finding oleh 6 Juru Surveilans Desa (JSD) di daerah ini. Semua penderita yang ditemukan telah diobati artemisinin-based combination therapy (ACT)”, ujar Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama.

Pada kesempatan tersebut, Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama bersama Bupati Kulon Progo, dr. H. Hasto Wardoyo, ikut serta dalam kegiatan Mass Blood Survey (MBS). Dalam pemeriksaan tersebut, ditemukan 1 kasus positif pada seorang yang tanpa keluhan. Sementra itu, di dua pos MBS lainnya, sekitar 150 warga diperiksa namun tidak ditemukan kasus positif berdasarkan pemeriksaan darah tebal dan darah tipis yang dilakukan. Semua warga yang diperiksa darahnya, diberi penyuluhan dan dibagikan brosur tentang malaria.

Pada kesempatan yang sama, Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama menyerahkan sumbangan dari Kemenkes kepada pihak Bupati Kulon Progo, berupa 200 buah kelambu, 200 Rapid Diagnostic Test dan insektisida, yang rencananya akan digunakan saat dilakukan penyemprotan rumah. Dengan dilakukannya berbagai upaya ini, diharapkan kasus malaria dapat ditekan

“Saat ini, angka kejadian malaria di Pulau Jawa sudah menurun tajam, tetapi sesekali terjadi peningkatan kasus seperti yang terjadi di Kulon Progo sekarang ini. Penanggulangan letupan peningkatan kasus merupakan bagian penting dalam mewujudkan eliminasi malaria di Pulau Jawa pada 2015, karena itu kegiatan lapangan di Kulon Progo ini jadi penting dan strategis sifatnya”, jelas Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama.

Menurut Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, daerah tersebut mayoritas merupakan perbukitan, dimana lingkungan pada dasarnya merupakan hutan dan semak dengan banyak mata air. Prof. Tjandra Yoga Aditama meminta Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan (BBTKL) Provinsi DI Yogyakarta untuk melakukan analisa lingkungan, guna menjawab mengapa desa tersebut memiliki angka kasus malaria yang relatif lebih tinggi daripada desa lainnya di Kabupaten tersebut.

Sebagai tindak lanjut, Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama telah menghubungi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah untuk berkoordinasi, mengingat desa yang memiliki angka malaria tinggi ini berbatasan langsung dengan wilayah Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Selain itu, Prof. dr. Tjandra berharap, petugas dapat berkoordinasi dengan akademisi (Universitas Gajah Mada) dan melakukan meta analisa dari berbagai penelitian yang pernah dilakukan, guna menjawab permasalahan malaria di Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo.

Hepatitis A

Di Kulon Progo, pernah terjadi kasus Hepatitis A sejak minggu ke 46, tahun 2011. Puncaknya terjadi minggu ke 52 tahun 2011 dengan 28 kasus. Hingga minggu ini (2012) sudah jauh menurun menjadi 3 kasus.

Dalam kunjungannya ke Kulon Progo, Prof dr. Tjandra Yoga Aditama mengunjungi rumah salah satu keluarga mantan pasien yang sakit bulan Desember tahun lalu. Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama melihat langsung kondisi jamban di rumahnya yang jaraknya dengan sumur dinilai terlalu dekat. Saat ini, keluarga tersebut sudah sembuh dan dapat beraktifitas kembali seperti biasa.

“Kasus Hepatitis A di Kulon Progo kini sudah tertanggulangi dengan baik. Penjagaan kebersihan merupakan salah satu kunci utama untuk mencegah kasus tersebut tidak kembali terjadi di masa yang akan datang”, tandas Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: 021-52907416-9, faks: 52921669, Pusat Tanggap Respon Cepat (PTRC): 021-500567 dan 081281562620, atau alamat e-mail [email protected], [email protected]

Leave a Reply