Macam Macam Jenis Plastik

Kita mengenal bermacam macam plastik, ada yang tipis bening, ada yang liat, ada yang tebal keras dll.
Ada bermacam macam jenis plastik :

Plastik #1: PETE atau PET

Polyethylene Terephthalate (PETE atau PET), juga dikenal sebagai plastik #1, merupakan plastik yang paling umum digunakan di seluruh dunia. Tidak mengherankan, ini juga merupakan plastik yang paling banyak didaur-ulang, terutama botol air kemasan yang mengerikan itu. PET lahir pada tahun 1973, dan pertama kali di daur-ulang tahun 1977 – Masih terngiang the Bee Gees bernyanyi, “More than plastic, More than plastic to me.” Tahun 2005, rata-rata rumah tangga di Amerika menggunakan lebih dari 20 kilo plastik jenis ini, ini memang terlalu banyak.
Bahan apa yang digunakan untuk membuatnya?
PET adalah singkatan dari polyethylene terephthalate – merupakan resin polyester yang tahan lama, kuat, ringan dan mudah dibentuk ketika panas. kepekatannya adalah sekitar 1,35 – 1,38 gram/cc, ini membuatnya kokoh, rumus molekulnya adalah (-CO-C6H5-CO-O-CH2-CH2-O-)n.
Digunakan untuk apa saja?
PET dapat ditemukan pada botol air, botol soda, botol jus, botol minyak goreng, tempat pindakas, kemasan makanan, botol dressing salad, dan bahkan cangkir gerai kopi kenamaan yang ada di mana-mana itu.
Dapatkah itu di daur-ulang setempat?
Di berbagai tempat, disediakan tempat-tempat untuk mendaur-ulang plastik jenis ini, bahkan mereka menjemputnya di tempat untuk kemudian setelah terkumpul mereka bawa ke tempat daur-ulang.
Seperti apa wujudnya?
PET berciri jernih, kadang berwarna hijau, Anda bisa melihatnya di bawah ini.

Apa pentingnya hal ini?
Kita tidak bisa mengurangi konsumsi kita secara berarti atau memakai ulang botol-botol bekas, upaya terakhir kita adalah dengan mendaur-ulangnya. Menyingkirkan benda-benda ini dari tanah merupakan jalan termudah mengurangi jejak karbon kita, karena ada begitu banyak botol yang dibuang ketempat sampah. Pada tahun 2006, Amerika mengkonsumsi lebih dari 60 milyar botol minuman PET tetapi hanya mendaur ulang 10 milyar saja. Konsumsi semakin meningkat, sedangkan tingkat pendaur-ulangan semakin menurun, kita tidak bisa berbuat lebih baik. Juga, PET dapat digunakan untuk membuat berbagai macam kemasan, termasuk produk baru berbahan PET, baik untuk produk makanan ataupun bukan seperti bahan kain, sepatu, koper, karpet, rak, panel pintu dan banyak lagi.

Plastik #2: HDPE

Disadur dati tulisan Chad Norman yang diposting di http://www.gogreencharleston.org/ tanggal 9 Oktober 2007.
High Density Polyethylene (HDPE), juga dikenal sebagai plastik #2, merupakan plastik kedua yang paling banyak digunakan setelah PET (plastik #1). 95% botol plastik yang dijual di Amerika kalau tidak HDPE tentu PET, dan itu dalam jumlah botol yang sangat banyak. Meskipun penggunaannya meningkat, HDPE hanya menyumbang kurang dari 1% pada sampah keras di permukaan tanah. Itu berarti bahwa program daur-ulangnya berjalan dengan baik
Bahan apa yang digunakan untuk membuatnya?
HDPE adalah High Density Polyethylene – resin yang liat, kuat dan kaku yang berasal dari minyak bumi, yang sering dibentuk dengan cara meniupnya. Rumus molekulnya adalah (-CH2-CH2-)n.
Digunakan untuk apa saja?
HDPE dapat ditemukan pada cerek susu, botol detergen, botol obat, botol oli mesin, botol shampoo, kemasan juice, botol sabun cair, kemasan kopi dan botol sabun bayi.
Dapatkah itu di daur-ulang setempat?
Ya, plastik dengan label #2 dapat didaur-ulang. Di berbagai tempat, tersedia tempat-tempat untuk mendaur-ulang plastik jenis ini, bahkan mereka menjemputnya di tempat untuk kemudian setelah terkumpul mereka bawa ke tempat daur-ulang.
Seperti apa wujudnya?
HDPE biasanya berwarna pekat, tidak tembus pandang, dan dapat muncul dengan berbagai warna – walau biasanya berwarna putih. Tetapi bisa juga setengah transparan, seperti pada cerek air. HDPE terasa lebih lunak dibandingkan PET, dan cirinya tidak mudah penyok seperti pada botol air #1. Di bawah ini ada beberapa contohnya:

Apa pentingnya hal ini?
Kalau kita tidak bisa mengurangi konsumsi kita secara berarti atau memakai ulang botol-botol bekas, upaya terakhir kita adalah dengan mendaur-ulangnya. Menyingkirkan benda-benda ini dari tanah merupakan jalan termudah mengurangi jejak karbon kita, karena ada begitu banyak botol yang dibuang ketempat sampah. Pada tahun 2001, Amerika menghasilkan lebih dari 1.980.000 ton HDPE tetapi hanya mendaur-ulang 380.000 ton saja. Saya kira kita dapat menguranginya dengan mendaur ulangnya dengan seksama. Kita dapat menggunakannya kembali dengan cara memanfaatkannya sebagai berbagai macam benda seperti pipa pembuangan, flm, komposit kayu dan plastik, botol detergen, palet, botol oli, pena, bangku, kandang anjing, tempat sampah dan sebagainya.

Plastik #3: PVC atau V
Disadur dari posting Chad Norman yang dimuat di http://www.gogreencharleston.org/, tgl 30 Oktober 2007.
Polyvinyl Chloride (PVC atau V), juga dikenal sebagai plastik #3, sangat jarang dijumpai sebagai plastik keperluan rumah tangga. Hanya 2% dari semua wadah plastik terbuat dari PVC, plastik jenis ini secara tidak sengaja ditemukan pada tahun 1800-an.
Bahan apa yang digunakan untuk membuatnya?
PVC adalah Polyvinyl Chloride – Rumus molekulnya adalah (-CH2-CHCl-)n. Ini merupakan resin yang liat dan keras yang tidak terpengaruh oleh zat kimia lain.
Digunakan untuk apa saja?
PVC dapat dijumpai pada tanda lalu lintas, botol minyak goreng, kabel listrik, botol pembersih kaca, mainan, botol shampoo, pipa air, kemasan kerut, dan kemasan makanan cepat saji.
Dapatkah itu di daur ulang di tempat?
Tidak, sayangnya, plastik #3 ini tidak dapat di daur ulang di tempat daur-ulang setempat. Mudah-mudahan hal ini tidak berlangsung lama. Sementara ini, kalau mungkin, jangan menggunakannya, atau kalau terpaksa menggunakannya, pakailah yang bekas.
Seperti apa wujudnya?
PVC ini tipis, transparan, dan ringan, tetapi juga halus dan tidak tahan lama. Oleh sebab itu Anda dapat menjumpainya dalam bentuk kemasan blister, dan kotak makanan dan bungkus sekali buang. Berikut ini dapat Anda lihat contohnya:

Apa pentingnya hal ini?
Sekali plastik diciptakan, maka akan tetap ada dalam waktu yang sangat lama. Mungkin hal terbaik untuk menyingkirkan PVC (di kebanyakan tempat PVC tidak bisa di daur-ulang). Yang terbaik adalah menghindari produk yang menggunakan plastik jenis ini sebagai kemasan. Program daur-ulang seharusnya diperluas dan memasukkan semua jenis resin plastik, sehingga PVC termasuk didalamnya, sehingga benda seperti kabel, lantai, panel dan alat pengikat dapat di daur-ulang. Kedengarannya menjemukan, namun mengurangi pengaruh kita dengan segala cara yang memungkinkan merupakan cara yang nyata untuk mempertahankan masa depan. Kita harus menggunakan lebih sedikit, dan mendaur-ulang lebih banyak.

Plastik #4: LDPE

Plastik no. 4: Low Density Polyethylene
Diposting oleh Chad Norman pada tanggal 11Desember, 2007 .

Low Density Polyethylene (LDPE), juga dikenal sebagai plastik #4, diciptakan pada tahun 1933 oleh Imperial Chemical Industries. Di tahun 1999, LDPE hanya 1% saja digunakan sebagai botol plastik di seluruh Amerika. Walaupun tidak banyak, plastik ini sangat mempengaruhi kehidupan kita.
Bahan apa yang digunakan untuk membuatnya?
LDPE adalah plastik yang mudah dibentuk ketika panas, yang terbuat dari minyak bumi, dan rumus molekulnya adalah (-CH2- CH2-)n. Dia adalah resin yang keras, kuat dan tidak bereaksi terhadap zat kimia lainnya, kemungkinan merupakan plastik yang paling tinggi mutunya.
Digunakan untuk apa saja?
LDPE dapat dijumpai pada tas plastik, botol, kotak penyimpanan, mainan, perangkat komputer dan wadah yang dicetak.
Dapatkah itu di daur ulang di tempat?
Tidak, sayangnya, plastik #4, tidak dapat didaur-ulang di kebanyakan tempat pendaur-ulang, mudah-mudahan ini akan segera berubah. Sementara itu, sedapat mungkin hindarilah menggunakannya, serta gunakan ulang kalau mungkin.
Seperti apa wujudnya?
LDPE bisa tembus cahaya ataupun pekat, dan sangat kuat, sangat lentur, kedap air dan tidak dapat dihancurkan seperti plastik lain yang lebih keras. Di bawah ini adalah contohnya:

Apa pentingnya hal ini?
Sekali diciptakan, maka plastik akan tetap ada dalam waktu yang sangat lama. Mungkin hal terbaik adalah menyingkirkan LDPE dari permukaan tanah (LDPE tidak mudah didaur-ulang). Yang terbaik adalah menghindari produk yang menggunakan plastik jenis ini sebagai kemasan. Program daur-ulang seharusnya diperluas dan memasukkan semua jenis resin plastik, sehingga LDPE termasuk di dalamnya, sehingga benda seperti keranjang sampah, map plastik, ubin, furniture, tempat penyimpan beras, panel, bahan bangunan dapat di daur-ulang. Kedengarannya menjemukan, namun mengurangi pengaruh kita dengan segala cara yang memungkinkan merupakan cara yang nyata untuk mempertahankan masa depan. Kita harus menggunakan lebih sedikit, dan mendaur-ulang lebih banyak.

Plastik #5: PP

Polypropylene (PP), adalah plastik #5, diciptakan pada tahun 1957, merupakan alternatif yang murah pengganti polyethylene. Di tahun 1999 polypropylene hanya menyumbang 2 % pada produksi botol plastik di Amerika. Selain botol, sebagian besar kemasan makanan kita terbuat dari plastik no. 5 ini. Kenyataannya, ini adalah plastik yang paling umum dijumpai dalam bentuk yang bukan botol.
Bahan apa yang digunakan untuk membuatnya?
Polypropylene merupakan plastik polymer yang mudah dibentuk ketika panas, rumus molekulnya adalah (-CHCH3-CH2-)n. Yang lentur, keras dan resisten terhadap lemak.
Digunakan untuk apa saja?
Polypropylene dapat dijumpai pada wadah makanan, kemasan, pot tanaman, tutup botol obat, tube margarin, tutup lainnya, sedotan, mainan, tali, pakaian dan berbagai macam botol.
Dapatkah itu di daur ulang di tempat?
Tidak, sayangnya plastik #5 ini tidak dapat didaur-ulang di kebanyakan tempat pendaur-ulang, mudah-mudahan ini akan segera berubah. Sementara itu, sedapat mungkin hindarilah menggunakannya, serta gunakan ulang kalau mungkin.
Seperti apa wujudnya?
Polypropylene bisa tembus cahaya ataupun pekat, dan sangat kuat, sangat lentur, kedap air dan tidak dapat dihancurkan seperti plastik lain yang lebih keras. Di bawah ini adalah contohnya:

Apa pentingnya hal ini?
Sekali diciptakan, maka plastik akan tetap ada dalam waktu yang sangat lama. Mungkin hal terbaik adalah menyingkirkan polypropylene dari permukaan tanah (polypropylene tidak mudah didaur-ulang). Yang terbaik adalah menghindari produk yang menggunakan plastik jenis ini sebagai kemasan. Program daur-ulang seharusnya diperluas dan memasukkan semua jenis resin plastik, sehingga polypropylene termasuk didalamnya, sehingga benda seperti kabel, sapu, lampu, peralatan rumah tangga, pengikis es, rak sepeda, tempat beras dan nampan dapat di daur-ulang. Kedengarannya menjemukan, namun mengurangi pengaruh kita dengan segala cara yang memungkinkan merupakan cara yang nyata untuk mempertahankan masa depan. Kita harus menggunakan lebih sedikit, dan mendaur-ulang lebih banyak.

Plastik #6: PS

Disadur dari postingan Chad Norman yang dikirim tanggal 21 Januari 2008.
Polystyrene (PS), juga dikenal sebagai plastik #6, secara tidak sengaja ditemukan oleh seorang ahli farmasi dari Berlin di tahun 1839. Saat ini polystyrene sangat luas penggunaannya, walau jarang digunakan pada botol plastik, mengandung benzene yang secara umum dikenal sebagai zat carcinogen (penyebab kanker).
Bahan apa yang digunakan untuk membuatnya?
Polystyrene adalah plastik polymer yang mudah dibentuk bila dipanaskan, rumus molekulnya adalah (-CHC6H5-CH2-)n. Sangat kaku dalam suhu ruangan.
Digunakan untuk apa saja?
Polystyrene dapat dijumpai pada perkakas dari plastik, kotak CD, gelas plastik, wadah makanan dan nampan.
Dapatkah itu di daur ulang di tempat?
Tidak, sayangnya plastik #6 ini tidak dapat didaur-ulang di kebanyakan tempat pendaur-ulang, mudah-mudahan ini akan segera berubah. Sementara itu, sedapat mungkin hindarilah menggunakannya, serta gunakan ulang kalau mungkin.
Seperti apa wujudnya?
Polypropylene bisa tembus cahaya, bisa juga berwarna. Fleksibel pada batas tertentu, namun secara umum kaku, sangat baik hasilnya bila dicetak dengan rancangan yang rumit. Anda bisa melihatnya di bawah ini:

Apa pentingnya hal ini?
Sekali diciptakan, maka plastik akan tetap ada dalam waktu yang sangat lama. Mungkin hal terbaik adalah menyingkirkan polystyrene dari permukaan tanah (polystyrene tidak mudah didaur-ulang). Yang terbaik adalah menghindari produk yang menggunakan plastik jenis ini sebagai kemasan. Program daur-ulang seharusnya diperluas dan memasukkan semua jenis resin plastik, sehingga polystyrene termasuk didalamnya, sehingga benda seperti kabel, sapu, lampu, peralatan rumah tangga, pengikis es, rak sepeda, tempat beras dan nampan dapat di daur-ulang. Kedengarannya menjemukan, namun mengurangi pengaruh kita dengan segala cara yang memungkinkan merupakan cara yang nyata untuk mempertahankan masa depan. Kita harus menggunakan lebih sedikit, dan mendaur-ulang lebih banyak.

Plastik #7: Plastik Lainnya

Disadur dari postingan Chad Norman yang dikirim tanggal 30 Januari 2008.
Anda harus mebgamati dengan seksama agar dapat menemukan sesuatu yang berlabel plastik #7. Ketika menjumpai kode identifikasi plastik #7, kode yang dicadangkan bagi bahan yang dibuat dari plastik campuran, atau lainnya. Oleh sebab itu sangat jarang ditemukan kode plastik #7 ini. Plastik jenis ini tidak dapat didaur-ulang, jadi mengapa harus menggunakannya?
Bahan apa yang digunakan untuk membuatnya?
Paling sering, produk dengan label #7 terbuat dari campuran dua atau lebih jenis plastik (#1 sampai #6). Kadang kala label #7 mengindikasikan bahwa bahan baku resinnya tidak diketahui.
Digunakan untuk apa saja?
Bisa jadi untuk segala macam benda, namun paling sering akan Anda jumpai plastik #7 digunakan dalam industri minuman ataupun makanan
Dapatkah itu di daur ulang di tempat?
Sayangnya tidak, plastik #7 tidak dapat didaur-ulang dengan cara tradisional, karenanya carilah alternatif lain.
Seperti apa wujudnya?
Karena bisa dibuat dari apa saja, dia bisa berbentuk apa saja. Saya sudah mengumpulkan berbagai macam plastik selama beberapa minggu, tetapi hanya menemukan dua benda yang berlabel plastik #7.

Apa pentingnya hal ini?
Sekali diciptakan, maka plastik akan tetap ada dalam waktu yang sangat lama. Kita harus menolak menggunakan benda yang berlabel plastik #7. Sebagai pelanggan, kita harus menutup celah untuk mendorong industri daur-ulang, itu berarti juga membeli produk hasil daur-ulang.

Leave a Reply