Puisi Hertadi Sudjo : Pulau Rinca Seorang Mama

by Hertadi Sudjo on Sunday, November 6, 2011 at 11:27am

Silhuet batang lontar tanpa daun
Menopang lengkung langit yang terpanggang
Aku terpana dibuatnya
Seakan matahari purba di sini
Enggan mencelup diri ke laut
Memoles ujung rambut jagung
Dengan kilau merah pirang
Di ladang gersang pulau Rinca
Seorang mama menjunjung bulibuli kosong
Lewat jalan setapak bebatuan kapur
Melintasi tiga punggung bukit
Sayup putus nyambung bunyi tamtam
Dalam sunyi yang mencekam
Berbagi kubangan air keruh
Dengan komodo di dasar lembah
Gigih dan tabah kakinya bernanah
Katanya bangga
Aku rela hidup seadanya
Asal komodo jadi satu keajaiban dunia

Paranoia

by Hertadi Sudjo on Saturday, October 22, 2011 at 7:35am

Paranoia
-perempuan penggodaku

Sepanjang malam berjaga
Barangkali puisi berkelebat
Menjelang subuh hari
Sendiri kuseduh kopi
Kuhirup pelan nikmatnya
Khawatir likatnya terlewat
Ujungnya tersisa ampas
Kupandangi mencari puas
Dalamdalam di dasar gelas
Sepintas bayangannya bergegas
Buruburu kuambil kamera
Kuintai di liang lensa
Dalamdalam kutarik nafas
Barangkali busananya dilepas
Di mata kamera dia menghilang
Di kaca plus empat nyata dan jelas
Geliat sesaat seekor lipas
Puuuu …aaaaaahh !

Leave a Reply