Berita Kesehatan : Kampanye Ayo Stop DBD Dalam Rangka Pencanangan ASEAN Dengue Day Ke-1

Kampanye Ayo Stop DBD Dalam Rangka Pencanangan ASEAN Dengue Day Ke-1
2011-06-14 13:21:07
Bertempat di lapangan silang monas Jakarta, Indonesia sebagai ketua ASEAN dalam bidang kesehatan telah dipercaya oleh negara-negara ASEAN lainnya untuk pertama kalinya membuat suatu momentum akan bahaya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Dengan mencanangkan peringatan ASEAN Dengue Day dengan melaksanakan Kampanye Ayo Stop DBD dalam rangka upaya pencegahan DBD melalui partisipasi aktif masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian masyarakat terhadap permasalahan DBD sehingga mampu melindungi dirinya sendiri, keluarga dan masyarakat sekitar.

Acara dengan mengangkat tema “Dengue Is Everybody’s Concern Causing Socio Economic Burden But Its Preventable” ini diselenggarakan pada HUT 484 Kota Jakarta oleh Dinas Kesehatan Provinis DKI Jakarta yang bekerjasama dengan pemerintahan povinsi DKI Jakarta dan Kementerian Kesehatan RI dengan dihadiri oleh sekitar 1700 orang yang terdiri dari 1000 jumantik mewakili 32000 lebih jumantik se-DKI Jakarta dan 700 orang terdiri dari tokoh masyarakat, lurah, camat serta institusi kesehatan.

Direktur Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang (P2B2), dr. Rita Kusriastuti, M.Sc yang di dampingi oleh Para pejabat baik dari pemerintahan provinsi DKI Jakarta maupun pejabat di lingkungan Kementerian Kesehatan RI mewakili Menteri Kesehatan menyampaikan terima kasih kepada pemerintahan provinsi DKI Jakarta yang telah mendukung kegiatan pusat, kegiatan Negara maupun kegiatan nasional peringatan Asian Dengue day dalam rangka pencegahan DBD dan berpesan kepada masyarakat untuk terus melakukan pencegahan sedini mungkin melalui gerakan PSN ( Pemberantasan Sarang Nyamuk).

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di dunia khususnya di daerah tropis, termasuk Indonesia dan sampai saat ini belum ada obat ataupun vaksin anti DBD. Penyakit ini mempengaruhi tingginya angka kesakitan dan kematian pada seluruh golongan umur baik laki-laki maupun perempuan.

Menurut Deputi Tata Ruang dan Lingkungan DKI Jakarta, Haryadi, M.Sc berdasarkan Incidence Rate (IR) secara nasional Provinsi DKI Jakarta berada di peringkat 2 setelah Bali (Kementerian Kesehatan Tahun 2010) dan berdasarkan Data Surveilans Aktif Rumah Sakit, Demam Berdarah Dengue (DBD) ini ditemukan hampir di seluruh wilayah DKI Jakarta, Pada tahun 2010 jumlah kasus 18.006 dengan Incidence Rate (IR) sebesar 202,4 per 100.000 penduduk (target <150 per 100.000 penduduk) dan CFR sebesar 0,2 % ( target<1,0). Pada peringatan ASEAN Dengue day di lapangan silang monas telah dilakukan juga senam bersama, penyampaian Deklarasi pernyataan kebulatan tekad dari perwakilan para jumantik di 5 wilayah kota Jakarta dan 1 kabupaten administrasi Kep. Seribu untuk memberantas DBD, penyerahan Deklarasi oleh para perwakilan jumantik kepada Deputi Tata Ruang dan Lingkungan DKI Jakarta beserta Direktur P2B2, Ditjen PP dan PL, Kemkes RI, pengumuman dan penyerahan lomba RW bebas jentik yang diikuti oleh 5 Kotamadya dan 1 kabupaten administrasi Kep. Seribu serta Peninjauan Wahana Nyamuk oleh Deputi Tata Ruang dan Lingkungan DKI Jakarta beserta Direktur P2B2 serta pejabat lainnya baik dari pemerintahan DKI Jakarta dan di Lingkungan Kemkes RI.

Leave a Reply