Bagaimana bila Penis Manusia Bertulang ?

Menarik sekali yag dibahas oleh Kompas.com, yaitu mengapa penis manusia tidak bertulang. Sedang penis pada saudara tua kita Simpanse ( maaf istilah saudara tua menurut Charles Darwin lho ya) hal ini dilihat dari proses mutasi genetic.

Wah padahal menurut teori evolusi juga Clitoris adalah bentuk rudimenter dari penis…hah jadi panjang nich cerita nanti hayo siapa mau nambahin… !!!!

Salah satu temuan terkini dan penting diketahui adalah bagaimana proses evolusi ini telah membuat beberapa bagian tubuh manusia modern berbeda dengan nenek moyangnya.
Mengapa manusia memiliki otak berukuran besar dan dikaruniai alat vital yang lunak dan tak bertulang. Menurut teori para ilmuwan, hal ini rupanya diakibatkan oleh hilangnya beberapa rantai atau sekuen DNA selama proses berjalannya evolusi.

Publikasi jurnal Nature, para ilmuwan dari Stanford University menunjukkan perbedaan antara manusia dan kerabat mamalia terdekatnya, yakni simpanse. Kata mereka, perubahan ini merupakan akibat dari hilangnya sekuen DNA sejak sekitar 6 juta tahun lalu.

Di antara DNA yang “terbuang” itu ada yang dapat memicu penis menjadi bertulang. DNA ini pula yang diduga membuat simpanse kini memiliki penis yang “tajam” dan bertulang.

Wadouwww gimana nich para wanita ????? bersyukur atau menyesal ?????? mana yang lebih sip penis bertulang apa yang tidak bertulang,…. Yang jelas bisnis Mak Erot pasti gulung tikar kalau penis kaum pria bertulang….Wuihh ngaceng teyyuusss.

Salah seorang penulis laporan, Profesor David Kingsley, dari Howard Hughes Medical Institute pada Stanford University, mengatakan bahwa hilangnya tulang pada penis mungkin menjadi salah satu faktor mengapa manusia kini mengembangkan hubungan monogami.

“Organisme yang memiliki penis bertulang secara umum memiliki sistem pasangan yang kompetitif,” ungkap Profesor Kingsley.

“Betina akan berpromosi ketika mereka dengan subur dan mereka hanya bisa berhubungan seks di sekitar masa ovulasi. Masa ovulasi pada manusia tersembunyi dan para wanita dalam spesies kita dapat berhubungan seks untuk jangka waktu lama.

Hilangnya tulang dalam penis adalah rangkaian yang utuh yang berkaitan dengan ikatan jangka panjang dan bukannya perjumpaan yang sesaat,” papar Kingsley.

Riset ini juga menggunakan analisis komputer untuk mengidentifikasi hilangnya sekuen DNA yang terkluster di sekitar gen-gen tertentu.

“Kami melihat lebih banyak perubahan di sekitar gen yang terlibat dalam pengiriman sinyal hormon steroid,” ungkap Profesor Kingsley.

Sumber bacaan : Kompas.com

Leave a Reply