Kontrol Kualitas Lingkungan Yang Lain dari TPA

Kontrol Kualitas Lingkungan Lain dari TPA

a). Pembakaran sampah tidak terkontrol (open burning) dilarang dilakukan di lokasi TPA lama ini.
b). Pemulungan kembali bahan yang telah ditimbun tidak diperkenankan.
c). Desain TPA yang baik biasanya menempatkan area buffer sebagai bagian dari lokasi ini. Keberadaan buffer ini tetap harus menjadi tergret dalam rehabilitasi TPA lama.
d). Kontrol terhadap timbulnya bau dan debu harus diadakan untuk melindungi kesehatan serta keselamatan personel, penduduk sekitar, serta orang yang menggunakan fasilitas TPA ini.
e). Pada sarana ini perlu dilakukan pemantauan sanitasi lingkungan dengan indikator jumlah lalat. Apabila nilai pengamatan terakhir lebih besar dari sebelumnya, terdapat indikasi penurunan kualitas lingkungan. Apabila pada TPA lama ini terdapat tingkat kepadatan lalat lebih dari 20 ekor per grill, maka perlu dilakukan pengendalian.
f). Kemiringan timbunan pada TPA lama tetap harus dijaga melalui perbaikan kemiringan dan mempertahankan integritas tanah penutup.
g). Penggunaan upaya rekayasa, seperti penahan aliran untuk memperlama run-off digunakan bilamana perlu untuk mencegah adanya erosi akibat kecepatan run-off yang berlebihan.
h). Kebakaran/asap terjadi karena gas metan terlepas tanpa kendali dan bertemu dengan sumber api. Untuk mencegah kasus ini perlu diperhatikan pemeliharaan lapisan tanah penutup pada TPA lama tersebut.
i). Pencegahan pencemaran air di sekitar TPA lama perlu dilakukan dengan mengupayakan agar leachate yang dihasilkan dari lokasi ini :
? Terbentuk sesedikit mungkin, dengan mencegah rembesan air hujan melalui konstruksi drainase dan tanah penutup yang baik
? Terkumpul pada kolam pengumpul dengan lancar
? Diolah dengan baik pada kolam pengolahan yang kualitasnya secara periodik diperiksa.

Sumber : nspm-pu
Tags:
Over burning, run off, TPA, gas methan, rembesan air, kesehatan personel, erosi, kolam pengolahan, leachate, tingkat kepadatan lalat, lapisan tanah,

Leave a Reply