Buah sbg Obat :Manfaat /Khasiat Buah Naga (Opuntia spp)

Buah Naga

Nama Umum : Buah naga
Nama Ilmiah : Oputia spp
Familia : Opuntiaceae
Nama Lain : thang loy (buah naga), dragon fruit, pitaya roja (pitaya merah).

Morfologi Tumbuhan

Buah Naga merupakan sejenis Kaktus batangnya memang memanjat batang tanaman lain ketika ia ditemukan
pertama kali di tempat tumbuhnya yang asli di lingkungan hutan belantara yang teduh..
Kaktus ini sdh lama Meksiko (di sana disebut pitahaya), Amerika Tengah, dan Amerika Selatan bagian utara.

Di sini ia dipanggil pitaya roja (pitaya merah). Sebagai hasil hutan, pitahaya dan pitaya sudah lama dimanfaatkan buahnya oleh orang Indian, tetapi selama itu tidak pernah diberitakan dalam media massa dunia.
Pada tahun 1870, tanaman itu dibawa orang Prancis dari Guyana, Amerika Selatan bagian utara, ke Vietnam, sebagai tanaman hias untuk bagus-bagusan. Pitahaya memang menarik. Batangnya saja sudah aneh, berbentuk segitiga. Mana ada tanaman yang berbatang segitiga? (Yang segi empat dan bulat banyak!)

Durinya pendek sekali dan tidak mencolok, sampai mereka dianggap “kaktus tak berduri”. Tetapi yang paling aneh ialah bunganya. Mekarnya mulai senja, kalau kuncup bunga sudah sepanjang 30 cm. Itulah saatnya kita mengundang para tetangga dan handai taulan pencinta bunga untuk menyaksikan mekarnya pitahaya. Boleh dikata dengan cepat, mahkota bunga bagian luar yang krem itu mekar pada pukul sembilan (kira-kira), lalu disusul mahkota bagian dalam yang putih bersih, meliputi sejumlah benangsari yang kuning.
Bunga seperti corong itu akhirnya terbuka penuh pada tengah malam. Itulah sebabnya ia tersiar luas ke seluruh dunia sebagai night blooming cereus. Sambil mekar penuh ini, ia menyebar bau yang harum.

Kegunaan Buah Naga

Buah naga mempunyai khasiat yang bermanfaat bagi kesehatan manusia diantaranya sebagai penyeimbang kadar gula darah, pelindung kesehatan mulut, pencegah kanker usus, mengurangi kolesterol, pencegah pendarahan dan mengobati keluhan keputihan.

Buah naga biasanya dikonsumsi dalam bentuk buah segar sebagai penghilang dahaga, karena buah naga mengandung kadar air tinggi sekitar 90 % dari berat buah. Rasanya cukup manis karena mengandung kadar gula mencapai 13-18 briks. Buah naga juga dapat disajikan dalam bentuk jus, sari buah, manisan maupu selai atau beragam bentuk penyajian sesuai selera anda.

Secara umum,pakar sependapat dan mengakui buah naga kaya dengan potasium, ferum, protein, serat, sodium dan kalsium yang baik untuk kesihatan berbanding buah-buahan lain yang diimport.

Menurut AL Leong dari Johncola Pitaya Food R&D, organisasi yang meneliti buah naga merah , buah kaktus madu itu cukup kaya dengan berbagai zat vitamin dan mineral yang sangat membantu meningkatkan daya tahan dan bermanfaat bagi metabolisme dalam tubuh manusia.

“Penelitian menunjukkan buah naga merah ini sangat baik untuk sistem peredaran darah, juga memberikan efek mengurangi tekanan emosi dan menetralkan toksik dalam darah.“Penelitian juga menunjukkan buah ini bisa mencegah kanker usus, selain mencegah kandungan kolesterol yang tinggi dalam darah dan menurunkan kadar lemak dalam tubuh,” katanya.

Secara keseluruhan, setiap buah naga merah mengandungi protein yang mampu meningkatkan metabolisme tubuh dan menjaga kesehatan jantung; serat (mencegah kanker usus, kencing manis dan diet); karotin (kesehatan mata, menguatkan otak dan mencegah masuknya penyakit), kalsium (menguatkan tulang).

Berikut ini kandungan nutrisi lengkap buah naga :

Kadar Gula : 13-18 briks
Air : 90 %
Karbohidrat : 11,5 g
Asam : 0,139 g
Protein : 0,53 g
Serat : 0,71 g
Kalsium : 134,5 mg
Fosfor : 8,7 mg
Magnesium : 60,4 mg
Vitamin C : 9,4 mg

.
Mitos khasiat penyembuhan

Dalam berbagai pameran buah-buahan tahun 1999 yang lalu, buah naga dipromosikan sebagai penyeimbang kadar gula darah, pencegah kolesterol tinggi, dan pencegah kanker usus. Promosi yang berlebihan seperti ini harus dibaca dengan kacamata yang skeptis. Sebab, bukti khasiat yang dikemukakan bukan bukti hasil penelitian, tetapi hanya daftar kandungan nutrisi yang disusun para “promotor” sendiri. Kita diajak menarik kesimpulan berdasarkan angka-angka kandungan nutrisi itu. Tentu saja ada yang tidak mau.
Jenis kaktus penghasil nopalitos yang sudah jelas berkhasiat ialah Opuntia ficus-indica karena sudah jelas diteliti dengan sahih.
“Makan nopalitos dapat menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes yang tidak tergantung pada insulin,” tulis Yosef Mizrahi dan Avinoam Nerd dari Ben Gurion University, Israel, dalam “Cacti as crops” di Horticultural Review 18 (1997): 291-320. “Selain itu, nopalitos juga menurunkan kadar lemak dan kolesterol darah.”

Nopalitos ialah pucuk tunas cabang kaktus prickly pear, Opuntia ficus-indica yang masih pipih seperti daun, sampai disebut salah kaprah “daun kaktus”. Setelah dibuang duri dan tunas daunnya yang muda, sayur itu bisa dimasak macam-macam, termasuk sebagai salad dan sop daging.

Walaupun nilai gizinya sama dengan jenis-jenis sayuran lain seperti spinach dan daun selada (90% air, 3-7% karbohidrat, dan 1,3% mineral, terutama kalsium), namun ia merupakan sumber vitamin beta karoten (18-30 mg tiap 100 g bobot sayuran) dan vitamin C (10-18 mg tiap 100 g bobot sayur). Inilah yang menjaga kesehatan orang Indian Amerika Selatan dan Meksiko.
Tetapi baru tahun 1979, dunia kedokteran tahu, bahwa nopalitos itu berkhasiat menurunkan kadar gula, sejak Ibanez-Camacho dari Meksiko menelitinya. Kemudian juga ternyata menurunkan kadar lemak dan kolesterol, setelah Fernandez dan kawan-kawannya meneliti buah prickly pear itu tahun 1992.
Dragon fruit belum ada yang meneliti khasiatnya secara sahih seperti itu, sehingga belum dapat dianggap sama khasiatnya dengan nopalitos kaktus Opuntia fiscus-indica itu. Khasiat Dragon fruit masih mitos.
Makin mendunia

Buah kaktus Opuntia itu juga sudah lama diperkebunkan di Amerika Serikat, Israel, Afrika Selatan, dan negara-negara Amerika Selatan. Di Meksiko, buah dijual sebagai tuna dan di Amerika Utara sebagai cactus pear atau prickly pear.

Buah ini mirip dragon fruit yang kita kenal sekarang, tetapi warnanya kuning. Ketika masih setengah matang, buah pitaya kuning mencolok sekali duri-durinya yang bisa sampai 2 cm panjangnya. Tetapi sesudah masak, duri itu luruh. Ketika dipanen sebelum buah masak benar, duri yang masih agak menempel tapi sudah loyo itu disikat sampai bersih dulu, baru buah dipak untuk dijual. Bercak bekas tempat duri masih tampak menonjol seperti bisul.

Di Kolombia, kaktus ini diperkebunkan dengan diberi trelli sebagai tempat memanjat. Cara penanaman dengan trelli ini kemudian dialih teknologikan (ditiru) di Israel, dan pada akhir tahun 1994 dialih teknologikan pula ke beberapa pengusaha pekebun buah di Thailand, tetapi yang ditanam bibit dragon fruit yang merah buahnya. Kita di Indonesia baru mengalih teknologikan cara makannya saja.

SUMBER BACAAN :

(Slamet Soeseno, indomedia.com/intisari)
http://indofruits.blogspot.com/2007/09/khasiat-buah-naga.html
http://www.buahnaga.us/2009/04/khasiat-buah-naga.html

Leave a Reply