Pengukuran Fisik Lokasi TPA

solid waste

Pengukuran Fisik Lokasi

Pekerjaan rehabilitasi ini membutuhkan data fisik yang harus diukur secara akurat sesuai dengan peruntukan lokasi TPA yang telah ditutup ini. Data fisik kondisi lahan yang dibutuhkan adalah :

a). Melakukan pengukuran topografi dari seluruh area dalam lokasi tersebut, agar rencana rehabilitasi lokasi dapat tergambar secara baik. Dengan rujukan data topografi awal sebelum TPA ini beroperasi, akan diperoleh besaran timbunan/urugan sampah selama TPA ini beroperasi. Pengukuran topografi tersebut dilakukan dengan perbedaan interval minimum 0,5 m meter dengan informasi yang jelas tentang :
? Batas-batas tanah
? Slope dan ketinggian urugan/timbunan sampah
? Lokasi titik sarana dan prasana : jalan opeasi, IPL, pengendali gas, dan sebaginya
? Area buffer
? Sumber-sumber air yang berbatasan
? Jalan penghubung dari jalan umum dari lokasi tersebut.

b). Mengumpulkan informasi ulang tentang hidrogeologis dan geoteknis yang akurat dan mewakili secara baik seluruh lokasi tersebut, meliputi :
– Tanah : kedalaman, tekstur, struktur, porositas, permeabilitas, kelembaban
– Bedrock : kedalaman, jenis, kehadiran fraktur
– Air tanah di daerah lokasi : kedalaman rata-rata, kemiringan hidrolis, arah aliran, kualitas dan penggunaan
– Badan air yang berbatasan langsung dengan lokasi : sifat, pemanfaatan, dan kualitas
– Data klimatologis : presipitasi, evaporasi, temperatur, dan arah angin.

SUMBER : NFSPM-PU

Leave a Reply