Penyakit Menular ; Filariasis atau Penyakit Kaki Gajah

filariasis

Penyakit Menular : Filariasis atau Penyakit Kaki Gajah

Agensia/Penyebab Penyakit : Cacing Filaria Jenis-jenis di Indonesia Wuchereria bancrofti,Brugia malayi,Brugia Timori, Dirofilaria sp
Vektor Penyakit/Transmitter/Penular : Beberapa jenis Nyamuk antara lain : Culex pipien fatigan, Anopheles barbirostris, Mansonia sp dll

Penyebaran : Cosmopolitan

Kenapa disebut penyakit kaki Gajah ?

Cacing Filaria berlabuh di tubuh manusia pada saluran Lymphe/Getah bening, Cacing yang dewasa akan hidup dan sampai mati pada saluran getah bening, karena tertutup oleh cacing maka saluran getah bening akan menggembung dan bisa mengalami kalsifikasi hingga semakin menutup saluran dan getah bening akan membuat saluran yang lain dan seterusnya semakin besar.

Bagian tubuh yang biasanya untuk berlabuh cacing Filaria adalah kaki (sebelah atau kedua kaki), scrotum (pada laki-laki), Labia mayora (pada wanita), di tangan (jarang ditemukan).

Bagaimana penyebaran filariasis ?

Cacing cacing tersebut akan melepaskan larva cacing ke saluran darah berupa MicroFilaria, larva cacing/microfilaria ini akan tershisap oleh nyamuk pada waktu nyamuk menggigit/menghisap darah orang penderita. Setelah beberapa hari microfilaria berkembang di dalam tubuh nyamuk akan ditularkan ke orang yang sehat pada saat nyamuk menghisap darah lagi ke orang yang sehat.

Mikrofilaria/larva cacing Filaria akan dilepaskan kedalam pembuluh darah orang lain pada saat nyamuk menghisap darah lagi. Larva cacing Filaria akan ikut peredaran darah dan nyangsang di kelenjar lymphe/getah bening di Ketiak membuat pembengkakan yang disebut Bubo.

Selanjutnya setelah istirahat di kelenjar getah bening di ketiak tersebut, larva cacing akan bermigrasi menuju tempat berlabuh permanennya yaitu di Kaki, scrotum,labia mayora atau tangan penderita.

B_timori_

Diagnosa Penyakit

Untuk mengetahui adanya Filariasis yaitu dengan memeriksa sample darah, Ada jenis filariasis yang hanya akan dapat ditemui di peredaran darah Perifer bila diambil pada malam hari saja (Nocturnal periodic), ada jenis yang bisa ditemui dengan memeriksa sediaan darah kapan saja baik siang maupun malam hari( non periodic) . Inilah kesulitan kami dalam menemukan microfilaria harus dilakukan pengambilan sample pada malam hari.
Sediaan daarah selanjutnya di lakukan pengecatan (Giemsa staining) dan diperiksa dibawah mikroskop

Pengobatan Penyakit

Biasanya kalau banyak ditemukan penderita yang didalam darahnya ditemukan microfilaria akan dilakukan pengobatan missal dengan DEC ( Di Ethyl Carbamazine )
Pengobatan massal sering menimbulkanmasalah, bila beberapa orang tidak tahan dengan pengobatan Single Dose yang diberikan hingga terjadi effect samping yang tidak kita inginkan.

Leave a Reply