Demam Berdarah Dengue /Dengue Haemorrhagic Fever

Aedes_aegypti

1.Pendahuluan
Demam Berdarah Dengue, atau yang lebih kita kenal dengan Demam Berdarah saja disebabkan oleh sejenis Virus kelompok B, dan ditularkan oleh serangga hingga banyak dikenal sebagai Arbovirus B. Kita mengenal ada 4 macam type vurus yaitu Type 1, Type 2, Type 3 dan Type 4.

Bila seseorang terkena infeksi Type 1 atau Type yang lain misalnya Type 4 orang tersebut hanya akan sedikit demam saja yang kemudian hilang dengan sendirinya. Namun apabila semula terinfeksi Type 1 kemudian beberapa waktu kemudian terkena infeksi Type yang lain misalnya Type 2 atau Type 3, maka akan terjadi pertarungan kekebalan sehingga terjadilah Demam berdarah Dengue.

Penyakit Demam Berdarah Dengue di Indonesia pertama kali dilaporkan di Semarang tahun 1969, waktu itu dunia kedokteran di Indonesia masih sangat awan terhadap penyakit ini sehingga Case Fatality Rate sangat tinggi.

Penular penyakit ini adalah nyamuk jenis Aedes, paling utama (primary vector) adalah Aedes aegypti dan alternatif Aedes albopictus

2.Symptom Demam Berdarah Dengue

• Demam tinggi mendadak 39o – 40o Celcius
• Sakit Kepala Akut/biasanya bagian depan
• Badan pegal pegal, dan sakit kulit kemerahan dan berbintik bintik. Biasanya akan jelas bila diagitasi dengan mengikat darah balik.
• Mual-mual dan mau muntah
• Panas tinggi akan turun pada hari ketiga atau keempat, tetapi biasanya akan naik lagi.
• Hasil laboratorium Thrombocyt turun dibawah 100 (normal diatas 140 mgDL)
• Haematocryt biasanya meningkat diatas 40%

3.Siklus perkembangan Penyakit DBD

Kita awali bila ada seseorang yang sakit DBD (Viremia biasanya terjadi pada penderita beberapa hari sebelum jatuh sakit sampai 3- 4 hari setelah jatuh sakit).Nyamuk (terutama Aedes aegypti ) akan menggigit penderita dengan kasus viremia, Virus akan terhisap bersama darah, yang selajutnya mengadakan perbanyakan /propagasi dalam tubuh nyamuk dalam waktu 5 – 7 hari dan selanjutnya menularkan ke orang yang sehat.

Nyamuk Aedes mempunyai tabiat untuk menggigit pada pagi hari sekitar jam 7 sampai jam 10 , dan sore hari sekitar jam 13.30 sampai jam 17.00 dan pada malam hari istirahat. Nyamuk Aedes dikenal sebagai bersifat domestik artinya dia hanya terbang dan berkembang biak sekitar rumah saja. Tempat berkembang biak di container dengan air bersih misalnya gentong, bak mandi, ban bekas, kaleng-kaleng bekas yang berisi air dll.

Orang sering salah mengira tempat perindukan nyamuk demam berdarah ada di got-got dengan air kotor, sehingga waktu kerja bakti pemberantasan demam berdarah mereka melakukan gotong royong membersihkan got.

4.Pencegahan Penyakit DBD

• Pencegahan secara Imunisasi belum berhasil
• Perlindungan terhadap gigitan nyamuk Aedes. Karena perilaku menggigit Aedes adalah pagi jam 7.00- 10.00 sore jam 16.00-18.00 maka sebaiknya dilakukan penyemprotan/repelant pada jam jam tersebut.
• Eliminasi tempat perkembang biakan nyamuk Aedes di container-container atau trempat perkembangbiakan lain dengan cara
o Menguras bak-bak air
o Mengubur container spt kaleng – kaleng bekas dll
o Menutup tempat penampungan air +
o Memberikan bubuk antijentik (Abate dll)
• Surveillance yang ketat, bila ada penderita positif maka radius 100 m dari rumah penderita dilakukan pengasapan

5.Peran Serta Masyarakat

o Menguras bak-bak air
o Mengubur container spt kaleng – kaleng bekas dll
o Menutup tempat penampungan air +
o Memberikan bubuk antijentik (Abate dll)

6.Peran Kader Kesehatan

o Home visit dan mengecek jentik
o Memberikan penyuluhan
o Melaporkan kasus DBD ke Puskesmas dan minta fogging di radius 100 m dr rumah penderita

Leave a Reply