Tanaman Obat : Khasiat / Manfaat Kucai (Allium schoenoprasum)

kucai

Nama Umum : Kucai
Nama Ilmiah : Allium schoenoprasum
Familia : Umbelliferae

Pendahuluan:

Selama ini orang mengenal Kucai atau sebagai penyedap masakan. Ahli kuliner mencacah sayuran itu sebagai campuran telur dadar, tahu, bakwan udang, atau martabak. Aromanya sedap, membuat kucai jadi salah satu bumbu masakan favorit. Sayuran itu digunakan untuk menambah rasa pedas dan menyeimbangkan rasa asam cuka pada asinan.

Pertama kali saya mendengar manfaat kucai pada waktu mengikuti symposium Obat Tradisionil tahun 1974 di Semarang waktu itu saya masih mahasiswa di UKSW, kalau ngak salah presentasi dari dosen ITB. Anda tentu mengenal daun kucai yang serupa daun bawang dengan penampilan lebih langsing.

Waktu itu saya masih ingat manfaat kucai untuk pengobatan kejang/step pada anak anak dan ternyata lebih jauh lagi kucai dapat meredan gangguan tekanan darah tinggi. Hipertensi merupakan faktor risiko utama penyakit jantung koroner di Indonesia. Saat ini tujuan pengobatan hipertensi selain untuk mengendalikan tekanan darah juga menurunkan komplikasi kardiovaskular.

Ada pilihan tanaman obat agar penderita hipertensi tidak tergantung pada obat farmakologis. Sudah banyak obat tradisional yang mengandung fitofarmaka untuk mengobati hipertensi yang telah dikonsumsi oleh masyarakat saat ini diantaranya seledri dan kumis kucing sudah terbukti dapat menurunkan tekanan darah tinggi. Ada satu lagi jenis bahan alami yang sudah dikenal sebagai sayuran yaitu kucai yang memiliki kasiat antihipertensi.

Khasiat Kucai sebagai Antihipertensi

Khasiat antihipertensi itu dikarenakan kucai mengandung senyawa tetrametiloksamida dan ester 17-etadekadesenil. Efek antihipertensi ekstrak kucai sebanding dengan Atenolol dosis 25 mg. Atenolol adalah zat penurun hipertensi yang kerap diresepkan dokter yang tergolong suatu Beta bloker. Soal toksisitas, dari uji klinis tersebut terungkap, mengonsumsi kucai dalam dosis tinggi sekalipun tetaplah aman.

Telah teruji secara klinis bahwa ekstrak kucai terbukti menurunkan tekanan darah sistolik (angka fase darah sedang dipompa jantung) dan diastolik (angka saat fase darah kembali ke jantung/berileksasi).

Periset di Sekolah Tinggi Farmasi Institut Teknologi Bandung mengekstrak 240 mg kucai yang berumur dua bulan, ternyata kucai dapat menurunkan tekanan darah sistolik hingga 28,67 mmHg dan tekanan darah diastolik hingga 4,64 mmHg. Khasiat antihipertensi itu dikarenakan kucai mengandung senyawa tetrametiloksamida dan ester 17-etadekadesenil. Efek antihipertensi ektrak kucai sebanding dengan atenolol dosis 25 mg. Atenolol adalah zat penurun hipertensi yang kerap menjadi resep dokter.

Bagaimana membuat Ramuan Kucai

Ada beberapa pilihan untuk mengolah kucai dengan resep berikut :
* 200 gram kucai yang masih segar, cuci bersih lalu rebus dalam 3 gelas air hingga mendidih dan sisakan hingga 1 gelas. Minum ramuan 3 kali sehari, seusai makan.
* Jus daun kucai dengan air secukupnya lalu diminum. Dapat juga dipadukan dengan buah yang memiliki kadar air banyak seperti belimbing atau melon. Agar lebih bermanfaat sebaiknya diminum tanpa gula.
* Irisan daun kucai dapat digunakan sebagai campuran masakan kegemaran anda.

Dirangkum antara lain dari tulisan Dr Basuki Pramana dan Deddy Andria

http://deddyandria.wordpress.com/2009/03/22/kucai-sebagai-obat-antihipertensi/
http://basukipramana.blogspot.com/2009/07/khasiat-kucai-allium-schoenoprasum.html

Leave a Reply