Posts Tagged ‘plasmodium falciparum’

Apakah Malaria itu / What is malaria?

What is malaria?

Malaria is a complex disease. Its severity is a function of the interaction between the parasite, the Anopheles mosquito vector, the human host and the environment. The risk of malaria infection is determined by the number of vectors, their survival rate, the incubation rate for both the vector and the parasite and the probability of the vector feeding off a human host.

These parameters are directly influenced by meteorological variables such as rainfall, temperature and humidity that give rise to differences in stability of disease transmission and seasonal variations in disease incidence.

Behavioural traits, genetic variation and immune status in the human population will also influence the degree of exposure and the disease outcome.

The Vector: anopheles mosquito

There are over 3,000 species of mosquito of which approximately 100 are vectors of human disease. Disease is transmitted when the female of the species takes a blood feed in order to provide nourishment for the development of her eggs. The female anopheles mosquito is responsible for transmitting malaria but different species such as aedes and culex mosquitoes transmit other diseases such as yellow fever, dengue and filariasis. Some anopheles mosquitoes may also transmit filariasis.

Anopheles mosquitoes usually bite from dusk to dawn although in some situations they will bite earlier than this. In many localities the principle vectors of malaria are late night biters and the older mosquitoes (more likely to be infected) are often found to be biting between 12am to 4am. Different species of anopheles however, may have different peak biting times, preferences (animals or humans) and different resting habits (indoor or outdoors) and these factors will influence the choice of control methods. Indoor resting is most common in dry or windy areas where safe, outdoor resting sites are scarce.

Anopheles mosquitoes breed in numerous different water habitats from shaded ponds and pools to hoof prints and tyre tracks. They tend to prefer water that is not too polluted but some Anopheles gambiae species have been shown to breed in stagnant drains. Artificial containers such as pots or tanks are usually only suitable breeding sites for aedes vectors. The exception to this is An. stephensi in South West Asia.

The female mosquito lays her eggs on the water and these subsequently develop into larvae and then into pupae. The pupa finally hatches to produce a mosquito. This process can take between 7-16 days but is influenced by humidity and temperature – the higher the temperature and humidity the more rapid the life cycle. Digestion of the blood meal and simultaneous development of the eggs takes about two to three days during which time the mosquito does not usually bite.

The Parasite: Plasmodium

Malaria is caused by a parasite known as Plasmodium that is carried by the mosquito. There are four different species of Plasmodium that infect human beings, each with different incubation times:

Plasmodium falciparum 9 – 14 days incubation
Plasmodium vivax 12 – 17 days incubation
Plasmodium ovale 12 –17 days incubation
Plasmodium malariae 18 – 40 days incubation

Plasmodium falciparum is the most dangerous of the malaria parasites. It causes ‘malignant’ or cerebral malaria that can quickly progress to unconsciousness and death.

Untreated or poorly treated infections can cause recurring fevers and are communicable from several months to two years (P.falciparum) and up to fifty years (P.malariae).

The female anopheles will usually only feed once in a night, however if she is disturbed she will continue feeding until she has sufficient blood for the nourishment of her eggs. This may then be from more than one host. Following ingestion of Plasmodium infected blood, the parasite undergoes various stages of reproduction and development within the mosquito. The parasite will then migrate to the salivary glands of the mosquito and once she bites another host, the parasite will be transmitted. As the female mosquito feeds, saliva, containing Plasmodium is injected as an anticoagulant and the host becomes infected. The extrinsic development of the parasite in the mosquito takes between ten to fourteen days.

source : Oxfam

Posted on February 18th, 2011 by Mas Hardi  |  No Comments »

Nyamuk sebagai Vektor Penyakit (Malaria,Demam Berdarah,Demam Tulang,Kaki Gajah) di Indonesia

albopictus 1
Gambar Nyamuk Aedes albopictus

Nyamuk sebagai Vektor Penyakit (Malaria,Demam Berdarah,Demam Tulang,Kaki gajah) di Indonesia

Di Indonesia diperkirakan ada 450 jenis nyamuk, dan sebagian adalah sebagai penular /vektor penyakit dan hama pengganggu kenyamanan manusia.

Inilah sebagian yang paling terkenal

1.Aedes spp
Dari jenis Aedes yang paling banyak disebut diantaranya adalah
Nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus adalah penular penyakit Demam Berdarah Dengue dan Chikungunya atau Demam Tulang/Flu Tulang. Orang sering menyebut si belang karena tubuhnya ada spot putih di beberapa tempat baik dituh maupun kaki.

Aedes aegypti lebih dikenal sebagai Nyamuk domestik karena banyak ditemukan di container/penampungan air seperti bak mandi,ban bekas, gentong air dll.

Sedang Aedes albopictus lebih banyak ditemukan di kebun-kebun dan bersarang pa potongan bamboo,batok kelapa,cekungan di pohon dll.

2.Culex spp
Berkembag biak di got got perkotaan banyak dihuni jentik jentik Culex pipien fatigan. Nyamuk ini dulu banyak sebagai vector penyakit kaki gajah (Wuchereria bancrofti)

Nyamuk Culex quinquefasciatus adalah pengganggu kenyamanan manusia di kota dengan saluran air limbah yang tersumbat, terutama pada musim kemarau, nyamuk ini juga dapat menularkan penyakit kaki gajah (filariasis) bancrofti. Juga penyakt Japanese B Encephalitis.

3.Anopheles spp
Ada sekitar 80 jenis Anopheles di Indonesia, sekitar 16 jenis diantaranya sebagai vector penyakit Malaria.Penyebab Malaria adalah Plasmodium ( ada 4 jenis Plasmodium di Indonesia, yaitu Plasmodium vivax,Plasmodium falciparum,Plasmodium malariae,Plasmodium ovale)

Nyamuk Anopheles spp. Di Indonesia diketahui ada 16 jenis yang dapat menularkan penyakit malaria.
Setiap jenis mempunyai penyebaran yang berbeda, misalnya Anopheles aconitus, banyak ditemukan/hidup di daerah persawahan.
Anopheles sundaicus banyak ditemukan hidup di perairan payau di tepi laut atau lagoon.
Anopheles maculatus banyak ditemukan di mata air/sungai kecil di pegunungan.

Di hutan hutan banyak ditemukan Anopheles leucosphyrus group dan Anopheles barbirostris,
di Papua dan Indonesia Timur banyak ditemukan Anopheles farauti,

4.Mansonia spp

Nyamuk jenis Mansonia terkenal sebagai vektor penyakit kaki gajah yang disebabkan oleh sejenis cacing ( Brugia malayi,Brugia timori) banyak hidup di paya paya. Larva Mansonia menancapkan tabug pernafasannya di akar akar tumbuhan air.

Pengendalian nyamuk dewasa dan larva (jentik) harus dilakukan secara Terpadu, untuk menurunkan populasi nyamuk dan diikuti dengan monitoring dan evaluasi dengan cara mengukur padat populasi nyamuk dewasa dan jentik

Sumber
SPP ditjen PPMPLP

Posted on January 16th, 2011 by Mas Hardi  |  No Comments »

Serangga Penular Penyakit- Serangga sebagai Vektor Penyakit

Nyamuk Culex

Serangga Penular Penyakit atau Serangga sebagai Vektor Penyakit

Pengertian dasar

Pengertian penular atau vector adalah “transmitter” atau pemindah penyakit. Orang sering salah pengertian antara penular penyakit dan penyebab penyakit. Kita ambil contoh Demam Berdarah Dengue Karen yang didengungkan di TV dan Media lain vektornya yaitu Aedes aegypti jadi sering dikira penyebabnya nyamuk tersebut padahal penyebabnya, /agent penyakitnya adalah Virus.
Agent/penyebab penyakit yang ditularkan oleh Serangga antara lain :l

1.Protozoa

Protozoa adalah termasuk hewan sederhana/mikroskopis, antara lain disini adalah Entamoeba hystolitica merupakan penyebab penyakit perut/system gastro intestinalis. Amoeba terbawa oleh kaki lalat ( mis Musca domestica) yang habis mencari makan ditempat sampah kemudian hinggap di makanan kita dan meninggalkan Amoeba di makanan kita. Demikian juga kecoa (Periplanetta Americana atau Blatella germanica) membawa Amoeba dari latrine dan got ke makanan kita.

Jenis prozoa lain yang sangat terkenal adalah Plasmodium, penyebab Malaria ada empat jenis Plasmodium di Indonesia yaitu Plasmodium falciparum,Plasmodium vivax,Plasmodium malariae dan Plasmodium ovale.
Trypanosoma , adalah termasuk protozoa terkenal karena menyebabkan penyakit tidur dan ditularkan oleh lalat tse tse, terdapat di Afrika, kalau di Indonesia belum ditemukan, namun jenis yang mirip meyebabkan penyakit surra pada hewan ternak.

2. Helminthiasis/kecacingan

Ada bermacam macam cacing yang telur atau larvanya bisa ditularkan dengan perantaraan lalat atau kecoa, namun yang paling terkenal adalah cacing penyebab Filariasis ( Wuchereria bancrofti,Brugia Malayi,Brugia timori dan Dirofilaria sp) ditularkan oleh nyamuk. Ada beberapa jenis nyamuk yang telah diteliti berperan dalam penyebaran penyakit Antara lain Culex pipienopheles barbirostris, Aedes sp, dan paling banyak adalah jenis Mansonia sp

3.Bacteria

Ada banyak jenis yang bisa ditularkan dengan perantaraan yaitu penyakit pest atau Yersinia pestis yang ditularkan oleh sejenis serangga yang disebut Pinjal ( Xenopsylla cheopis ). Pinjal ini hidup sebagai parasit pada Tikus, Nahhh orang sering mengasosiasikan penyebab penyakit pes adalah Tikus, sebetulnya penyebabnya adalah bacteria yang disebut Yersinia pestis, ditularkan oleh sejenis serangga yang disebut pinjal yang hidup parasit pada tikus.

4.Rickettsiae

Organisme intermediate antara Bacteria dan Virus, ada banyak contoh tetapi akan kami sampaikan yang banyak terjadi yaitu Murine thypus = Rickettsia mooseri, ditularkan sejenis Pinjal yang hidup parasit pada tikus. Hal ini mirip dengan kejadian penyakit pes.

5. Virus

Ada beberapa virus penyebab penyakit yang ditularkan oleh serangga antara lain
Group A virus : penyebab penyakit Chikungunya=demem tulang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti
Group B virus ; penyebab penyakit Demam Berdarah Dengue ditularkan oleh Aedes aegypti (primer) dan Aedes albopictus (secunder)
Japanese B enchepalitis penyakit sakit kepala tidak specific ditularkan oleh Culex sp

Sumber : Herm’s Medical Entomology

Posted on December 12th, 2010 by Mas Hardi  |  No Comments »