Posts Tagged ‘erosi air hujan’

Rehabilitasi dan Pemeliharaan Tanah Penutup Final di TPA

Rehabilitasi dan Pemeliharaan Tanah Penutup Final di TPA

a). Fungsi utama sistem penutupan timbunan sampah pada TPA yang akan direhabilitasi adalah :
o Menjamin integritasi timbunan sampah dalam jangka panjang
o Menjamin tumbuhnya tanaman atau penggunaan site lainnya
o Menjamin stabilitas kemiringan (slope) dalam kondisi beban statis dan dinamis.

b). Penutupan sampah dengan tanah serta proses pemadatannya
dilakukan secara bertahap lapis-perlapis dan memperhatikan lansekap yang ada dan lansekap yang diinginkan bagi peruntukannya.

c). Lapisan tanah penutup hendaknya :
? Tidak tergerus air hujan, tergerus akibat operasi rutin, dan operasi alat berat yang lalu di atasnya
? Mempunyai kemiringan menuju titik saluran drainase.

Sistem penutup akhir mengacu pada standar penutup final pada sanitary landfill,
yaitu berturut-turut dari bawah ke atas :
? Di atas timbunan sampah lama diurug lapisan tanah penutup setebal 30 cm dengan pemadatan
? Lapisan karpet kerikil berdiameter 30 – 50 mm sebagai penangkap gas horizontal setebal 20 cm, yang berhubungan dengan perpipaan penangkap gas vertikal
? Lapisan tanah liat setabal 20 cm dengan permeabilitas maksimum sebesar 1 x 10-7 cm/det
? Lapisan karpet kerikil under-drain penangkap air infiltrasi terdiri dari media kerikil berdiameter 30 – 50 mm setebal 20 cm, menuju sistem drainase. Bilamana diperlukan, di atasnya dipasang lapisan geotekstil untuk mencegah masuknya tanah yang berada di atasnya
? Lapisan tanah humus setebal minimum 60 cm.
d). Bila menurut desain perlu digunakan geotekstil dan sejenisnya,
pemasangan bahan ini hendaknya disesuaikan spesifikasi teknis yang telah direncanakan, dan dilaksanakan oleh kontraktor yang berpengalaman dalam bidang ini.

e). Tanah penutup akhir hendaknya mempunyai grading
dengan kemiringan maksimum 1:3 untuk menghindari terjadinya erosi.

f). Kemiringan dan kondisi tanah penutup
harus dikontrol setiap hari untuk menjamin peran dan fungsinya, bilamana perlu dilakukan penambahan dan perbaikan pada lapisan ini.

g). Melakukan pemeliharaan secara rutin terhadap tanah penutup, terutama dengan terbentuknya genangan (ponding) agar fungsi tanah penutup tetap seperti yang diharapkan. Perubahan temperatur dan kelembaban udara dapat menyebabkan timbulnya retakan permukaan tanah yang memungkinkan terjadinya aliran gas keluar dari TPA lama ataupun mempercepat rembesan air pada saat hari hujan. Retakan yang terjadi perlu segera ditutup dengan tanah sejenis.

h). Proses penurunan permukaan tanah juga sering tidak berlangsung seragam
sehingga ada bagian yang menonjol maupun melengkung ke bawah. Ketidak-teraturan permukaan ini perlu diratakan dengan memperhatikan kemiringan ke arah saluran drainase. Penanaman rumput dianjurkan untuk mengurangi efek retakan tanah melalui jaringan akar yang dimiliki.

ii). Pemeriksaan kondisi permukaan TPA lama ini perlu dilakukan minimal sebulan sekali
atau beberapa hari setelah terjadi hujan lebat untuk memastikan tidak terjadinya perubahan drastis pada permukaan tanah penutup akibat erosi air hujan.

j). Pada area yang telah dilaksanakan penutupan final tersebut diharuskan ditanami tanaman atau pohon yang sesuai dengan kondisi daerah setempat

Uraian tentang revegetasi tersebut terdapat dalam butir 3.9 (Pasca-operasi).

sumber SNPM-PU

Posted on January 29th, 2011 by Mas Hardi  |  No Comments »