Prof Dr Teddy Suparno, SB,MS : Bahaya mengkonsumsi Sayuran yang Mengandung Residu Insektisida

Prof Dr Teddy Suparno, SB,MS

Bahaya mengkonsumsi Sayuran yang Mengandung Residu Insektisida

Kasus matinya burung Aechmophorus occidentalis pemakan ikan atau western grebes di sekitar danau Clear Lake, California pada tahun 1959 setelah danau itu diperlakukan diklorodifenildi-kloretana (DDD).
Perlakuan DDD kedalam danau yang sangat aman bagi makluk hidup dan pada dosis sangat rendah, yaitu pada 1949, 1954 dan 1957 berturut-turut dengan dosis 1/70 ppm (ppm = part per million= perjuta bagian), 1/70 ppm dan 1/50 ppm untuk membunuh larva seranggga Chaoborus.

Imagonya sangat mengganggu pelancong atau tourist yang menginap di losmen-losmen dan mengganggu penduduk di sekitarnya. Dalam dosis 1/70 ppm DDD sudah dapat membunuh larva Chaoborus tetapi tidak membunuh atau aman terhadap ikan kecil, ikan besar dan ikan predator.

Setelah tahun 1959 dijumpai burung pemakan ikan (western grebes) banyak sekali yang mati. Menurut dokter hewan yang memeriksanya burung-burung grebes itu mati bukan
karena penyakit.

Setelah diamati semua jenis makluk hidup yang ada di dalam danau (diurutkan sesuai dengan mata rantai pada rantai makanan atau foodchain) tersebut diketahui bahwa akumulasi DDD di dalam plankton sudah 265 x 1/70 ppm, ikan kecil 500 x 1/70 ppm, ikan (edible fish) 8.500 x 1/70 ppm, ikan predator 25.000 x 1/70 ppm dan jeroan western grebes sudah mengakumulasi 80.000 x 1/70 ppm DDD.

Hal itu dapat dijelaskan secara ekologis bahwa di dalam tubuh tiap makluk hidup terjadi penumpukan (bioaccumulation) DDD dan menyebabkan perbesaran biologik (biological magnification) di dalam proses makan memakan dalam rantai makanan (Matsumura, 1976). Dalam kedokteran proses itu dinamakan keracunan kronis DDD.

Walau semula DDD diketahui sangat aman dan sangat selektif, setelah sepuluh tahun kemudian ternyata manjadi pembunuh masal.

Bagaimana dengan pakar-pakar pengendali hama kita yang menganjurkan menggunakan insektisida yang aman dan sangat selektif itu? Keracunan kronik tersebut sangat ditakuti dan menyadarkan akan lingkungan yang tercemar.

Dari banyak percobaan di laboratorium dengan menggunakan hewan percobaan diketahui bahwa keracunan insektisida kronik dapat bersifat karsinogenik (pembentukan jaringan kanker), teratogenik (kelahiran anak cacat dari ibu yang keracunan) dan mutagenik (kerusakan genetik pada generasi akan datang).

Hal ini dapat merusak kesehatan bangsa yang akan datang.
Ames dari Universitas California pada 1975 telah membuktikan bahwa ada hubungan yang erat antara bahan yang karsinogenik dan bahan yang mutagenik. Sebagian besar bahan karsinogenik juga diketahui bersifat mutagenik, dan sebaliknya bahan-bahan mutagenik yang tadinya dianggap bukan karsinogenik ternyata karsinogenik.

Teddy Suparno Tuti Wartati , Karmila Puspasari, Sitti Zubaidah DaCha, dan Liana Febliana suka ini

Tuti Wartati Mantap pak…so ” back to nature” adalah pilihan terbaik, dengan menjaga keseimbangan lingkungan, pengendalian hayati dan pestisida nabati.
Soehardi Tjokroprawiro Ya betoel Prof, ijin copas nggih, ..

Posted on November 25th, 2012 by Mas Hardi  |  No Comments »

USTADZ YUSUF MANSYUR : 9 Manfaat untuk Kesehatan Posisi Tidur Miring Ke Kanan

USTADZ YUSUF MANSYUR

9 Manfaat Tidur Miring Ke Kanan

HENDAKNYA mendahulukan posisi tidur di atas sisi sebelah kanan (rusuk kanan sebagai tumpuan) dan berbantal dengan tangan kanan, tidak mengapa apabila setelahnya berubah posisinya di atas sisi kiri (rusuk kiri sebagai tumpuan).

Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah: “Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu.” (HR. Al-Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710).

Salah satu adab tidur adalah di anjurkan untuk miring ke kanan, dan di balik sunnah Nabi ini ternyata banyak sekali hikmah dan manfaat yang bisa kita ambil dari sisi kesehatan.

Berikut Manfaat Tidur Menghadap Ke Sebelah Kanan menurut Penjelasan Medis.

1. Mengistirahatkan otak sebelah kiri.

Secara anatomis, otak manusia terbagi menjadi dua bagian kanan dan kiri. Bagian kanan adalah otak yang mempersarafi organ tubuh sebelah kiri dan sebaliknya. Umumnya kita menggunakan organ tubuh bagian kanan sebagai anggota tubuh yang dominan dalam beraktifitas seperti makan, memegang dan lainnya.

Dengan tidur pada posisi sebelah kanan, maka otak bagian kiri yang mempersarafi segala aktifitas organ tubuh bagian kanan akan terhindar dari bahaya yang timbul akibat sirkulasi yang melambat saat tidur/diam.

Bahaya tersebut meliputi pengendapan bekuan darah, lemak, asam sisa oksidasi, dan peningkatan kecepatan atherosclerosis atau penyempitan pembuluh darah. Sehingga jika seseorang beresiko terkena stroke, maka yang beresiko adalah otak bagian kanan, dengan akibat kelumpuhan pada sebelah kiri (bagian yang tidak dominan).

2. Mengurangi beban jantung.

Posisi tidur kesebelah kanan yang rata, memungkinkan cairan tubuh (darah) terdistribusi merata dan terkonsentrasi di sebelah kanan (bawah). Hal ini akan menyebabkan beban aliran darah yang masuk dan keluar jantung lebih rendah. Dampak posisi ini adalah denyut jantung menjadi lebih lambat, tekanan darah juga akan menurun. Kondisi ini akan membantu kualitas tidur.

Tidur miring ke kanan membuat jantung tidak tertimpa organ lainnya. Hal ini disebabkan karena posisi jantung yang lebih condong berada di sebelah kiri. Tidur bertumpu pada sisi kiri menyebabkan curah jantung yang berlebihan, karena darah yang masuk ke atrium juga banyak yang disebabkan karena paru-paru kanan berada di atas. Sedangkan paru-paru kanan mendapatkan pasokan darah yang lebih banyak dari paru-paru kiri.

3. Mengistirahatkan lambung.

Lambung manusia berbentuk seperti tabung berbentuk koma dengan ujung katup keluaran menuju usus menghadap kearah kanan bawah. Jika seorang tidur kesebelah kiri maka proses pengeluaran chime ( makanan yang telah dicerna oleh lambung dan bercampur asam lambung ) akan sedikit terganggu, hal ini akan memperlambat proses pengosongan lambung.

Hambatan ini pada akhirnya akan meningkatkan akumulasi asam yang akan menyebabkan erosi dinding lambung. Posisi ini juga akan menyebabkan cairan usus yang bersifat basa bias masuk balik menuju lambung dengan akibat erosi dinding lambung dekat pylorus.

4. Meningkatkan pengosongan kandung empedu dan pankreas.

Adanya aliran chime yang lancar akan menyebabkan keluaran cairan empedu juga meningkat, hal ini akan mencegah pembentukan batu kandung empedu. Keluaran getah pancreas juga akan meningkat dengan posisi mirin ke kanan.

5. Meningkatkan waktu penyerapan zat gizi.

Saat tidur pergerakan usus menigkat. Dengan posisi sebelah kanan, maka perjalanan makan yang telah tercerna dan siap di serap akan menjadi lebih lama, hal ini disebabkan posisi usus halus hingga usus besar ada dibawah. Waktu yang lamam selamat tidur memungkinkan penyerapan bias optimal.

6. Merangsang buang air besar (BAB).

Dengan tidur miring ke sebelah kanan, proses pengisian usus besar sigmoid (sebelum anus) akan lebih cepat penuh. Jika sudah penuh, akan merangsang gerak usus besar diikuti relaksasi dari otot anus sehingga mudah buang air besar.

7. Mengisitirahatkan kaki kiri.

Pada orang dengan pergerakan kanan, secara ergonomis guna menyeimbangkan posisi saat beraktifitas cenderung menggunakan kaki kiri sebagai pusat pembebanan. Sehingga kaki kiri biasanya cenderung lebih merasa pegal dari kanan, apalagi kaki menempati posisi paling bawah. Dan aliran darah di kaki untuk kembali cenderung lebih lambat. Jika tidur miring kanan, maka pengosongan vena kaki kiri akan lebih cepat sehingga rasa pegal lebih cepat hilang

8. Menjaga kesehatan paru-paru.

Paru-paru kiri lebih kecil dibandingkan dengan paru-paru kanan. Jika tidur miring ke sebelah kanan, jantung akan condong ke sebelah kanan. Hal ini tidak menjadi masalah karena paru-paru kanan lebih besar. Lain halnya jika bertumpu pada sebelah kiri, jantung akan menekan paru-paru kiri yang berukuran kecil, tentu ini sangat tidak baik

9. Menjaga saluran pernafasan.

Tidur miring mencegah jatuhnya lidah ke pangkal yang dapat mengganggu saluran pernafasan. Tidur dengan posisi telentang, mengakibatkan saluran pernafasan terhalang oleh lidah. Yang juga mengakibatkan seseorang mendengkur. Orang yang mendengkur saat tidur menyebabkan tubuh kekurangan oksigen. Bahkan terkadang dapat mengakibatkan terhentinya nafas untuk beberapa detik yang akan membangunkannya dari tidur. Orang tersebut biasanya akan bangun dengan keadaan pusing karena kurangnya oksigen yang masuk ke otak. Tentunya ini sangat mengganggu kualitas tidur.

Sungguh sangat sombong manusia, apabila manusia tidak mentaati tuhannya yang maha hidup lagi terus menerus dan tidak tertimpa rasa kantuk dan juga tidur. Sedangkan manusia hanyalah mahluk lemah yang apabila satu kegiatan ditinggalkan (seperti tidur yang kelihatannya sepele), ternyata dapat mengakibatkan dampak buruk bagi manusia itu sendiri sampai berujung kepada kematian.

Soehardi Tjokroprawiro Prof Teddy Suparno matur nuwun, adinda Putri Komalacantix trm ksh say
Putri Komala Iya sma2 mas..yg baek hati..

Posted on November 5th, 2013 by Mas Hardi  |  Comments Off

Madu Penyubur Kandungan

MANFAAT MADU UNTUK KESUBURAN TERBUKTI SECARA ILMIAH ::.

Menurut beberapa ahli nutrisi, madu memang dapat meningkatkan kemampuan seksual dan kesuburan. Di sini, madu akan merangsang ovarium untuk berovulasi (melepaskan sel telur) dan mempersiapkan rahim untuk segera hamil.

Clive Brockdorff dan istrinya Susan Fletcher yang merupakan pasangan konsultan nutrisi dan ahli Apitherapy (terapi dengan menggunakan madu dan lebah madu) di Amerika Serikat menjamin bahwa dalam 2 hingga 3 bulan, seorang wanita yang diterapi dengan madu akan bisa segera hamil.

Susan memaparkan mengenai manfaat madu bagi kesuburan, yaitu sebagai berikut.

Mengembalikan dan memudakan kelenjar seksual. Baik kelenjar seksual wanita maupun pria. Hal ini karena zat yang terkandung di dalam madu akan merangsang dan memelihara sistem reproduksi ke arah yang lebih baik.

- Meningkatkan stamina dan daya tahan seksual.
- Meningkatkan kemampuan seksual yang disebabkan kelainan prostat.
- Meningkatkan fungsi ovarium dan kualitas sel telur.
- Mengurangi gejala yang berhubungan dengan PMS (Pre-Menstrual Syndrome).

Dalam suatu penelitian modern lain disebutkan juga bahwa penggunaan madu ternyata memang mampu meningkatkan kualitas sistem reproduksi ke arah yang lebih baik (bagi pria dan wanita). Ini artinya, kemampuan untuk bisa segera hamil memang bisa ditingkatkan dengan konsumsi madu. Anda tak sabar untuk segera memiliki anak? Konsumsilah madu secara teratur!

“Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan”. (QS An- Nahl: 69).

Sumber : Anneahira.com dan berbagai sumber lainnya

Harga : 1 Paket Rp 130.000.-

Hubungi

Drs Soehardi Tj,Msc
CV Penta Harfam
Permata Cimahi Blok P3 No 9
Bandung Barat
SMS/WhatsApp 085277791900

Posted on February 2nd, 2014 by Mas Hardi  |  Comments Off

Artikel Islami : Silsilah (Rangkaian) Nasehat dan Bimbingan dalam Tarbiyatul Aulad

Silsilah (Rangkaian) Nasehat dan Bimbingan dalam Tarbiyatul Aulad »

= Oleh asy-Syaikh Ahmad Mubarak bin Qadzlan al-Mazru’i =

1- ???? ?? ????? ???? ?????? ????? ??? ????? ?????? ??? ??? ????.
1. Ketahuilah, bahwa hamil itu berat. Maka mintalah pertolongan kepada Allah untuk mentarbiyah putra-putrimu. Sesungguhnya Dia sebaik-baik penolong.

2-???? ???????? ?????? ????? ??????? ??????? ?????? ???????? ????? ??????? ????? .
2. Doa kedua orang tua mustajab. Maka hendaknya engkau doakan putra-putrimu dengan kebaikan dan keshalihan.

3-???? ??? ?????? ???? ??????? ??????? ??? ????? ?? ??? ??? ????? ??????.
3. Bersemangatlah untuk memilih nama yang terbaik untuk putra-putrimu. Berapa banyak nama itu berpengaruh terhadap anak, baik putra maupun putri.

4- ???? ?????? ?????? ?????? ?????? ??? ?? ????? ??????? ??????.
4. Bersegeralah untuk memberi kunyah kepada putra putrimu dengan kunyah yang baik, sebelum dia diberi gelar-gelar yang jelek.

5- ???? ??? ??? ??????? ???????? ?? ???? ?????? ??? ?????? ?????? ??????? ??????? ???????.
5. Seriuslah untuk menanamkan iman dan tauhid di hati putra-putrimu. Itu adalah kalimat thayyibah, pohon yang tertanam kuat dan berbuah lebat.

6- ??? ?????? ???? ??????? ?????? ?????? ????? ?????? ???? ???? ???? ???????.
6. Talqinkan (ajarkan secara lisan) kepada putra-putrimu kalimat Tauhid, dan perkenalkanlah kepada mereka makna kalimat tersebut. Sesungguhnya kalimat Tauhid merupakan pondasi yang ditegakkan di atasnya bangunan.

7-???? ???? ?????? ???? ????? ????? ???? ??????? ??? ??? ??  ??? ???? ?? ???? ???????.
7. Ajarkanlah kepada putramu perasaan muraqabatullah (senantiasa merasa diawasi oleh Allah). Ajarkanlah kepadanya Nama-Nama Allah dan Shifat-Shifat-Nya. Berapa banyak itu (Nama-Nama dan Shifat-Shifat-Nya) memiliki pengaruh yang besar untuk keshalihan putra-putri.

8-???? ??? ??? ??????? ?????? ?? ??????, ?????? ????? ??? ????? ???? ?? ??? ????? ????? ??????.
8. Berseriuslah untuk menanam kan kepada putra-putrimu keimanan kepada para rasul. Ajarkanlah kepada mereka sirah (sejarah perjalanan hidup) para rasul dan segala yang ada pada mereka berupa kebaikan, keshalihan, dakwah, dan perbaikan.

9- ???? ?? ??? ?????? ?? ????? ??? ???? ???? ???? ?????? ????? ?????? ??????? ????????? ?? ????? ??????.
9. Tanamkanlah pada hati putra-putrimu kecintaan kepada Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ajarkanlah kepada mereka sirah (sejarah perjalanan hidup) Rasulullah, perintahkan mereka untuk berittiba (mengikuti) beliau. Dengan berittiba’ kepada beliau, terwujud segala kebaikan dan hidayah.

10- ???? ?? ??? ?????? ???? ??????? ??????? ??? ????? ???????? ?? ?? ???? ????? ????? ????? ??????.
10. Tanamkanlah dalam hati putra-putrimu kecintaan kepada para shahabat. Ajarkanlah kepada mereka sirah para shahabat, dan segala perjuangan yang mereka tegakkan, berupa pembelaan terhadap agama, dan agungnya ilmu dan amal.
????
11-?? ??? ?? ???? ?? ??? ?????? ????? ??????? ????? ??? ???????? ???????? ???? ??????? ??????.
11. Jangan lupa untuk menanamkan dalam hati putra-putrimu prinsip mendengar dan taat kepada pemerintah muslimin dan menjaga kedudukan dan kehormatan pemerintah tersebut.

12-??? ???? ?? ???? ?????? ?? ????? ?? ???? ????? ?????? ???????? ??? ?? ?????? ????? ???????.
12. Jangan lupa memperingatkan putra-putrimu dari perbuatan mencela pemerintah dan ‘ulama muslimin, agar mereka tidak rugi agama dan dunianya.

13-?? ?????? ??? ???? ??????? ??? ?? ???? ????? ??? ??? ?? ???????? ?????? ??? ???????? ??????.
13. Doronglah putra-putrimu untuk berpegang kepada al-Jama’ah di bawah kekuasaan pemerintahnya. Katakan kepada mereka, bahwa pada persatuan itu terdapat rahmat, sementara pada perpecahan terdapat adzab.

14-?????? ?????? ????? ??? ?? ????? ??????? ??? ??? ????? ???? ??? ????? ??????? ???????? ???.
14. Shalat, shalat. Perintahkan putra-putrimu mengerjakan shalat sejak usia 7 tahun, dan pukullah mereka pada usia 10 tahun (jika mereka tidak mau mengerjakannya. Jika tidak maka kamu (orang tua) menanggung dosa putra-putrimu yang meremehkan dan menyia-nyiakan shalat.

15-??? ?????? ?? ?????? ?????????? ????? ???? ????? ??? ???? ?????? ???????.
15. Peringatkan putra-putrimu dari berdebat dan berbantah-bantahan. Karena itu membuka pintu kejelekan, kesempitan, dan perpecahan pada mereka.

16- ???? ?? ??? ?????? ??? ?????? ?????? ??? ?? ?? ????? ??? ?? ??????? ???? ???? ?????.
16. Tanamkan dalam hati putra-putrimu syukur nikmat, dan melihat kepada orang-orang yang kondisinya berada di bawahnya (dalam urusan dunia, pen), agar mereka tidak meremehkan nikmat Allah kepada mereka.

17-????? ???????? ?????? ?????? ?????? ?????? ?????? ??? ???, ??? ??? ??????? ????  ????????? ?????.
17. engkau harus memiliki perhatian besar agar putra-putrimu mau menghafal al-Qur`an dan memahami makna-maknanya. Perintahkanlah mereka untuk mengamalkan kandungan al-Qur`an, katakan kepada mereka bahwa ini (al-Qur`an) adalah Kalamullah maka janganlah kamu menyelisihi/menentangnya, karena itu akan membuatmu binasa.

18-??? ?????? ????? ??????? ???? ?????? ?????????? ?? ??? ??????? ????????? ????? ?? ?????? ???????.
18. Ajarkanlah pada putra-putrimu akhlak yang mulia, sebagai tetangga yang baik, dan senantiasa tersenyum di hadapan orang-orang fakir dan miskin. Peringatkanlah mereka (putra-putrimu) dari bermuka masam dan takabbur.

19- ?? ????? ?? ??? ??? ???? ??? ????? ??? ??????? ??? ????? ?? ?? ???? ??? ????? ???? ??? ?????.
19. Katakan kepada putra-putrimu, bahwa tidak ada perbedaan antara orang arab dengan orang ‘ajam (non arab) kecuali dengan Taqwa. Maka janganlah kamu merendahkan orang yang lebih lemah kedudukannya atau lebih sedikit hartanya daripada kamu.

20- ??? ?????? ????? ????? ??????? ?????? ??? ??? ?? ???? ?????? ??? ????? ?? ???? ???? ??????.
20. Jauhkanlah putra-putrimu dari majelis-majelis (kumpulan-kumpulan) yang sia-sia, nyanyian, dan ribut-ribut. Betapa besar pengaruh dan penyakitnya terhadap hati, dan sangat banyak itu menjadi sebab kerusakan hati.

21-???? ???? ?????? ??? ??????? ??? ??? ?? ????? ??????? ???????? ????????
????? ?????
21. awas, jangan membiarkan putra-putrimu di depan televisi. Betapa banyaknya televisi itu memberikan berbagai fitnah, kejelekan, syahwat dan syubhat. Maka sangat dikhawatirkan putra-putrimu tumbuh dengan berbagai hal tersebut.

22-??? ?????? ??????? ?????? ?????? ?????? ??? ?? ?????? ??? ??????? ????????.
22. Ajarkan kepada putra-putramu sifat rujulah (kelaki-lakian), jauhkan mereka dari bercampur dengan perempuan. Sehingga mereka tidak tumbuh dengan sifat-sifat lembek dan sifat-sifat perempuan.

23- ??? ????? ??????? ???????? ?????? ?????? ?????? ??? ?? ???? ?? ???????.
23. Ajarkan pada putri-putrimu sifat-sifat perempuan dan keibuan. Jauhkan mereka dari bercampur dengan laki-laki. Sehingga mereka tidak keluar dengan sifat-sifat laki-laki (tomboy).

24- ?? ??? ??????? ??? ???? ????? ??? ?????? ????? ??? ????? ?????? ??????? ?????? ??????? ??????? ???????.
24. Jadilah sebagai muraqib (pengawas) bagi mereka, janganlah mereka dibiarkan begitu saja. Apabila mereka dipercaya begitu saja (tanpa ada pengawasan) maka mereka akan dikendalikan oleh hawa nafsu.

25-?? ????? ??? ???? ??????? ??? ?? ?????? ???????? ??? ?? ???????, ?????? ???? ???? ???? ????.
25. Jangan besar buruk sangka kepada putra-putrimu, sehingga engkau menuduh mereka berbuat sesuatu yang tidak mereka lakukan, membuat perhitungan terhadap sesuatu yang tidak mereka perbuat. Hal ini akan menyebabkan putra-putrimu benar-benar terjatuh pada sesuatu yang disangkakan terhadap mereka.

26- ?? ???? ??? ?????? ! ???? ????? ??? ??????? ?????? ?? ???? ???? ????? ??????.
26. Jangan kamu pilihkan untuk putra-putrimu teman! Namun ajarkanlah pada mereka bagaimana cara memilih teman, yaitu dengan meninjau agama, akal, dan amanahnya.

27-?? ??? ???? ??? ???? ??? ?????? ?????? ?? ????? ??? ?????? ???? ????? ???????? ???? ??????.
27. Jadilah engkau sebagai qudwah (teladan) bagi putra-putrimu. Janganlah kamu menjadikan untuk mereka adanya pembenaran/pembolehan kesalahan dengan terjatuhnya kamu dalam kekeliruan. Karena mata (mereka) akan senantiasa melihatmu,
dan tingkah laku (mereka) senantiasa terkait denganmu.

28-??? ??? ????? ???? ??? ????? ??? ???? ????? ????? ???????  ???  ??????? ??????? ??? ?????.
28. Tertibkanlah waktu-waktu putra-putrimu, aturlah hari-hari mereka, jangan sampai urusan mereka sia-sia, sehingga mereka tumbuh di atas keterlantaran, dan sia-sia ketika mereka dewasa.

29- ?? ??? ?????? ????? ??????? ??????? ??? ??? ???? ????? ??????? ??????.
29. Jadilah engkau (berposisi) sebagai teman bagi mereka tatkala mereka butuh terhadap teman, dan jadilah engkau sebagai ayah tatkala mereka butuh kepada ayah.

30- ????? ??? ???? ??????? ?? ?? ?????? ?? ???? ???? ??? ?? ???? ??? ?? ?? ???? ??????? ????????.
30. Menyendirilah bersama mereka sesaat, agar mereka mau mencurahkan isi hatinya, berupa kegundahan dan kesempitan. Agar mereka tidak mencurahkan isi hatinya kepada orang yang tidak pantas memberikan nasehat dan bimbingan.

31-???? ?? ???? ??????? ??????? ?????? ????? ??????? ???? ??????? ?????? ??????? ???????.
31. Jadikanlah untuk mereka adanya waktu untuk berjalan-jalan dalam satu pekan. Pada kesempatan itu, engkau bisa mendekati dan menjalin keakraban dengan mereka. sekaligus engkau mengajari mereka dengan kebiasaan-kebiasaan yang baik dan adab-adab syar’iyyah.

32-????? ?? ??????? ?? ??? ?????? ????? ??? ?????? ????? ??????? ????? ????? ??? ???? ???? ???? ???????.
32. Ajarkan kepada mereka sunnah-sunnah dan dzikir-dzikir harian yang mereka butuhkan. Sehingga mereka senantiasa terikat/terhubung dengan Rabb-nya, dan senantiasa berpegang teguh dengan Sunnah Nabi mereka Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

33- ????? ???? ??????? ???????? ?? ????? ??? ?? ???? ??????? ?? ????? ??? ?? ??????? ?? ?????.
33. Ajarkan pada mereka sikap mau menerima nasehat dan sikap mau rujuk dari kesalahan. Betapa banyak kebaikan pada sikap mau menerima nasehat, dan betapa banyak keutamaan pada sikap rujuk dari kesalahan.

34-?? ???? ??? ???? ????? ?? ???? ??? ???? ???????.
34. Jangan lembek, jangan pula kasar (terhadap mereka). Namun bersikaplah kepada mereka antara sebagai orang yang dicintai dan sebagai orang yang berwibawa.

35-???? ?????? ?? ??????? ???????? ??? ?????? ???? ??????? ???? ?? ????????.
35. Ikutilah perkembangan anak-anakmu dalam urusan sekolah dan belajar mereka. karena dengan diikuti/diamati perkembangannya, anak yang kurang bisa bertambah (kemampuan/semangatnya), sementara anak yang baik bisa semakin kokoh.

36-?? ?????? ??? ???? ??????? ?????? ??????? ?????? ???????? ??? ???? ????? ?? ??? ?????.
36. Doronglah putra-putramu untuk bersungguh-sungguh dan bersemangat. Jauhkanlah mereka dari suka bermain-main, malas, dan pengangguran. Betapa jauhnya kebaikan itu dari orang pemalas.

37- ??? ?????? ???? ??????? ??? ???? ???? ?????? ?? ???? ???? ???? ??? ??? ????? ??????.
37. Waktu kosong menyebabkan tersia-siakannya putra putri. Jangan biarkan waktu mereka kosong. Namun penuhilah waktu-waktu mereka dengan sesuatu yang padanya terdapat kebaikan untuk agama atau dunia mereka.

38- ????? ??? ????? ??? ??????? ????? ???? ??????? ????? ????? ??????? ?? ????? ??????.
38. Bekerjasama (bahu-membahulah) kamu dan istrimu untuk mentarbiyah mereka. Satukanlah cara/metode mentarbiyah, memiliki tujuan yang jelas, dan saling bermusyawarahlah dalam menentapkan peraturan-peraturan.

39- ???? ?? ????? ??? ?????? ?????? ???? ?????? ????? ??????? ????? ??????? ?????? ?????? ????? .
39. Waspadalah jangan sampai (terlihat) kamu berbeda pendapat/cara/peraturan dengan istrimu di hadapan putra-putrimu. Untuk akan menjatuhkan wibawa, tidak dihargai lagi nasehat, sehingga anak-anak pun terbengkalai, dan pikiran mereka menjadi berat.

40- ??? ?????? ????? ?????? ?????? ??? ???? ??????? ????? ????????
40. Jauhkanlah putra-putrimu dari lisan yang keji dan kotor. Biasakanlah mereka dengan kata-kata yang terbaik, dan ungkapan-ungkapan yang indah.

41_???? ?????? ????? ??? ??????? ??????? ??? ??????? ???????.
41. berinteraksilah dengan putra-putrimu, tempatkanlah mereka sesuai dengan tingkatannya (usia dan kedewasaannya). Sehingga mereka bisa beranjak kepada tingkatan-tingkatan orang-orang yang berakal sehat dan kuat/jernih.

?(Tammat. Alhamdulillah) ??

?????????????????????????????

????? WhatsApp Miratsul Anbiya Indonesia

Posted on April 24th, 2014 by Mas Hardi  |  Comments Off

APA HUKUM SHOLAT ROGHOOIB

APA HUKUM SHOLAT ROGHOOIB ?

*** Diantara kebiasaan sebagian orang  di bulan Rojab adalah melakukan sholat rogho’ib yaitu sholat sunnah pada malam jum’at pertama di bulan rojab, tepatnya antara sholat Maghrib dan Isya’ dengan didahului puasa hari kamis.

?Sholat ini sebanyak dua belas raka’at, pada setiap raka’at membaca surat al-Fatihah sekali, surat al-Qadar tiga kali dan surat al-Ikhlas dua belas kali….dan seterusnya.

?Dasar sholat di atas berdasarkan pada suatu riwayat yang dibawakan al-Ghozali dalam Ihya’ Ulumuddin 1/460-462 cet. Darul fikr dan beliau menamainya sholat rojab seraya berkata ini adalah sholat yang disunahkan.

?~~~~~~~~~~~~~~~~?

Berikut hadits yang dianggap sebagai dasar pelaksanaan Sholat Roghooib dan penjelasan tentang hukumnya:

?Bersabda Rosululloh Shallallaahu ‘alaihi Wasallam:

” Demi Dzat yang jiwaku ditangan-Nya tidaklah ada seorang hamba laki-laki maupun perempuan yang melaksanakan sholat ini ( sholat roghooib ) melainkan diampuni seluruh dosanya , hingga semisal buih dilautan dan sejumlah dedaunan pohon.

Mampu mensyafaati tujuh ratus keluarganya , apabila awal malam diquburnya mendatanginya pahala sholat ini ( sholat roghooib ).

Maka mendatanginya dengan wajah berseri dan lisan yang manis .

Lalu berkata kepada orang itu : ” Wahai kekasihku bergembiralah kau telah selamat dari mara bahaya yang besar.

Orang itu menjawab : ” siapa anda .. ? Demi Alloh aku tidak melihat wajah sebagus wajahmu , ucapan seindah ucapanmu , dan aroma sewangi aromamu .

Jawabnya : ” Wahai kekasihku aku adalah pahala sholatmu yang kau lakukan pada malam itu (malam bulan rajab ) pada bulan itu ( rajab ) , aku datang dimalam ini untuk memenuhi hakmu , menemani kesendirianmu , dan mengangkat kesepianmu , dan apabila sangkakala ditiup aku akan menaungi pada hari kiamat diatas kepalamu , maka bersenang hatilah tidak sekali-kali kau kehilangan kebaikan dari robbmu selama-lamanya “.

Berkata penulis Rohimahulloh : ” lafadz hadits ini milik Muhammad bin Nashir .

???????

?HADITS INI PALSU didustakan pada Rosululloh Shallallaahu ‘alaihi Wasallam.

?Telah menuduhnya Ibnu Jahdhom , dan dia dinisbahkan dengan kedustaan .

?Aku mendengar guru kami Abdul Wahhab Al Hafidz : ” para perowi hadits ini tidak dikenal .

?Aku telah memeriksa mereka diseluruh kitab-kitab tidak aku dapati satupun biodatanya.

=======================

?Ustadz Abul Hasan Al wonogiry (anggota Grup FBF-5)

*** tambahan keterangan dari admin

?Disadur dari kitab  TABYIINUL AJAB, Al Imam Al hafidz Al Muhaddits Al Faqih Abil fadl Ahmad Ali bin Hajar Al Asqolaniy.

???? WA Forum Berbagi Faidah

Posted on April 22nd, 2014 by Mas Hardi  |  Comments Off

SIKAP TENGAH AHLUS SUNNAH

SIKAP TENGAH AHLUS SUNNAH
Bagian ke-3

?Dalam Bab Ancaman Allah?

Ahlus Sunnah berdiri di tengah-tengah antara kelompok al-Murjiah dan kelompok al-Wa’idiyyah dari kalangan al-Mu’tazilah dan yang semisalnya.

Kelompok al-Murjiah, mereka memiliki sikap yang bermudah-mudahan dalam masalah ini, sehingga menurut mereka pelaku dosa besar langsung masuk ke surga, tidak masuk neraka terlebih dahulu. Hal ini dibangun atas keyakinan rusak mereka bahwa pelaku dosa besar, imannya tetaplah sempurna dan tidak berkurang sedikitpun ketika ia melakukan perbuatan dosa tersebut.

Pada sisi yang lain, ada kelompok al-Wa’idiyah, yang berlebih-lebihan dalam memandang ancaman Allah ‘Azza wa Jalla. Menurut mereka, wajib bagi Allah Ta’ala untuk menghukum pelaku kemaksiatan dan mengadzab mereka, sebagaimana wajib bagi-Nya membalas orang-orang yang ta’at kepada-Nya dengan kebaikan. Sehingga, menurut mereka, apabila seseorang melakukan kemaksiatan, kemudian ia meninggal dalam keadaan belum bertaubat dari kemaksiatan yang ia lakukan, tidak boleh bagi Allah Ta’ala –menurut keyakinan mereka- untuk memberikan ampunan kepada mereka.

Adapun ahlus Sunnah berdiri di antara kedua kelompok ini. Menurut keyakinan ahlus Sunnah, bahwa seseorang yang melakukan perbuatan kemaksiatan yang belum mencapai tingkat kesyirikan, ia masih di bawah kehendak Allah ‘Azza wa Jalla. Apabila Dia menghendaki, akan mengampuninya, dan apabila Dia menghendaki, akan mengadzabnya di dalam neraka sesuai dengan kadar dosanya, kemudian Dia memasukkannya ke dalam surga.

?Dalam Bab Istilah dan Hukum di Dalam Agama Islam?

Maksudnya adalah dalam penyebutan seseorang dengan muslim, kafir, fasiq, dan semisalnya. Maka ahlus Sunnah bediri di antara dua kelompok yang menyimpang, yaitu al-Murjiah di satu sisi dan al-Khawarij serta al-Mu’tazilah di sisi yang lain.

Sebagaimana yang telah lalu, bahwa kelompok al-Murjiah bermudah-mudahan dalam mensikapi pelaku dosa besar. Menurut keyakinan mereka, perbuatan kemaksiatan tidaklah mempengaruhi kesempurnaan iman seseorang sedikitpun. Sehingga menurut mereka pelaku dosa besar, seperti berzina, mencuri, membunuh dan sebaginya adalah seorang mukmin yang sempurna keimannya, dan di akhirat ia akan masuk surga.
Berbeda halnya dengan apa yang diyakini oleh kelompok al-Khawarij dan al-Mu’tazilah, yang berlebih-lebihan dalam mensikapi para pelaku dosa besar. Kedua kelompok ini bersepakat bahwa seseorang yang melakukan dosa besar berarti dia telah keluar dari garis keimanan. Hanya saja kedua kelompok ini berbeda pendapat, apakah pelaku dosa besar tadi dihukumi kafir ataukah tidak.

Adapun al-Khawarij, mereka berani menghukumi pelaku dosa besar dengan kekafiran, sehingga mereka menghalalkan darah dan hartanya. Adapun kelompok al-Mu’tazilah, tidak sampai menghukumi pelaku dosa besar dengan kekafiran, hanya saja menurut mereka berada pada suatu kedudukan di antara dua kedudukan, yaitu di tengah-tengah antara keimanan dan kekafiran. Tidaklah dia dikatakan kafir, dan tidak pula dikatakan mukmin.
Dan dalam hukum di akhirat, kedua kelompok ini sepakat, dahwa pelaku dosa besar tempatnya di neraka, dan ia kekal di dalamnya.

Adapun ahlus Sunnah, Allah berikan hidayah kepada mereka kepada jalan yang lurus. Ahlus Sunnah meyakini bahwa seseorang yang melakukan perbuatan dosa besar, berarti imannya telah berkurang, akan tetapi selama dosa besar itu belum mencapai tingkatan kesyirikan ataupun kekufuran, maka ia belum keluar dari Islam. Dan hukumnya di akhirat, di bawah kehendak Allah ‘Azza wa Jalla, sebagaiman yang telah lalu.

?Dalam Bab Sikap Terhadap Para Shahabat radhiyallahu ‘anhum?

Dalam hal ini ada kelompok ar-Rafidhah, dan kelompok al-Khawarij. Ar-Rafidhah, mereka memiliki sikap berlebih-lebihan terhadap Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, sampai-sampai ada di antara mereka yang memposisikan Ali sebagai Tuhan.

Di sisi lain ada kelompok al-Khawarij, yang mana mereka mengkafirkan Ali bin Abi Thalib, demikian pula Mu’awiyah bin Abi Sufyan radhiyallahu ‘anhum, beserta orang-orang yang bersama keduanya.

Adapun ahlus Sunnah, Allah berikan hidayah kepada mereka untuk menempuh jalan yang lurus. Mereka memposisikan para shahabat sesuai dengan kedudukannya, tidak berlebih-lebihan dan tidak pula merendahkan.

Mereka meyakini bahwa para shahabat adalah manusia terbaik dari kalangan umat ini, dan mencintai mereka karena berbagai macam keutamaan yang ada pada para mereka. Akan tetapi, ahlus Sunnah tetap mengakui bahwa para shahabat adalah manusia biasa, yang tidak ma’shum, terlepas dari dosa dan kesalahan.

(lihat Syarh al-Aqidah al-Wasithiyyah lil-Harras, tahqiq Abul ‘Abbas al-‘Adeny hal. 253-263)

Bersambung, insya Allah.

???????????????????
Abu Umair Abdulaziz bin Slamet al-Bantuly

Darul Hadits Dzammar, Yaman
????? ????? ???????- ???? ???? – ?????? ?????? ??????? ??: ?

” ?????? ???? ??????? ?????? ?? ???? ? ????? ????? ??? ???? ? ??? ??? ????? ??? ??? ???? ??? ??? ???? ??? ?????? ? ?????? ?????? ? ???? ?????? ? ??? ?? ???? ??? ??? ? ??? ??????? ?????? ???? ???? ??? ????? ? ??????? ?????? ????? ???? ?????? ? ?????? ????? ? ????? ???? ? ?????? ????? ?? ????? ?????????? ”

????[????? ??????? (2/294)]????

??Wejangan alimam asysyafi’i untuk muridnya (almuzany)-rohimahumullah-.??

?Bertaqwalah kepada Allah dan ukirlah akhirat dihatimu.
?Jadikan kematian selalu berada dihadapanmu.
?Engkau akan berdiri dihadapan Allah,jangan pernah lalaikan itu.
?Senantiasalah takut dari Adzab Allah.
?Jauhi larangan-laranganNya.
?Tunaikan kewajibanNya.
?Selalulah bersama alhaq dimanapun ia berada.
?Jangan pernah sedikitpun menganggap kecil nikmat nikmat Allah, bahkan sambutlah dengan syukur.
?Jadikan diammu adalah tafakkur, bicaramu dzikir,dan apa yang engkau amati sebagai pelajaran.
?Mintalah perlidungan kepada Allah dari neraka dengan taqwa.

????????
(Manaqib asysyafi’i 2/294)

Dikirim oleh Al-Akh Abu Aliyah Afif Semarang (salah satu thulab di Darul Hadist Fuyus,Yaman)

Posted on April 22nd, 2014 by Mas Hardi  |  Comments Off